Cegah Kanker Usus Besar dengan Pola Hidup Sehat
INDEX

BISNIS-27 536.336 (-9.74)   |   COMPOSITE 6258.57 (-118.4)   |   DBX 1209.79 (-7.56)   |   I-GRADE 185.201 (-3.15)   |   IDX30 531.719 (-11.49)   |   IDX80 142.034 (-2.79)   |   IDXBUMN20 420.424 (-11.55)   |   IDXESGL 146.593 (-2.74)   |   IDXG30 145.132 (-2.95)   |   IDXHIDIV20 467.118 (-8.07)   |   IDXQ30 151.699 (-2.74)   |   IDXSMC-COM 284.118 (-6.96)   |   IDXSMC-LIQ 356.602 (-8.98)   |   IDXV30 142.342 (-4.12)   |   INFOBANK15 1078.54 (-23.31)   |   Investor33 455.425 (-8.95)   |   ISSI 183.228 (-3.1)   |   JII 646.305 (-9.76)   |   JII70 225.666 (-3.53)   |   KOMPAS100 1262.11 (-23.67)   |   LQ45 987.949 (-21.07)   |   MBX 1725.55 (-36.04)   |   MNC36 336.055 (-6.76)   |   PEFINDO25 332.023 (-6.72)   |   SMInfra18 316.891 (-5.9)   |   SRI-KEHATI 389.555 (-8.04)   |  

Cegah Kanker Usus Besar dengan Pola Hidup Sehat

Sabtu, 5 Desember 2020 | 19:05 WIB
Oleh : Dina Manafe / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Kanker usus besar atau disebut juga kanker kolorektal termasuk jenis kanker yang umum ditemukan dan dapat terjadi pada siapa saja. Penyakit ini umumnya mengenai usia tua, namun belakangan banyak pula ditemukan pada orang muda. Kabar baiknya penyakit ini bisa dicegah dengan menjaga pola hidup sehat.

Dokter Spesialis Bedah Digestif Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ) dr Wifanto Saditya Jeo, mengatakan, kesadaran akan bahaya kanker usus besar perlu diketahui sejak dini agar dapat dicegah dan ditangani dengan cepat dan tepat. Salah satu pencegahan adalah dengan menerapkan pola hidup sehat.

Pertama adalah lakukan aktifitas fisik secukupnya. Kurang aktivitas bisa mencetuskan risiko kanker termasuk kanker usus besar. Biasanya semakin berusia lanjut, aktivitas pada orang tua menurun, dan ini menimbulkan risiko. Di tengah pandemi Covid-19 yang menuntut harus jaga jarak, maka olah raga yang bisa dilakukan adalah olah raga sederhana seperti jalan kaki, senam, bersepeda, dan lainnya.

Dari sisi makanan, banyak penelitian menghubungkan konsumsi daging merah berlebihan dapat memicu kanker. Tapi ini ini bukan satu-satunya faktor. Kebiasaan merokok, genetik atau riwayat keluarga, obesitas, dan kurang serat juga berkaitan dengan risiko kanker usus besar. Tujuannya untuk membuat badan lebih bugar, sehingga terhindar dari penyakit apapun termasuk kanker usus.

"Jadi kuncinya terapkan pola hidup sehat. Aktivitas fisik cukup, istirahat juga cukup. Di satu waktu kita begadang, setelahnya istirahat yang cukup untuk membayar kekurangan istirahat sebelumnya. Asupan makanan termasuk vitamin, aktioksidan, obat-obat lain yang bisa membantu kecukupan nutrisi dan vitamin,” kata Wifanto pada media gathering "Pengobatan Terkini Tumor Pada Usus Besar” yang diselenggarakan Siloam Hospital Kebon Jeruk, Sabtu (5/12/2020).

Secara umum, kanker usus besar adalah kanker yang terjadi pada usus besar dan ditandai dengan tumbuhnya benjolan yang tidak terkendali. Kanker ini berisiko terjadi pada segala usia, baik kelompok muda maupun tua. Pada kelompok usia muda, biasanya disertai gejala yang lebih buruk.

Gejala awal kemunculan kanker usus besar ditandai dengan adanya benjolan kecil jinak berupa polip, yang dalam perkembangannya dapat bertransformasi menjadi ganas. Gejala lainnya seperti gangguan buang air besar (BAB) yang mengeluarkan darah, sembelit, atau diare tanpa sebab yang jelas. Seringkali juga diikuti dengan rasa sakit pada perut, mudah lelah, dan turunnya berat badan.

Kanker usus besar sering ditemukan pada rektum dan sigmoid. Lokasi ini berada 5-15 cm di atas anus dan tumbuhnya kanker pada lokasi tersebut menganggu fungsi otot sfingter yang mengatur pembuangan kotoran seperti proses defekasi. Berbagai teknik operasi dilakukan untuk mengobati kanker ini dan masih terus dikembangkan untuk mendapatkan hasil lebih baik.

Sebagai salah satu pusat unggulan di bidang pengobatan digestif, Siloam Hospitals Kebon Jeruk melalui Digestive Clinic telah mengembangkan teknik terbaru dalam penangananan kanker usus besar. Salah satunya adalah teknik Trans-Anal Total Mesorectal Excision (TaTME). Teknik ini merupakan tindakan operasi minimal invasif (minimal invasive surgery) yang tidak hanya bertujuan untuk penanganan usus buntu dan batu empedu, tapi juga efektif untuk pengobatan pasien kanker rektum (usus besar bagian bawah).

Jika umumnya operasi kanker rektum membutuhkan sayatan di perut sepanjang 10-15 cm dan tumor dikeluarkan melalui luka sayatan besar, teknik TaTME hanya membutuhkan luka sayatan sekitar 1-2 cm saja. Teknik terbaru ini juga memungkinkan spesimen tumor dan usus yang dipotong dapat dikeluarkan melalui lubang anus.

"Keunggulan paling signifikan dari operasi laparoskopi dengan teknik TaTME adalah sayatan lebih kecil, sehingga bekas luka dan rasa sakit yang dialami lebih minim. Kondisi ini membuat pasien tidak membutuhkan obat nyeri dalam dosis besar dan mengurangi efek samping obat. Teknik ini juga membuat luka operasi lebih minimal dan proses perawatan di rumah sakit menjadi lebih singkat,” kata Wifanto.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Update Covid-19, Tambah 6.027 Kasus Positif di Indonesia Jadi 569.707

enambahan harian kasus Covid-19 di Indonesia pada hari, Sabtu (5/12/2020) mencapai 6.027. Kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 569.707.

KESEHATAN | 5 Desember 2020

BPBD Sumut Nyatakan 4 Orang Hilang Akibat Banjir

Empat hilang saat terjadinya banjir besar di Kabupaten Deli Serdang dan Kota Medan. Dalam musibah ini, sudah lima orang dievakuasi dalam kondisi meninggal.

KESEHATAN | 5 Desember 2020

Cegah Kanker Rektum Sejak Dini

Kesadaran akan bahaya kanker usus besar perlu diketahui sejak dini agar dapat dicegah dan ditangani dengan cepat dan tepat.

KESEHATAN | 5 Desember 2020

Masyarakat Diminta Waspadai Klaster Keluarga

Penerapan 3M menjadi tidak mudah diterapkan apabila di rumah sendiri.

KESEHATAN | 5 Desember 2020

Prodi S3 FFUP Eksplorasi Tanaman Obat di Desa Gunung Sari

Kegiatan ini merupakan langkah awal untuk bermitra dengan masyarakat dalam eksplorasi tanaman berpotensi khasiat obat di daerah Desa Gunung Sari.

KESEHATAN | 4 Desember 2020

60 Persen Penyintas Covid-19 Alami Kelelahan Kronis

Long covid adalah suatu kondisi di mana gejala-gejala yang muncul pada pasien yang sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19.

KESEHATAN | 4 Desember 2020

Tambah 5.803, Ini Sebaran Kasus Covid-19

Adapun kasus baru terbanyak hari ini ada di DKI Jakarta sebanyak 1.032, lalu Jawa Barat sebanyak 992, Jawa Tengah 891 dan Jawa Timur 564.

KESEHATAN | 4 Desember 2020

Update Covid-19: Tambah 5.803, Kasus Positif di Indonesia Jadi 563.680

Jumlah orang yang diperiksa lewat PCR dalam 24 jam terakhir sebanyak 38.983.

KESEHATAN | 4 Desember 2020

Kemkes: Data Covid-19 Terintegrasi dalam Sistem All Record

Beberapa kali terjadi jumlah kasus yang dilaporkan duplikasi, dan masih belum sinkron data pusat dengan daerah.

KESEHATAN | 4 Desember 2020

Lemonilo Dorong Pola Hidup Sehat di Masa Pandemi

Melalui kampanye #PeduliHariEsok, Lemonilo membagikan 20.0000 camilan dan 1.000 hand sanitizer untuk Yayasan Pulung Pinasti.

KESEHATAN | 3 Desember 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS