Wajib Tes Swab Sebelum Liburan ke Bali, Epidemiolog: Kebijakan yang Terlambat
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

Wajib Tes Swab Sebelum Liburan ke Bali, Epidemiolog: Kebijakan yang Terlambat

Minggu, 20 Desember 2020 | 23:59 WIB
Oleh : Dina Manafe / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Satgas Penanganan Covid-19 mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 3 Tahun 2020 mengenai protokol kesehatan perjalanan orang selama liburan Hari Raya Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. Salah satunya mewajibkan masyarakat yang ingin melancong ke Bali untuk melakukan tes swab PCR terlebih dulu.

Aturan ini dinilai cukup ketat sehingga diharapkan bisa mengendalikan penularan selama libur panjang akhir tahun. Namun aturan ini juga dianggap terlambat keluar sehingga berpotensi merugikan masyarakat maupun pariwisata.

Epidemiolog Universitas Airlangga (Unair), Laura Navika Yamani mengatakan, SE ini terkesan mendadak, sehingga bisa jadi merugikan masyarakat calon wisatawan maupun tempat wisata itu sendiri.

“Bisa jadi beberapa orang sudah booking tempat, beli tiket, dan lain-lain. Dengan SE ini banyak yang batal juga. Ini konsekuensi,” kata Laura kepada Suara Pembaruan, Minggu (20/12/2020).

SE ini merupakan langkah pemerintah untuk memperketat dan menahan secara halus masyarakat agar tidak berlibur atau bepergian dari satu kota ke kota lain karena risiko tinggi terinfeksi Covid-19. Apalagi di akhir tahun ini banyak orang berencana untuk liburan ke tempat wisata, sehingga pemerintah melakukan langkah antisipasi.

Pertanyaannya, mengapa kebijakan ini baru dikeluarkan saat mendekati hari libur? Padahal sebenarnya pemerintah sudah bisa membaca situasi ketika libur panjang dan juga tahu konsekuensinya. Jika aturan ini dikeluarkan sejak awal Desember, mungkin masyarakat berpikir ulang untuk tidak bepergian.

Laura juga mengatakan, terdapat peraturan yang lebih ketat pada aturan protokol kesehatan perjalanan orang di dalam SE ini. Sebelumnya orang yang bepergian baik dengan moda transportasi udara, darat, dan laut hanya menggunakan rapid test antibodi. Dalam SE ini, semua diwajibkan tes RT PCR dan tes antigen.

Kedua tes ini, menurut Laura, lebih valid karena sama-sama menggunakan sampel swab nasofaring (lewat hidung). RT PCR memeriksa langsung virusnya, sedangkan tes antigen memeriksa protein virus, sehingga kedua metode ini lebih akurasi membaca virus. Sedangkan rapid test antibodi hanya memeriksa respons keberadaan virus dalam tubuh.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Capai 221, Kasus Kematian Akibat Covid-19 Torehkan Rekor

Kasus kematian akibat Covid-19 di Indonesia mencapai rekor hari ini, Minggu (20/12/2020), yakni mencapai 221.

KESEHATAN | 20 Desember 2020

Update Covid-19: Tambah 6.982, Kasus Positif di Indonesia Jadi 664.930

Kasus baru Covid-19 di Indonesia bertambah 6.982 dalam 24 jam terakhir hingga Minggu (20/12/2020) siang WIB. Total kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 664.930.

KESEHATAN | 20 Desember 2020

Masyarakat Harus Tetap Disiplin 3M Setelah Vaksin Tiba

Covid-19 merupakan penyakit yang menuntut setiap orang disiplin menerapkan protokol kesehatan. Disiplin yang utama tentunya menerapkan 3M (Memakai masker, Menjaga jarak, Mencuci tangan), kemudian gaya hidup sehat seperti, istirahat yang teratur, mengkonsumi buah dan sayur, serta berolah raga untuk meningkatkan daya tahan tubuh

KESEHATAN | 20 Desember 2020

Ini 7 Perbedaan Vaksin Pfizer dengan Moderna

Kedua vaksin menunjukan tingkat efikasi yang tinggi di tahap awal setelah vaksinasi. Namun efektivitas vaksin dalam jangka panjang masih menjadi tanda tanya.

KESEHATAN | 20 Desember 2020

Enesis Salurkan Amunizer dan Antis kepada RSUD Wangaya

Enesis Group melalui Yayasan Enesis Indonesia menyalurkan bantuan berupa vitamin dan hand sanitizer kepada tenaga medis di RSUD Wangaya, Denpasar.

KESEHATAN | 20 Desember 2020

Kawan Vaksin Siap Disuntik dan Lawan Hoax

Kawan Vaksin dibentuk untuk menyukseskan protokol kesehatan dan menyikapi rendahnya literasi masyarakat terhadap vaksin sehingga banyak yang lebih percaya hoax.

KESEHATAN | 20 Desember 2020

Minyak Kemiri, Solusi Masalah Rambut si Buah Hati

Minyak hasil olahan kemiri mengandung asam linoleat yang berguna untuk kebutuhan nutrisi pertumbuhan rambut bayi dan anak-anak.

KESEHATAN | 19 Desember 2020

PMI Tingkatkan Plasma Konvalesen untuk Terapi Covid-19

Plasma konvalesen bisa menjadi terapi tambahan yang aman untuk pasien Covid-19.

KESEHATAN | 19 Desember 2020

Kehadiran Laboratorium Biomolekuler Tingkatkan Pencegahan Covid-19

RS Royal Progress menghadirkan laboratorium biomolekuler dalam upaya meningkatkan pelayanan swab test PCR.

KESEHATAN | 19 Desember 2020

Sebaran Kasus Harian Covid-19, DKI Tertinggi Diikuti Jabar

DKI Jakarta masih menjadi provinsi dengan kasus harian Covid-19 tertinggi diikuti Jawa Barat (Jabar) pada Sabtu (19/12/2020).

KESEHATAN | 19 Desember 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS