Tracing Rendah, Puncak Masalah Penularan Covid-19
Logo BeritaSatu

Tracing Rendah, Puncak Masalah Penularan Covid-19

Rabu, 16 Desember 2020 | 23:27 WIB
Oleh : Dina Fitri Anisa, Ari Supriyanti Rikin / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Laju penularan Covid-19 di Indonesia kian meningkat. Pada hari ini, angka kasus positif Covid-19 mencatatkan rekor kedua tertinggi, yakni 6.725 orang. Dengan demikian, total kasus menjadi 636.154 orang, tumbuh 0,86% per hari secara rata-rata dalam satu pekan terakhir.

Ketua Departemen Epidemiologi Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko Wahyono mengatakan, salah satu masalah utama dari meningkatnya kasus positif Covid-19 harian di Indonesia adalah tracing atau penelusuran kontak yang rendah. Tracing yang tidak berjalan dengan baik memberikan peluang kepada virus Covid-19 untuk menyebar bebas dan menginfeksi masyarakat.

Secara nasional, positivity rate Indonesia berada di angka 18%. Sedangkan di provinsi, rata-rata menduduki angka 10%. Hal ini menurutnya, jauh di atas standar aman yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yaitu di bawah 5%.

“Jadi angka positivity rate tinggi ini bukan karena kurangnya testing. Saat ini, rata-rata di provinsi hanya menjaring 2-10 orang yang menjalin kontak langsung dengan penderita Covid-19. Dengan penelusuran kontak yang rendah, banyak sebenarnya orang yang menularkan tetapi tidak dites,” ungkapnya saat dihubungi Suara Pembaruan melalui sambungan telepon, Rabu (16/12/2020).

Menurutnya, target tracing itu harus sebanyak-banyaknya, atau seperti standar WHO yakni menjaring 30 orang yang melakukan kontak dekat dengan satu pasien positif Covid-19. Namun, dalam praktiknya hal itu belum mampu untuk dilakukan.

“Dari contact tracing yang baik, maka akan bisa disimpulkan bagaimana upaya yang tepat untuk memutus mata rantai penularan Covid-19,” jelasnya.

Tidak hanya meningkatkan tracing, pemerintah juga harus mempersiapkan SDM yang mumpuni untuk melakukan tugas penting ini. Mengingat, tracing harus dilakukan oleh orang-orang yang mampu memahami tanda penyakit Covid-19 dengan jelas.

Hal tersebut senada dengan yang diungkapkan oleh dosen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (FKM Unair), Laura Navika Yamani. Ia mengatakan, tingginya positivity rate menunjukkan bahwa masih tingginya penularan di masyarakat.

“Sekarang tidak ada penurunan kasus, yang ada justru meningkat atau statis karena memang masih kurang maksimal. Goal-nya dari contact tracing adalah menjaring kasus positif di masyarakat dan melakukan treatment serta isolasi mandiri. Dengan demikian, orang yang membawa virus terpisah dari orang yang tidak terinfeksi,” jelasnya.

Masif
Sementara itu, koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito mengatakan, adanya penambahan jumlah kasus yang terus meningkat maupun positivity rate dari hasil testing yang tinggi menunjukkan bahwa laju penularan Covid-19 masih tinggi di masyarakat.

"Hal ini disumbangkan karena berbagai risiko penularan yang masih belum terkendali dengan baik," katanya lewat pesan singkat kepada Suara Pembaruan, Rabu (16/12/2020).

Oleh karena itu lanjutnya, upaya 3M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak) maupun 3T (testing, tracing, dan treatment) harus dimasifkan secara linier. Semuanya tidak bisa dipisahkan per elemen agar pengendalian yang dilakukan lebih efektif.

Walaupun secara nasional tingkat testing sudah relatif tinggi, pemerintah sangat mendorong pemerataan angka testing per daerah agar pencapaian target testing WHO dapat dicapai oleh seluruh provinsi di Indonesia. Ia juga mengatakan, pemerintah berupaya mengutamakan target testing atau testing pada kontak erat.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Tiga Kali Libur Panjang Penularan Covid-19 di Empat Provinsi Naik

Satgas Covid-19) mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menciptakan dan menghindari kerumunan saat Tahun Baru.

KESEHATAN | 16 Desember 2020

Jokowi: 182 Juta Warga Akan Divaksinasi Gratis

Menurut Presiden,keadaan normal akan terjadi jika program vaksinasi dimulai.

KESEHATAN | 16 Desember 2020

ARSSI: Hentikan Promosi dan Preorder Vaksin Covid-19

Asosiasi Rumah Sakit Swasta mengimbau semua rumah sakit untuk menunda dan menghentikan promosi vaksin Covid-19

KESEHATAN | 16 Desember 2020

Menkes: Simulasi Vaksinasi Terus Dilakukan Sambil Tunggu Izin Darurat BPOM

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 sampai saat ini masih menunggu izin penggunaan darurat dari BPOM.

KESEHATAN | 16 Desember 2020

ARSSI dan IDI Tagih Rp 900 Miliar ke BPJS

ARSSI dan IDDI kembali menagih BPJS membayar tagihan layanan jaminan kesehatan Bayi Baru Lahir dengan Tindakan, mencapai Rp 900 miliar.

KESEHATAN | 16 Desember 2020

375 Tenaga Kesehatan di RSPI Sulianto Saroso Siap Divaksin Covid-19

Menko PMK yang didampingi Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto memastikan kesiapan RSPI dalam vaksinasi Covid-19.

KESEHATAN | 16 Desember 2020

Uji Klinis Vaksin Covid-19 Capai Proses Penyiapan Laporan

Setelah laporan diserahkan ke BPOM, akan dilakukan evaluasi terhadap laporan hasil uji klinis.

KESEHATAN | 16 Desember 2020

Menko PMK Tinjau Kesiapan Vaksinasi Covid-19 di RSPI Sulianti Saroso

Menko PMK Muhadjir Effendy meninjau langsung lokasi simulasi vaksinasi Covid-19 di Rumah Sakit Pusat Infeksi (RSPI) Sulianti Soeroso, Jakarta.

KESEHATAN | 16 Desember 2020

Update Covid-19: Tambah 6.725, Kasus Positif di Indonesia Jadi 636.154

Kasus sembuh Covid-19 bertambah 5.328, sehingga total menjadi 521.984 dan kasus meninggal bertambah 137 menjadi 19.248.

KESEHATAN | 16 Desember 2020

Jokowi Instruksikan Kementerian dan Pemda Prioritaskan Vaksinasi dalam Anggaran 2021

Jokowi juga menginstruksikan Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk memprioritaskan dan merealokasikan dari anggaran lain untuk pelaksanaan vaksinasi gratis.

KESEHATAN | 16 Desember 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS