Epidemiolog: Jangkauan Testing Covid-19 Harus Diperluas
INDEX

BISNIS-27 545.471 (-7.6)   |   COMPOSITE 6413.89 (-106.77)   |   DBX 1221.71 (-6.51)   |   I-GRADE 188.988 (-3.35)   |   IDX30 542.994 (-9.18)   |   IDX80 145.925 (-3.17)   |   IDXBUMN20 438.706 (-13.3)   |   IDXESGL 150.111 (-3.04)   |   IDXG30 148.081 (-3.15)   |   IDXHIDIV20 477.43 (-7.88)   |   IDXQ30 153.853 (-2.35)   |   IDXSMC-COM 293.749 (-6.8)   |   IDXSMC-LIQ 373.577 (-15.72)   |   IDXV30 149.364 (-4.83)   |   INFOBANK15 1084.54 (-8.19)   |   Investor33 464.502 (-6.89)   |   ISSI 189.074 (-4.16)   |   JII 668.709 (-17.74)   |   JII70 233.837 (-6.47)   |   KOMPAS100 1296.34 (-25.94)   |   LQ45 1011.21 (-19.63)   |   MBX 1772.39 (-32.57)   |   MNC36 342.942 (-5.12)   |   PEFINDO25 336.865 (-11.6)   |   SMInfra18 332.042 (-9.57)   |   SRI-KEHATI 396.816 (-5.25)   |  

Epidemiolog: Jangkauan Testing Covid-19 Harus Diperluas

Rabu, 2 Desember 2020 | 23:08 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mengklaim bahwa pemeriksaan swab test atau tes PCR (polymerase chain reaction) di 11 provinsi di Tanah Air telah mencapai 90% dari standar WHO. Menanggapi hal ini, epidemiolog Universitas Airlangga, Laura Navika Yamani mengatakan, angka capaian itu mungkin benar jika itu dihitung pada awal kemunculan Covid-19 di Indonesia, yakni pada Maret.

Namun perlu diingat, kasus ini sudah berjalan sembilan bulan. Saat ini yang dibutuhkan adalah jangkauan testing diperluas hingga ke seluruh Tanah Air untuk menurunkan positivity rate.

“1% dari 270 juta penduduk itu kan sekitar 2,7 juta. Kalau di awal betul sudah memenuhi. Kapasitas pemeriksaan sekarang kan sudah lebih dari 3 juta yang sudah diperiksa spesimen orangnya. Kalau dulu itu kapasitasnya hanya 1 juta. Namun ini sudah terlambat karena pandemi sudah 9 bulan berjalan,” katanya ketika dihubungi Suara Pembaruan, Selasa (2/12/2020).

Menurutnya ketika ada satu orang dites, bukan berarti dia tidak akan dilakukan tes lagi pada tahap selanjutnya. Artinya, klaim capaian 90% dari standar WHO adalah konsep lama yang hadir pada awal kemunculan Covid-19. Kini, banyak orang yang berkali-kali melakukan tes PCR.

Ia memperkirakan mungkin Satgas tidak melihat dari populasi karena di awal target dari pemerintah sudah bisa melakukan pemeriksaan 10.000 per hari. Kemudian target bertambah menjadi 20.000 per hari dan sekarang sekitar 50.000 per hari.

“Seharusnya target sesuai rekomendasi WHO itu 1 hari sekitar 150.000 kalau melihat jumlah populasi yang ada di Indonesia. Jadi kalau klaim secara nasional, 1% itu tak berlaku untuk sekarang,” katanya.

Ia menjelaskan sekarang yang harusnya lebih diperhatikan adalah positivity rate, yakni jumlah yang positif Covid-19 dari spesimen yang diperiksa. Jadi ia meminta pemerintah tidak fokus kepada kapasitas jumlah pemeriksaan yang dilihat dari populasi, tetapi lebih fokus pada orang yang positif dan menularkan ke pihak lain.

“Apakah kemudian jumlah pemeriksaan yang ada sekarang ini sudah maksimal? Hal itu bisa dilihat dari angka positivity rate. Kalau angka positivity rate menurut rekomendasi dari WHO itu kan kurang dari 5%. Namun pada kenyataannya kasus yang ada di Indonesia ini selalu lebih dari 10% bahkan saat ini mencapai 13%-14%,” kata Laura.

Hal ini mengartikan mungkin jangkauan dari pemeriksaan kurang meluas. Jadi target keluarga dari yang positif kemungkinan positifnya lebih besar. Selain itu, jumlah yang dilacak mungkin terlalu kecil, sehingga yang terjaring hanyalah orang-orang dekat dari sekeliling yang terkonfirmasi positif, sehingga mendapatkan positivity rate cukup besar, yakni lebih dari 10%.

Jadi, lanjut Laura, yang harus dilakukan pemerintah adalah menambah kapasitas dan pemeriksaan sehingga bisa menurunkan angka positivity rate karena hal ini menggambarkan kasus yang ada di lapangan.

“Jadi sebetulnya positivity rate yang tinggi berarti penyebaran masih banyak di komunitas. Artinya, kalau yang diperiksa 100 orang, rekomendasi WHO kurang dari 5 orang yang positif. Namun sekarang masih sekitar 14 orang. Kita harus bisa menurunkan angka 5% ini dengan menjaring atau menjangkau komunitas yang lebih meluas untuk dilakukan pemeriksaan,” ungkap dia.

Kalau semakin banyak orang yang diperiksa, harapannya positivity rate bisa berkurang. Namun, tujuan utamanya adalah, kalau makin banyak yang diperiksa, maka kasus-kasus yang kemungkinan positif di lapangan itu bisa terjaring.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Update Covid-19: Tambah 5.533, Kasus Positif di Indonesia Jadi 549.508

Menurut data Kementerian Kesehatan, jumlah tersebut berdasarkan pemeriksaan spesimen sebanyak 58.245.

KESEHATAN | 2 Desember 2020

Peran Penting Keluarga dalam Perawatan Diabetes

Dukungan keluarga sangat penting agar diabetesi bersedia mengubah gaya hidup lebih sehat.

KESEHATAN | 2 Desember 2020

Marina Donasi 18.000 Produk Kepada PMI Dukung Pengendalian Covid-19

Donasi dari Marina tersebut sebagai bentuk apresiasi kepada petugas kesehatan yang telah berjuang menangani Covid-19.

KESEHATAN | 2 Desember 2020

Rizieq Syihab: Patuhi Protokol Kesehatan, Hindari Kerumunan

"Kita dukung ulama dan umara secepatnya keluar dari pandemi," kata Rizieq.

KESEHATAN | 2 Desember 2020

Kasus Covid-19 di DKI dan Jateng Melonjak karena Warga Tidak Disiplin

Masyarakat tidak mematuhi penerapan protokol kesehatan 3M menjadi penyebab lonjakan kasus positif di DKI Jakarta dan Jawa Tengah.

KESEHATAN | 2 Desember 2020

Dengan atau Tanpa Vaksin Covid-19, Protokol Kesehatan Tetap Berlaku Setahun ke Depan

Vaksinasi akan terus dipantau untuk melihat kemampuan vaksin memberikan kekebalan apakah itu 1 tahun atau lebih.

KESEHATAN | 2 Desember 2020

Persiapan Komprehensif Pemerintah untuk Vaksinasi COVID-19

Skema distribusi memanfaatkan kehandalan digitalisasi data. Pemerintah menunjuk dua BUMN, PT Telkom Indonesia dan PT Bio Farma (Persero) untuk menjalankannya.

KESEHATAN | 2 Desember 2020

Doni Monardo: Dengan Bahasa Daerah, Masyarakat Akan Pahami Covid-19 Bak Malaikat Pencabut Nyawa

Penjelasan tentang Covid-19 harus disampaikan secara sederhana dan mudah sehingga bisa diterima dengan baik oleh masyarakat.

KESEHATAN | 1 Desember 2020

Agar Mudah Dipahami, Protokol Kesehatan Diterjemahkan ke 77 Bahasa Daerah

Pesan 3M disampaikan ke dalam bahasa daerah yang paling dekat dengan masyarakat.

KESEHATAN | 1 Desember 2020

Pekan Ini, Jumlah Kabupaten/Kota Zona Merah Bertambah 2 Kali Lipat

Jumlah daerah yang berada di zona hijau pun semakin menipis.

KESEHATAN | 1 Desember 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS