Jokowi : 70% Penduduk Disuntik Vaksin Covid-19 untuk Ciptakan Kekebalan Kelompok
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Jokowi : 70% Penduduk Disuntik Vaksin Covid-19 untuk Ciptakan Kekebalan Kelompok

Jumat, 18 Desember 2020 | 15:44 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / CAH

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan vaksinasi Covid-19 akan diberikan kepada sekitar 182 juta rakyat Indonesia atau 70% dari total populasi Indonesia yang berjumlah 270 juta jiwa. Angka 70% ini, diharapkan dapat menciptakan herd immunity atau kekebalan komunal terhadap Covid-19.

“Kenapa harus minimal paling tidak 70% yang disuntik? Supaya terdapat yang namanya kekebalan komunal, yang namanya herd immunity,” kata Jokowi saat memberikan Bantuan Modal Kerja di halaman Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (18/12/2020).

Dijelaskannya, kalau 70% penduduk Indonesia sudah disuntik vaksin Covid-19, maka 30% penduduk lainnya yang tidak mendapatkan vaksin dipastikan aman karena dilindungi dengan warga yang telah mendapatkan kekebalan terhadap virus Covid-19.

“Kalau 70% dari bapak, ibu ini misalnya kumpul di sini 1 RT ya kan? Sudah divaksin 70%, yang 30% sudah aman karena sudah dipagari oleh yang divaksin. Itu namanya kekebalan komunal atau herd immunity,” ujar Jokowi.

Jokowi mengharapkan, vaksin yang sudah datang beberapa waktu lalu di Tanah Air, bisa segera disuntikkan ke seluruh warga negara Indonesia. Namun hingga saat ini, pemerintah masih menunggu proses dan tahapan uji klinis dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Kalau nanti dari BPOM sudah memberikan izin suntikan, besok langsung disuntikkan, divaksinasi kepada seluruh masyarakat dan tidak dipungut biaya alias gratis,” ungkap Jokowi.

Kepada para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang hadir, Jokowi menegaskan dirinya akan menjadi orang pertama yang akan divaksin Covid-19. Untuk menunjukkan vaksin yang diberikan pemerintah adalah aman bagi masyarakat.

“Saya sudah menyampaikan, saya nanti yang akan divaksin pertama kali. Di Indonesia ini, saya yang pertama kali untuk menunjukkan bahwa divaksin tidak apa-apa. Sehingga nanti kalau semua nanti sudah divaksin ya artinya kita sudah kembali normal lagi,” jelas Jokowi.

Jokowi meminta semua masyarakat sabar untuk mengikuti tahapan vaksinasi yang akan ditetapkan pemerintah. Karena yang akan disuntik sekitar 182 juta jiwa, sehingga membutuhkan waktu yang cukup panjang.

“Bapak, ibu bisa bayangin, yang akan divaksin itu minimal 67-70% dari penduduk Indonesia, sudah kita hitung kemarin. 182 juta itu harus satu satu divaksin semuanya kayak anak kecil kalau pas vaksinasi. Kayak diapa, digigit semut lah. Tik. Sudah begitu saja. 182 juta bayangkan banyak sekali. Memerlukan waktu,” papar Jokowi.

Presiden menegaskan kondisi tidak bisa langsung normal meski nantinya program vaksinasi sudah berjalan. Karena sekali lagi, untuk melaksanakan vaksinasi membutuhkan waktu yang cukup panjang.

“Sehingga sekali lagi begitu besok misalnya divaksin, sudah divaksin, itu belum keadaan bisa langsung normal, itu ndak. Karena baru berapa yang divaksin, butuh waktu untuk nyuntik satu-satu itu. Ini harus kita ngerti,” tukas Jokowi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Jangan Ragu untuk Tes Antigen, RS Siloam Hospitals Tawarkan Paket Istimewa

Harga rapid tes antigen masih lebih terjangkau dibandingkan PCR tes.

KESEHATAN | 18 Desember 2020

Bingung Mau Tes Covid-19? Pilih Swab Antigen atau Rapid Antigen

Swab test antigen dan rapid test antigen ternyata memiliki satu kesamaan.

KESEHATAN | 18 Desember 2020

Bermacam-macam Tes Covid-19, Epidemiolog: Hanya Ada Tiga Jenis Tes yang Akurat

Inilah tiga tes Covid-19 yang mendapat rekomendasi dari para ahli.

KESEHATAN | 18 Desember 2020

Protokol Kesehatan dan Vaksin, Senjata Ampuh Memutus Mata Rantai Covid-19

Vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan secara disiplin merupakan “senjata penting” dalam memutus rantai penyebaran Covid-19.

KESEHATAN | 18 Desember 2020

Hilangkan Lemak Sekaligus Membentuk Otot dengan EmSculpt NEO

Perawatan ini diperuntukkan pada semua kalangan yang ingin memperbaiki bentuk tubuhnya.

KESEHATAN | 18 Desember 2020

Satgas Covid-19: Vaksinasi Gratis Percepat Kekebalan Kelompok

Wiku Adisasmito mengatakan dengan memudahkan akses masyarakat terhadap vaksin diharapkan mempercepat terbentuknya kekebalan kelompok atau herd immunity.

KESEHATAN | 17 Desember 2020

1.000 HPK Momen Penting untuk Ibu Mendidik Generasi Emas

1.000 hari pertama kehidupan merupakan periode emas bagi tumbuh kembang anak.

KESEHATAN | 17 Desember 2020

Covid-19 Kian Merajalela, Epidemiolog: Batasi Mobilitas, Bukan Cuma Tes Antigen

Kalau mau tertular silakan berpergian, risiko bukan milik kita saja, tapi yang menanggung risiko adalah keluarga dan orang-orang dekat di sekitarnya.

KESEHATAN | 17 Desember 2020

Satgas Covid-19 Prihatin Masih Ada 33,5% Kabupaten/Kota Miliki Kasus Aktif di Atas 1.000

Satgas Covid-19 merasa prihatin masih ada sebanyak 33,5% atau 172 kabupaten/kota yang memiliki kasus aktif di atas 1.000 kasus.

KESEHATAN | 17 Desember 2020

Kekurangan Zat Besi Jadi Ancaman Serius Generasi Emas Indonesia

Sebanyak 50 persen hingga 60 persen kejadian anemia disebabkan oleh kekurangan zat besi.

KESEHATAN | 17 Desember 2020


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS