Waspadai Efek Jangka Panjang Covid-19
INDEX

BISNIS-27 537.873 (30.05)   |   COMPOSITE 6307.13 (223.75)   |   DBX 1215.21 (4.76)   |   I-GRADE 185.638 (9.62)   |   IDX30 533.814 (34.96)   |   IDX80 142.76 (7.7)   |   IDXBUMN20 425.411 (28.19)   |   IDXESGL 147.067 (6.53)   |   IDXG30 144.927 (6.74)   |   IDXHIDIV20 469.552 (27.52)   |   IDXQ30 151.508 (7.38)   |   IDXSMC-COM 286.952 (4.19)   |   IDXSMC-LIQ 357.858 (10.51)   |   IDXV30 144.532 (5.41)   |   INFOBANK15 1076.36 (63.82)   |   Investor33 457.615 (27.27)   |   ISSI 184.91 (3.57)   |   JII 650.972 (18.12)   |   JII70 227.363 (5.64)   |   KOMPAS100 1270.4 (59.67)   |   LQ45 991.58 (59.46)   |   MBX 1739.82 (70.23)   |   MNC36 337.819 (19.25)   |   PEFINDO25 325.262 (1.45)   |   SMInfra18 322.474 (9.89)   |   SRI-KEHATI 391.563 (25.56)   |  

Waspadai Efek Jangka Panjang Covid-19

Kamis, 3 Desember 2020 | 22:50 WIB
Oleh : Dina Manafe / EAS

Jakarta, Beritasatu.com - World Health Organization (WHO) melaporkan efek jangka panjang Covid-19 yang dipublikasikan 9 September 2020. Dalam laporannya disebutkan bahwa Covid-19 menyebabkan dampak yang berkepanjangan bagi sebagian orang. Bahkan pada orang dewasa dan anak-anak tanda didasari kondisi medis kronis. Beberapa gejala akan menetap atau berulang selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan setelah pemulihan awal.Hal ini juga bisa terjadi pada orang dengan penyakit ringan.

Survei yang dilakukan melalui telepon menunjukkan, 35% orang yang pernah terpapar Covid-19 kesehatannya tidak pulih seperti semula bahkan 2-3 minggu setelah dinyatakan negatif. Kondisi yang belakangan dikenal dengan istilah long Covid-19 ini harus diwaspadai.

Ketua Departemen Pulmunologi dan Kedokteran Respirasi FKUI-RS Persahabatan, dr Agus Dwi Susanto, mengatakan, sebelumnya dikenal post covid syndrom atau chronic covid, tetapi kemudian seiring perkembangan dikenal sebagai long Covid-19 oleh WHO. Long Covid-19 diartikan sebagai suatu kondisi gejala gejala yang muncul pada pasien yang sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19 berdasarkan hasil swab negatif.

"Gejalanya bervariasi, paling banyak adalah kelelahan kronik , sesak napas atau napas berat, gejala berdebar terkait dengan jantung, nyeri sendi, nyeri otot termasuk ada gangguan psikologis termasuk depresi pascaCovid-19,” kata Agus pada dialog “Mewaspadai Efek Jangka Panjang Covid-19” di Graha BNPB, Kamis (3/12/2020).

Menurut Agus, long Covid-19 bukanlah virus yang tersisa seperti pemahaman orang selama ini. Lebih tepatnya ini adalah gejala sisa yang muncul pascapasien dinyatakan sembuh dari Covid-19. Ini bisa terjadi akibat proses ketika sakit menimbulkan kelainan yang menetap secara anatomik yang akhirnya mempengaruhi secara fungsional.

Contoh, sering ditemukan pada pasien long Covid-19 parunya terdapat fibrosis atau kekauan pada jaringan paru yang sifatnya menetap bisa dalam 2-3 bulan. Fibrosis ini akhirnya menyebabkan oksigen tidak bisa masuk, sehingga keluhannya napas berat atau napas sesak. Ini bisa dilihat dari uji fungsi paru pasien. Beberapa pasien dilaporkan 20% sampai 30% mengalami penurunan fungsi paru. Akibatnya berdampak pada pernapasan. Pasien kerap mengeluh sesak napas.

“Jadi masalah long Covid-19 tidak terkait dengan sisa virus yang masih ada, tetapi terkait dampak akibat kelainan anatomi yang muncul pascainfeksi Covid-19 yang sudah dinyatakan sembuh,” kata Agus.

Komorbiditas
Agus mengatakan, berdasarkan laporan yang ada, long Covid-19 ini bisa muncul pada hampir semua populasi. Proporsinya saja yang berbeda. Ada beberapa kelompok yang berisiko lebih tinggi, misalnya pasien yang sudah memiliki penyakit dasar atau komorbiditas seperti penyakit jantung dan paru kronik. Mereka akan lebih mudah mengalami masalah long Covid-19. Kemudian orang lanjut usia, atau orang orang memiliki risiko penyakti kronik, seperti perokok. Juga tidak menutup kemungkinan pasien berusia muda mengalaminya. Beberapa laporan menyebutkan mereka yang tidak memiliki penyakit komorbid pun mengalaminya.

"Memang ada beberapa hal yang belum bisa kita ketahui. Pada beberapa populasi tanpa komorbid tanpa faktor risiko lainnya tapi bisa bisa muncul long Covid,” ujar Agus.

Dokter Spesialis Jantung RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, dr Isman Firdaus mengatakan, dampak Covid-19 ada tiga prinsip dasar, yaitu hypoxia atau penurunan kadar oksigen dalam darah, peradangan dan trombosis atau pembekuan darah. Semua penyakit termasuk Covid-19 bisa berdampak pada jantung.

Terdapat tiga fase ketika orang menderita Covid-19, yaitu fase viral di mana ketika virusnya masuk dan berkembang dalam tubuh. Ketika pasien diberikan obat akan terjadi gangguan listrik jantung atau aretmia. Ada pula fase inflamasi atau peradangan di mana fase ini terjadi proses peradangan di paru paru yang menyebabkan kadar oksigen di dalam paru berkurang. Kekurangan kadar oksigen atau hypoxia dapat mempengaruhi antara lain cidera pada jantung di mana pompa jantung tidak lagi normal. Pompa jantung normal adalah di atas 50%-60%. Ketika terjadi hypoxia pompa jantung menurun. Hypoxia juga menyebabkan pembuluh darah menjadi menyusut terutama di paru-paru, sehingga kerja jantung kanan berkurang.

"Kalau fungsi jantung kanan berkurang, akibatnya hypoxia berkepanjangan. Kalau proses ini berlangsung lama, pada pada pasien pascaperawatan Covid butuh pemulihan,” kata Isman.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Satgas: Libur Akhir Tahun Jangan Jadi Musim Panen Kasus Covid-19

Setiap periode libur panjang berlangsung, panen kasus pasti akan terjadi pada 10-14 hari setelahnya.

KESEHATAN | 3 Desember 2020

Ini 4 Pesan Satgas Covid-19 Jelang Pilkada

Satgas Covid-19 berharap Pilkada tidak menjadi ajang penularan baru atau melahirkan klaster baru Covid-19.

KESEHATAN | 3 Desember 2020

Kenaikan Signifikan Covid-19 Hari Ini karena Konsolidasi Data

Sistem yang selama ini digunakan untuk data Covid-19 di Kementerian Kesehatan, tengah dioptimalisasi untuk menyinkronkan data pusat-daerah.

KESEHATAN | 3 Desember 2020

Eka Hospital Hadirkan Pusat Layanan Diabetes

Diabetes Connection Care beranggotakan tim dokter spesialis yang terdiri dari multi-disiplin ilmu seperti endokrinologis, kardiologis, neurologis, nefrologis.

KESEHATAN | 3 Desember 2020

Satgas Covid-19 Minta Masyarakat Tingkatkan Kepatuhan Terapkan Protokol Kesehatan

Jika masyarakat semakin lengah dalam menjalankan protokol kesehatan seperti yang ditunjukkan dalam tiga periode libur panjang, maka akan meningkatkan penularan.

KESEHATAN | 3 Desember 2020

Rekor Kasus Covid-19, Papua Tembus 1.000 Diikuti Jawa Barat dan DKI Jakarta

Lonjakan terbesar sekaligus provinsi dengan penyumbang terbanyak adalah Papua sebanyak 1.755 (kasus sembuh bertambah 102, kasus meninggal bertambah 1.

KESEHATAN | 3 Desember 2020

Cermat Memilih Pola Makan di Masa Pandemi

Kenaikan berat badan terjadi akibat berkurangnya aktivitas luar ruang, meningkatnya level stres, dan pola makan yang kurang terjaga selama masa pandemi.

KESEHATAN | 3 Desember 2020

Tambah 8.369, Kasus Baru Covid-19 di Indonesia Pecah Rekor Hari Ini

Penambahan tersebut didapatkan dari pemeriksaan spesimen sebanyak 62.397 dan jumlah tes PCR yang dilakukan pada hari ini sebanyak 44.470.

KESEHATAN | 3 Desember 2020

Buah Kering, Rahasia Skin Care Alami

Velrose Secret memperkenalkan kekayaan alam Indonesia yang diracik ke dalam berbagai varian produk.

KESEHATAN | 3 Desember 2020

Epidemiolog: Jangkauan Testing Covid-19 Harus Diperluas

Klaim capaian testing di Indonesia 90% dari standar WHO adalah konsep lama yang hadir pada awal kemunculan Covid-19.

KESEHATAN | 2 Desember 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS