Pemangkasan Hari Libur Tak Efektif Tekan Jumlah Masyarakat yang Berwisata
INDEX

BISNIS-27 541.037 (-0.05)   |   COMPOSITE 6389.83 (-37.46)   |   DBX 1207.48 (3.08)   |   I-GRADE 186.044 (-1.17)   |   IDX30 536.499 (-2.63)   |   IDX80 144.214 (-1.01)   |   IDXBUMN20 435.358 (-7.09)   |   IDXESGL 149.259 (-0.13)   |   IDXG30 145.988 (-0.98)   |   IDXHIDIV20 471.745 (-2.76)   |   IDXQ30 152.642 (-0.59)   |   IDXSMC-COM 293.915 (-3.07)   |   IDXSMC-LIQ 367.505 (-3.96)   |   IDXV30 148.997 (-0.75)   |   INFOBANK15 1075.9 (-5.89)   |   Investor33 460.647 (-1.35)   |   ISSI 189.211 (-0.9)   |   JII 668.85 (-4.09)   |   JII70 234.095 (-1.52)   |   KOMPAS100 1287.09 (-6.92)   |   LQ45 998.257 (-5.79)   |   MBX 1767.88 (-12.62)   |   MNC36 340.661 (-1.09)   |   PEFINDO25 338.558 (-1.47)   |   SMInfra18 329.085 (-2.93)   |   SRI-KEHATI 393.501 (-0.78)   |  

Pemangkasan Hari Libur Tak Efektif Tekan Jumlah Masyarakat yang Berwisata

Kamis, 3 Desember 2020 | 22:53 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah telah memutuskan untuk memangkas cuti bersama Natal dan Tahun Baru 2021 sebagai upaya menekan lonjakan kasus Covid-19. Namun langkah itu dinilai tidak efektif untuk mengurangi pergerakan masyarakat, terutama ke luar kota dan daerah-daerah wisata.

Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Pandu Riono menyatakan, meski cuti bersama dipangkas, tapi masih tetap ada yang tidak dihapus, yakni pada 24 Desember dan 31 Desember. Ini akan mendorong pergerakan penduduk yang masif. Artinya, tetap akan ada masyarakat yang melancong ke berbagai daerah dan bisa menambah kasus baru Covid-19 pada 2021 atau setelah libur akhir tahun.

“Bagaimana mungkin bisa menekan atau mencegah penularan virus corona lewat pergerakan penduduk yang masih masif? Ini artinya yang bernegosiasi saat pemangkasan cuti dari sisi ekonomi lah yang menang, meski tak banyak juga kontribusinya,” katanya ketika dihubungi Suara Pembaruan, Kamis (3/12/2020) malam.

Seharusnya, lanjut dia, konsep cuti bersama itu benar-benar dihapuskan. Libur itu hanya tanggal merah saja, yakni 25 Desember dan 1 Desember di dalam situasi yang masih pandemi Covid-19 seperti ini. Kalau hanya memangkas cuti bersama seperti sekarang, ia memperkirakan pada awal 2021, kasus akan terus melonjak.

“Yang membuat penularan itu adalah pergerakan dan mobilitas penduduk yang berpergian. Arti dari cuti bersama itu kan maknanya nasional dan masyarakat diizinkan untuk bergerak ke mana pun, baik berwisata, mengunjungi keluarga, dan lainnya. Hal ini pastinya selalu berdampak pada peningkatan kasus yang masif dari penduduk,” urai Pandu.

Nantinya, pergerakan masyarakat bisa dilihat dari ramai dan macetnya jalan tol menuju tujuan wisata di berbagai daerah. Alhasil, kasus Covid-19 di Indonesia akan melonjak kembali, padahal kapasitas kesehatan di daerah terbatas.

Pandu mengaku bisa memahami bahwa kebijakan tersebut didasarkan sejumlah pertimbangan seperti menggairahkan sektor pariwisata yang mati suri selama pandemi. Pemerintah tentu tidak mungkin langsung menutup seluruh celah agar warga tidak berlibur.

Dengan demikian, kebijakan pemangkasan libur tiga hari ini dinilai Pandu merupakan win-win solution agar perekonomian tetap jalan, karena pariwisata sudah mulai menggeliat.

“Tempat wisata yang menerapkan protokol kesehatan itu harus dicek lagi kebenarannya. Apakah benar? Karena lengah sedikit saja, Covid-19 akan menyerang. Tak ada jaminan orang yang menjalankan protokol bisa tetap aman karena yang namanya berlibur dan berwisata, biasanya orang akan kurang waspada dan berpindah-pindah lokasi tempat,” jelasnya.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Aktivitas Menulis Tingkatkan Sensomotorik Anak

Menulis mempunyai manfaat besar dalam meningkatkan kemajuan cara berpikir anak.

KESEHATAN | 3 Desember 2020

Waspadai Efek Jangka Panjang Covid-19

Covid-19 menyebabkan dampak yang berkepanjangan bagi sebagian orang.

KESEHATAN | 3 Desember 2020

Satgas: Libur Akhir Tahun Jangan Jadi Musim Panen Kasus Covid-19

Setiap periode libur panjang berlangsung, panen kasus pasti akan terjadi pada 10-14 hari setelahnya.

KESEHATAN | 3 Desember 2020

Ini 4 Pesan Satgas Covid-19 Jelang Pilkada

Satgas Covid-19 berharap Pilkada tidak menjadi ajang penularan baru atau melahirkan klaster baru Covid-19.

KESEHATAN | 3 Desember 2020

Kenaikan Signifikan Covid-19 Hari Ini karena Konsolidasi Data

Sistem yang selama ini digunakan untuk data Covid-19 di Kementerian Kesehatan, tengah dioptimalisasi untuk menyinkronkan data pusat-daerah.

KESEHATAN | 3 Desember 2020

Eka Hospital Hadirkan Pusat Layanan Diabetes

Diabetes Connection Care beranggotakan tim dokter spesialis yang terdiri dari multi-disiplin ilmu seperti endokrinologis, kardiologis, neurologis, nefrologis.

KESEHATAN | 3 Desember 2020

Satgas Covid-19 Minta Masyarakat Tingkatkan Kepatuhan Terapkan Protokol Kesehatan

Jika masyarakat semakin lengah dalam menjalankan protokol kesehatan seperti yang ditunjukkan dalam tiga periode libur panjang, maka akan meningkatkan penularan.

KESEHATAN | 3 Desember 2020

Rekor Kasus Covid-19, Papua Tembus 1.000 Diikuti Jawa Barat dan DKI Jakarta

Lonjakan terbesar sekaligus provinsi dengan penyumbang terbanyak adalah Papua sebanyak 1.755 (kasus sembuh bertambah 102, kasus meninggal bertambah 1.

KESEHATAN | 3 Desember 2020

Cermat Memilih Pola Makan di Masa Pandemi

Kenaikan berat badan terjadi akibat berkurangnya aktivitas luar ruang, meningkatnya level stres, dan pola makan yang kurang terjaga selama masa pandemi.

KESEHATAN | 3 Desember 2020

Tambah 8.369, Kasus Baru Covid-19 di Indonesia Pecah Rekor Hari Ini

Penambahan tersebut didapatkan dari pemeriksaan spesimen sebanyak 62.397 dan jumlah tes PCR yang dilakukan pada hari ini sebanyak 44.470.

KESEHATAN | 3 Desember 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS