BPOM: Tidak Ada Efek Serius Vaksin Covid-19
Logo BeritaSatu

BPOM: Tidak Ada Efek Serius Vaksin Covid-19

Selasa, 5 Januari 2021 | 21:26 WIB
Oleh : Yeremia Sukoyo / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengaku sudah melakukan uji klinis terhadap vaksin Covid-19 Sinovac. BPOM telah memperoleh dua data setelah dua bulan penyuntikan vaksin, yakni data imunogenisitas dan efikasi. Data ini dianggap bisa menepis keraguan masyarakat dalam menerima vaksin.

"Dari data keamanan, vaksin ini sudah cukup aman. Tidak ada kejadian efek samping serius yang dilaporkan berkaitan dengan penggunaan vaksin ini. Sedangkan imunogenisitasnya juga sudah menunjukan tingkat pembentukan antibodi yang bagus responsnya dalam tubuh," kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari BPOM Lucia Rizka Andalusia dalam Alinea Forum bertajuk "Kehalalan & Keamanan Vaksin Covid-19," Selasa (5/1/2021) di Jakarta.

Menurutnya, saat ini BPOM masih menunggu sejumlah data uji klinis lainnya. Disebutkan ada beberapa keuntungan yang diperoleh Indonesia dengan melakukan uji klinis, yaitu Indonesia mempunyai data uji klinis dan memiliki data pengalaman penggunaan.

Namun demikian, BPOM membuka peluang memakai data hasil uji klinis sejumlah vaksin Covid-19 dari negara lain, guna mempercepat program vaksinasi di Indonesia. Syaratnya protokol uji klinis negara lain sama dengan Indonesia.

Menurutnya, tidak ada kewajiban melakukan uji klinis di dalam negeri sebelum menggunakan vaksin. Apalagi bila ada negara tetangga yang sudah melakukan uji klinis sebelumnya. Bahkan, ada beberapa jenis vaksin yang telah digunakan di Indonesia, tanpa melalui uji klinis di Indonesia.

"Sudah banyak vaksin sebelum pandemi Covid-19 dan hanya sedikit yang melakukan uji klinis di Indonesia. Vaksin influenza, vaksin polio, itu uji klinisnya tidak di Indonesia. Meski diproduksi di Bio Farma, tetapi uji klinisnya tidak dilakukan di Indonesia dan secara regulasi memungkinkan," ucapnya.

Direktur Eksekutif Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Muti Arintawati mengakui, saat ini masih ada informasi yang perlu dilengkapi.

"Masih ada sedikit informasi yang harus dilengkapi. Kesimpulan halal tidaknya juga tidak ada di LPPOM, tetapi di Komisi Fatwa (MUI)," kata Muti.

LPPOM MUI memastikan tidak pasif dalam menerima informasi vaksin, tetapi secara intensif melakukan kajian yang dikerjakan auditor LPPOM MUI. Dicontohkan, studi literatur, jurnal, dan keterangan pakar mengenai bahan baku vaksin juga digali.

Keputusan halal atau tidaknya vaksin dari Komisi Fatwa MUI juga tergantung keputusan BPOM. Menurutnya, hal itu berkaitan dengan keamanan vaksin yang kini sedang diuji.

"Kalau semua informasi sudah lengkap, MUI tetap menunggu keputusan dari BPOM tentang keamanannya, tentang thoyyib tadi untuk memutuskan kemudian apakah bisa dikeluarkan sertifikat halal atau tidak," ucapnya.

Sedangkan Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) memutuskan membolehkan penggunaan vaksin Covid-19 buatan Sinovac, meskipun belum mengetahui kandungan zat pada bahan pokok pembuatan vaksin tersebut.

"Pernyataan Kiai Wapres (Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin) menjadi pertimbangan kami untuk tidak melanjutkan pembahasan halal-haramnya," kata Sekretaris LBM PBNU Sarmidi Husna.

Menurutnya, pernyataan Ma'ruf dilandaskan atas kegentingan situasi kehidupan akibat dampak Covid-19. Karena itu, penggunaan vaksin tidak berlabel halal dapat digunakan oleh umat Islam.

Sarmidi merasa, pemerintah juga perlu meminta organisasi masyarakat Islam lainnya untuk dapat mengikuti pernyataan Ma'ruf, untuk menanggulangi bahaya dan dampak keberlangsungan hidup akibat pandemi.



Sumber: BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Tingkat Keterisian Ruang ICU dan Isolasi di 9 Provinsi Sudah di Atas 70%

Menurut Jubir Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito, keterisian tempat tidur di ruang ICU dan isolasi rumah sakit di Indonesia semakin meningkat dan mengkhawatirkan.

KESEHATAN | 5 Januari 2021

Kasus Kematian Akibat Covid-19 Naik 0,3%, Kasus Kesembuhan Naik 11,9%

Kasus kematian Covid-19 mengalami kenaikan sebesar 0,3%, sedangkan angka kasus kesembuhan juga bergerak naik sebesar 11,9% pada pekan ini.

KESEHATAN | 5 Januari 2021

Pemerintah Kerja Keras Cegah Gelombang Ketiga Covid-19

Upaya dan kerja keras pemerintah dalam mencegah terjadinya gelombang ketiga Covid-19 tidak akan berhasil tanpa partisipasi dari masyarakat.

KESEHATAN | 5 Januari 2021

Asupan Suplemen Bantu Jaga Imunitas di Era New Normal

Pandemi Covid-19 membuka pandangan masyarakat tentang pentingnya menjaga imunitas tubuh.

KESEHATAN | 5 Januari 2021

BPOM Awasi Mutu Vaksin Covid-19 di Jalur Distribusi

Sejak Minggu (3/1/2021) Bio Farma selaku distributor mulai melakukan pengiriman perdana vaksin Covid-19 atau CoronaVac ke 14 provinsi.

KESEHATAN | 5 Januari 2021

Menkes: Diawali di Pusat, Vaksinasi Akan Dilakukan Serentak di Daerah

Usai penyuntikan pertama kepada Presiden Jokowi beserta jajaran Kabinet Indonesia Maju dan pejabat di tingkat pusat, keesokan harinya digelar serentak di daerah

KESEHATAN | 5 Januari 2021

Update Covid-19: Tambah 7.445, Kasus Positif di Indonesia Jadi 779.548

Kasus Covid-19 di Indonesia selama 24 jam terakhir hingga Selasa (5/1/2021) pukul 12.00 WIB bertambah 7.445. Total kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 779.548.

KESEHATAN | 5 Januari 2021

Pekan Depan 15 Juta Bahan Baku Vaksin Covid-19 Akan Tiba di Tanah Air

Jokowi mengatakan sebanyak 15 juta bahan baku vaksin Covid-19 akan datang ke Tanah Air pada pekan depan.

KESEHATAN | 5 Januari 2021

Tiga Resolusi Hidup Lebih Sehat di Tahun 2021

Awal tahun merupakan saat yang tepat untuk menentukan resolusi baru.

KESEHATAN | 5 Januari 2021

700.000 Vaksin Covid-19 Telah Dikirim ke 34 Provinsi

PT JakLingko Indonesia akan mempersiapkan semua pengintegrasian tarif dan tiket antarmoda di Jabodetabek.

KESEHATAN | 5 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS