Tiga Kali Libur Panjang Penularan Covid-19 di Empat Provinsi Naik
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Tiga Kali Libur Panjang Penularan Covid-19 di Empat Provinsi Naik

Rabu, 16 Desember 2020 | 22:26 WIB
Oleh : Ari Supriyanti Rikin / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Masyarakat harus memetik pengalaman berharga, dari tiga kali libur panjang beberapa waktu lalu meningkatkan angka kasus penularan Covid-19. Oleh sebab itu Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas Covid-19) mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menciptakan dan menghindari kerumunan saat Tahun Baru.

Satgas pun meminta masyarakat mengisi libur Natal dan Tahun Baru di rumah saja, menghindari perjalanan yang tidak penting dan menghindari kerumunan.

Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah mengatakan, dari libur panjang akhir Oktober 2020 ada empat provinsi terdampak yang ditandai kenaikan kasus positif Covid-19 dan meningkatnya keterisian tempat tidur di rumah sakit.

"Empat provinsi tersebut yakni DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur," katanya dalam dialog virtual di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (16/12/2020).

Kenaikan kasus di empat provinsi itu disebabkan mobilitas masyarakat saat libur panjang di Pulau Jawa yang sangat tinggi. DKI Jakarta merupakan tempat orang keluar atau berpindah ke daerah tujuan paling tinggi yakni Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

"Orang yang keluar dari DKI lalu kembali lagi ke DKI Jakarta terjadi klaster keluarga yang bisa jadi terkait orang yang berpergian kemudian terinfeksi dan kembali lagi," ucapnya.

Selain meningkatkan angka penularan, kapasitas tempat tidur juga menjadi indikator. Saat libur panjang keterpakaian tempat tidur di DKI Jakarta rata-rata 60%. Setelah libur panjang naik 13% menjadi 73%.

Begitu pula di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Di Provinsi Jawa Barat saat libur panjang angka keterpakaian tempat tidur di rumah sakit 55% sekarang 75% atau naik 20% setelah libur panjang terjadi. Jawa Tengah naik peningkatan 14 % menjadi 77%. Sedangkan Jawa Timur naik 24% menjadi 63% tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit.

Satgas membuat batasan angka keterpakaian tempat tidur harus di bawah 70%. Batasan ini sebagai antisipasi jika ada kenaikan agar tidak berdampak ke fatalitas atau tingginya angka kematian.

"Satgas mengingatkan perayaan Tahun Baru berkumpul tidak dianjurkan, jangan dulu. Harus waspada berkunjung ke lansia. Perayaan ibadah keagamaan harus mempertimbangkan kapasitas dan bisa dengan virtual," ungkapnya.

Satgas pun lanjutnya lebih merekomendasikan mengisi liburan di rumah. Kalau pun melakukan perjalanan harus bertanggung jawab, disiplin ketat protokol kesehatan 3M dan tidak memaksa pergi saat kondisi sakit. Ketahui pula kondisi pandemi di daerah tujuan dan rumah sakitnya.

Dewi menegaskan, tiga kali libur panjang sudah membuktikan angka penularan tinggi beberapa minggu telah libur panjang usai.

Saat libur Idul Fitri 22-25 Mei 2020 kenaikan kasus terjadi 6 Juni hingga akhir Juni 2020. Peningkatan kasus 70-90% dari yang sebelumnya 600 per hari menjadi 1.100 kasus rata-rata penambahan kasus hariannya.

Pengalaman kedua libur Agustus antara libur hari kemerdekaan dan libur 20-23 Agustus 2020. Ada kenaikan kasus dari pekan pertama September sampai akhir September. Selain jumlah kasus bertambah secara signifikan penambahan kasus harian, angka positivity rate naik 3,9% menunjukkan laju penularan signifikan banyak dan cepat. Dalam kurun waktu 10-14 hari terjadi peningkatan kasus setelah libur panjang berakhir.

Selanjutnya libur panjang 28 Oktober-1 November 2020. Saat libur panjang jumlah orang yang diperiksa sedikit sehingga jumlah orang positif yang ditemukan pada pekan itu juga turun. Angka positivity rate di libur panjang 13,44%.

"Seminggu setelahnya pemeriksaan bertambah dan pada pekan ketiga positivity rate terus naik. Ini artinya pada level nasional dampak libur panjang ini baru mulai terlihat saat dimulainya pekan ketiga setelah masa libur panjangnya berakhir," paparnya.

Setelah itu ada beberapa kejadian di luar libur panjang event kerumunan yang mungkin menambah dan ada kontribusi dari angka-angka yang ditemukan.

Laju penularan pun terus bertambah seiring bertambahnya pula pemeriksaan. Bahkan kata Dewi dua pekan terakhir target pemeriksaan di Indonesia mencapai 96% dari standar Badan Kesehatan Dunia (WHO).

"Ketika penambahan jumlah testing kita akan temukan jumlah kasus positif yang semakin tinggi," imbuhnya.

Kematian Naik
Selain meningkatkan angka penularan, empat pekan setelah libur panjang angka kematian juga naik. Dalam satu minggu angka kematian mencapai 900, pekan setelahnya juga masih di angka itu.

Menurut Dewi, penyebab naiknya angka kematian bisa disebabkan pelaporan telat, dan jumlah orang sakit tidak bisa sembuh dalam waktu cepat.

Dewi menegaskan libur panjang ditambah beberapa faktor lain seperti mobilitas penduduk, ketidakpatuhan 3M akan meningkatkan penularan Covid-19. Jika berlibur di rumah saja dan tidak ada mobilisasi dan kerumunan maka tidak terjadi penularan.

Kenaikan kasus juga akan berdampak terhadap kapasitas pelayanan kesehatan. Dokter dan tenaga kesehatan pun harus melayani pasien tanpa jeda. Kematian atau fatalitas ini juga dipengaruhi faktor usia, jumlah komorbid yang dimiliki, jenis komorbid dan kecepatan penanganannya.

Dewi menyebut usia di atas 60 tahun risiko kematian 19,5 kali lebih tinggi daripada usia 19-30 tahun. Usia
46-59 tahun risiko kematian 8,5 kali lipat dibanding usia muda.

Berdasarkan jumlah penyakit penyerta yang dimiliki (komorbid), jika hanya memiliki satu komorbid seperti hipertensi, diabetes melitus dibanding orang tanpa komorbid, risiko kematian 6,5 kali lipat lebih tinggi. Dua komorbid 15 kali lipat dan tiga komorbid 29 kali lipat risiko kematian lebih tinggi.

Jenis komorbid yang memiliki risiko tinggi kematian adalah ginjal, jantung, diabetes melitus, kanker dan TBC.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

WHO Imbau Produsen Obat Covid-19 Regeneron Turunkan Harga

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mendesak produsen obat antibodi Covid-19 Regeneron untuk mengurangi harga dan memastikan distribusi yang adil.

KESEHATAN | 25 September 2021

Pasien Covid-19 Turun, Tempat Tidur RSDC Wisma Atlet Terpakai 4,77%

Jumlah pasien di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat mengalami penurunan.

KESEHATAN | 25 September 2021

Kapal Ocean Combat #001 Dukung Percepatan Vaksinasi Covid-19

FASTLab Ocean Combat #001 yang merupakan kapal vaksinasi inovasi anak negeri, mendukung percepatan program vaksinasi covid-19 bagi masyarakat kepulauan.

KESEHATAN | 24 September 2021

Gelombang Ketiga Covid-19 Bisa Dicegah, Pemerintah dan Masyarakat Harus Konsisten Atasi Bersama

Ancaman gelombang ketiga Covid-19 pada Desember nanti khususnya liburan Natal dan tahun baru bisa dicegah asal pemerintah dan masyarakat konsisten

KESEHATAN | 24 September 2021

Indonesia Kembali Dapatkan 2 Juta Dosis Vaksin Sinovac

Indonesia kembali menerima kedatangan 2 juta vaksin Sinovac hari ini, Jumat (24/9/2021).

KESEHATAN | 24 September 2021

BKKBN Luncurkan Program Mahasiswa Peduli Stunting

BKKBN meluncurkan program Mahasiswa Peduli Stunting atau disebut Mahasiswa Penting

KESEHATAN | 24 September 2021

Update Covid-19: Kasus Aktif Kembali Turun, Positivity Rate 1,48%

Pada hari ini, Jumat (24/9/2021), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat bahwa positivity rate harian Covid-19 per mencapai 1,48%.

KESEHATAN | 24 September 2021

Vaksin Covid-19 Aman dan Dibutuhkan Ibu Hamil dan Menyusui

Ibu hamil dan menyusui diminta tidak ragu melaksanakan vaksinasi Covid-19.

KESEHATAN | 24 September 2021

Lintasarta Donasikan Alat Kesehatan Medis ke RS di Jawa Barat dan Jawa Tengah

Lintasarta melalui kegiatan CSR-nya kembali menyalurkan ribuan alat kesehatan untuk tenaga medis di rumah sakit Jawa Barat dan Jawa Tengah.

KESEHATAN | 24 September 2021

2,8% Sekolah Jadi Klaster Covid-19, Ini Klarifikasi Kemendikbudristek

Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbudristek, Jumeri, memberi klarifikasi terkait data 2,8% satuan pendidikan menjadi klaster Covid-19.

KESEHATAN | 24 September 2021


TAG POPULER

# Kivlan Zen


# Pilpres 2024


# Covid-19


# Azis Syamsuddin


# Kereta Jarak Jauh



TERKINI
Olahraga Bareng Cak Imin, Airlangga: Jalan Pagi Itu Tak Ada Politiknya

Olahraga Bareng Cak Imin, Airlangga: Jalan Pagi Itu Tak Ada Politiknya

POLITIK | 18 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings