Bermacam-macam Tes Covid-19, Epidemiolog: Hanya Ada Tiga Jenis Tes yang Akurat
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Bermacam-macam Tes Covid-19, Epidemiolog: Hanya Ada Tiga Jenis Tes yang Akurat

Jumat, 18 Desember 2020 | 11:03 WIB
Oleh : Dina Fitri Anisa, Elvira Anna Siahaan / EAS

Jakarta, Beritasatu.com - Tingginya mobilitas masyarakat di tengah pandemi Covid-19 berdampak pada peningkatan kasus aktif di Indonesia. Melihat hal tersebut epidemiolog menyarankan setiap orang melakukan tes pemeriksaan Covid-19 mandiri yang kini sudah beragam jenisnya.

Namun apakah semua jenis tes bisa dipercaya hasilnya? Dosen epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (FKM UNAIR), Laura Navika Yamani menegaskan, ada tiga jenis tes Covid-19 yang mendapat rekomendasi dari para ahli. Tiga tes itu dipercaya karena akurasi dari hasil tes dinyatakan akurat. Tiga jenis tes yakni polymerase chain reaction (PCR), swab test antigen, dan tes cepat molekuler (TCM) dengan Xpert MTB/RIF.

Laura mengatakan dengan melakukan salah satu dari tes tersebut, masyarakat otomatis sudah melakukan pencegahan dini, sekaligus melindungi diri serta kerabat terdekat dari ancaman virus Sars-CoV-2. Pun demikian, epidemiolog tetap menyarankan agar sebisa mungkin masyarakat tetap berada di rumah dan taat pada protokol kesehatan Gerakan 3M sebagai upaya preventif meredam pandemi.

Lalu apa saja perbedaan dari tiga tes Covid-19 yang sangat dipercaya para ahli ini?

Khusus untuk PCR tes, Laura menjelaskan, tes ini memakai mekanisme membaca kode genetik pada sampel untuk mengetahui keberadaan Covid-19. Tes PCR merujuk pada reverse transcriptase-polymerase chain reaction (RT-PCR). Tes ini dilakukan dengan swab atau usap untuk mengambil sampel di pangkal hidung dan tenggorokan. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan juga Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganggap tes PCR sebagai gold standard uji Covid-19.

"PCR ini adalah standar hasil yang paling akurat, apa pun hasilnya itu yang diikuti,” terangnya saat dihubungi Suara Pembaruan melalui saluran telepon, Kamis (17/12/2020) malam.

Selain PCR tes, cara kedua yang dipercaya akurat adalah swab test antigen. Berbeda dengan PCR, tes ini adalah pemeriksaan imun yang berfungsi untuk mendeteksi keberadaan antigen virus tertentu yang menunjukkan adanya infeksi virus saat ini.

Tes antigen bekerja mengidentifikasi virus dalam sekresi hidung dan tenggorokan. Ini dilakukan dengan mencari protein dari virus.

Swab test antigen adalah tes yang sama yang digunakan dokter untuk mendeteksi infeksi streptococcus secara cepat. Swab test antigen bisa digunakan untuk menyaring pengidap yang terinfeksi. Menurut Laura virus memerlukan beberapa hari untuk mulai berkembang biak di tenggorokan dan hidung. Jadi dengan pemeriksaan ini mungkin bisa jadi kurang efektif untuk mengidentifikasi seseorang yang baru saja terinfeksi.

"Dengan swab antigen tetap ada kemungkinan hasil tes positif palsu. Sementara jika nanti hasil yang didapat negatif sebaiknya orang tersebut masih dilakukan tes PCR untuk mengetahui hasilnya secara lebih akurat. Jadi, kalau tidak mau repot cek berkali-kali, disarankan untuk langsung mengambil PCR saja,” terang Laura.

Selain dua varian pemeriksaan, Laura juga menilai pemeriksaan dengan menggunakan tes cepat molekuler (TCM) dengan Xpert MTB/RIF, bisa menjadi pilihan. Hasil penelitian skala besar yang pernah dilakukan menunjukkan bahwa pemeriksaan dengan TCM ini mempunyai sensitivitas dan spesifikasi untuk diagnosis Covid-19 yang akurat.

tes ini digunakan untuk mendiagnosis penyakit tuberkulosis (TB) dengan berdasarkan pemeriksaan molekuler. Metode pemeriksaan Covid-19 ini menggunakan dahak dengan amplifikasi asam nukleat berbasis cartridge.

Virus SARS-CoV-2 diidentifikasi pada RNA-nya yang menggunakan cartridge khusus. Hasil tes ini terbilang cukup cepat, karena bisa diketahui hasilnya dalam waktu kurang lebih dua jam.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Protokol Kesehatan dan Vaksin, Senjata Ampuh Memutus Mata Rantai Covid-19

Vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan secara disiplin merupakan “senjata penting” dalam memutus rantai penyebaran Covid-19.

KESEHATAN | 18 Desember 2020

Hilangkan Lemak Sekaligus Membentuk Otot dengan EmSculpt NEO

Perawatan ini diperuntukkan pada semua kalangan yang ingin memperbaiki bentuk tubuhnya.

KESEHATAN | 18 Desember 2020

Satgas Covid-19: Vaksinasi Gratis Percepat Kekebalan Kelompok

Wiku Adisasmito mengatakan dengan memudahkan akses masyarakat terhadap vaksin diharapkan mempercepat terbentuknya kekebalan kelompok atau herd immunity.

KESEHATAN | 17 Desember 2020

1.000 HPK Momen Penting untuk Ibu Mendidik Generasi Emas

1.000 hari pertama kehidupan merupakan periode emas bagi tumbuh kembang anak.

KESEHATAN | 17 Desember 2020

Covid-19 Kian Merajalela, Epidemiolog: Batasi Mobilitas, Bukan Cuma Tes Antigen

Kalau mau tertular silakan berpergian, risiko bukan milik kita saja, tapi yang menanggung risiko adalah keluarga dan orang-orang dekat di sekitarnya.

KESEHATAN | 17 Desember 2020

Satgas Covid-19 Prihatin Masih Ada 33,5% Kabupaten/Kota Miliki Kasus Aktif di Atas 1.000

Satgas Covid-19 merasa prihatin masih ada sebanyak 33,5% atau 172 kabupaten/kota yang memiliki kasus aktif di atas 1.000 kasus.

KESEHATAN | 17 Desember 2020

Kekurangan Zat Besi Jadi Ancaman Serius Generasi Emas Indonesia

Sebanyak 50 persen hingga 60 persen kejadian anemia disebabkan oleh kekurangan zat besi.

KESEHATAN | 17 Desember 2020

Pengunjung ke Bali Harus Tes Negatif Covid Maksimal 7 Hari Sebelum Berangkat

Ketentuan ini lebih longgar dari surat edaran gubernur Bali yang mensyaratkan jangka waktu tes maksimal dua hari.

KESEHATAN | 17 Desember 2020

Pakar: Efikasi Vaksin Covid-19 Jauh di Atas 50%

Namun, laporan resmi belum bisa diberikan karena uji klinis belum selesai. Yang dinilai baru sedikit.

KESEHATAN | 17 Desember 2020

Badan POM: Izin Darurat Vaksin Covid-19 Masih Tunggu Hasil Observasi

Badan POM tengah menunggu hasil uji klinik vaksin Covid-19 yang sedang dilakukan tim peneliti di Bandung bersama Universitas Padjadjaran.

KESEHATAN | 17 Desember 2020


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS