Antrean Pasien Covid-19 Menumpuk, ARSSI Minta Pemerintah Buka Luas RS Rujukan
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

Antrean Pasien Covid-19 Menumpuk, ARSSI Minta Pemerintah Buka Luas RS Rujukan

Selasa, 5 Januari 2021 | 23:23 WIB
Oleh : Dina Fitri Anisa / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Jenderal Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Ichsan Hanafi menyebut, keterisian ruang perawatan pasien Covid-19 di daerah zona merah sudah melebihi angka 80%. Sehingga, tidak heran bila banyak antrean pasien Covid-19 yang menumpuk di ruang IGD, bahkan kembali dipulangkan karena tidak mendapatkan tempat perawatan di rumah sakit rujukan.

Meski pemerintah daerah telah membuka kembali sedikit demi sedikit rumah sakit swasta untuk dijadikan rujukan, tetapi hal tersebut tidaklah cukup untuk menanggulangi persoalan yang ada saat ini. Sehingga, ARSSI menyarankan agar pemerintah dapat memberikan kesempatan para rumah sakit swasta nonrujukan untuk menangani lonjakan pasien ini.

“Saya sarankan dibuka saja sebanyak-banyaknya, terlebih di zona merah. Rumah sakit swasta nonrujukan turut dilibatkan, jangan ditahan. Sehingga, masyarakat yang membutuhkan akan terlayani, dan memangkas mobilisasi penanganan pasien yang panjang. Seperti, pasien RS nonrujukan yang terinfeksi Covid-19 tidak dapat ditangani langsung, karena peraturannya harus di rawat di RS rujukan,” terangnya saat dihubungi Beritasatu.com, melalui sambungan telepon, Selasa (5/1/2021).

Rumitnya mobilisasi di tengah pandemic yang semakin pelik ini pun akhirnya menimbulkan banyak dampak. Banyak masyarakat yang telah mengeluh akibat terbatasnya tempat tidur untuk penderita Covid-19. Bahkan diantaranya meregang nyawa sebelum mendapat perawatan intensif dari rumah sakit, karena atrian pasien yang menumpuk.

“Kalau mereka dipulangkan, ini akan berbahaya bagi pasien dan juga keluarganya. Buruknya lagi, hal ini akan menimbulkan klaster dalam keluarga,” tuturnya.

Tidak hanya demi kebaikan masyarakat, dibukanya kesempatan rumah sakit swasta lain untuk melayani Covid-19 ini juga untuk meringankan beban para petugas medis yang selama ini telah bekerja keras dalam memberikan pelayanan pada pasien.

Keluh Kesah
Keluhan dari masyarakat semakin nyaring terdengar. Dokter Tri Maharini dari Lapor Covid menerima sejumlah laporan pasien Covid-19 yang meninggal dunia karena tidak dapat pertolongan medis yang memadai lantaran rumah sakit rujukan penuh.

Pada, Minggu 3 Januari 2021, seorang warga Jakarta melaporkan, berdasarkan situs Dinkes Jakarta ruang ICU masih tersedia, tetapi kenyataanya setelah menghubungi RS terkait pelapor harus menunggu 15 antrean. Pada tanggal yang sama ada laporan warga meninggal di taksi daring setelah ditolak 10 RS di Depok Jawa Barat.

Selain itu, seorang warga bernama Maria Fatima juga menceritakan hal serupa. Ia mengatakan bahwa, keluarganya sangat kewalahan mencari kamar perawatan untuk sang kakak yang terinfeksi Covid-19. Saat menghubungi Puskesmas di Kawasan Cengkareng, menyarankan keluarganya untuk bersabar mengantre selama beberapa hari, jika ingin mendapat ruang isolasi di Wisma Atlet.

Namun, mengingat kondisi kakaknya yang melemah, dirinya berupaya mencari jalan untuk menghubungi rumah sakit rujukan di Jakarta secara mandiri. Namun, hasil yang ia dapat nihil. Seluruh rumah sakit dan IGD yang ia hubungi saat ini penuh dan belum dapat menerima pasien baru.



Sumber: BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Cegah Gelombang Kedua Pandemi, Indonesia Perlu Belajar dari Negara Lain

Fenomena terjadi karena pandemi ini panjang sekali, yang diuji ketahanan bangsa dan pemerintah yang kolaborasi dengan masyarakat sendiri.

KESEHATAN | 5 Januari 2021

BPOM: Tidak Ada Efek Serius Vaksin Covid-19

BPOM mengaku sudah melakukan uji klinis terhadap vaksin Covid-19 Sinovac.

KESEHATAN | 5 Januari 2021

Tingkat Keterisian Ruang ICU dan Isolasi di 9 Provinsi Sudah di Atas 70%

Menurut Jubir Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito, keterisian tempat tidur di ruang ICU dan isolasi rumah sakit di Indonesia semakin meningkat dan mengkhawatirkan.

KESEHATAN | 5 Januari 2021

Kasus Kematian Akibat Covid-19 Naik 0,3%, Kasus Kesembuhan Naik 11,9%

Kasus kematian Covid-19 mengalami kenaikan sebesar 0,3%, sedangkan angka kasus kesembuhan juga bergerak naik sebesar 11,9% pada pekan ini.

KESEHATAN | 5 Januari 2021

Pemerintah Kerja Keras Cegah Gelombang Ketiga Covid-19

Upaya dan kerja keras pemerintah dalam mencegah terjadinya gelombang ketiga Covid-19 tidak akan berhasil tanpa partisipasi dari masyarakat.

KESEHATAN | 5 Januari 2021

Asupan Suplemen Bantu Jaga Imunitas di Era New Normal

Pandemi Covid-19 membuka pandangan masyarakat tentang pentingnya menjaga imunitas tubuh.

KESEHATAN | 5 Januari 2021

BPOM Awasi Mutu Vaksin Covid-19 di Jalur Distribusi

Sejak Minggu (3/1/2021) Bio Farma selaku distributor mulai melakukan pengiriman perdana vaksin Covid-19 atau CoronaVac ke 14 provinsi.

KESEHATAN | 5 Januari 2021

Menkes: Diawali di Pusat, Vaksinasi Akan Dilakukan Serentak di Daerah

Usai penyuntikan pertama kepada Presiden Jokowi beserta jajaran Kabinet Indonesia Maju dan pejabat di tingkat pusat, keesokan harinya digelar serentak di daerah

KESEHATAN | 5 Januari 2021

Update Covid-19: Tambah 7.445, Kasus Positif di Indonesia Jadi 779.548

Kasus Covid-19 di Indonesia selama 24 jam terakhir hingga Selasa (5/1/2021) pukul 12.00 WIB bertambah 7.445. Total kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 779.548.

KESEHATAN | 5 Januari 2021

Pekan Depan 15 Juta Bahan Baku Vaksin Covid-19 Akan Tiba di Tanah Air

Jokowi mengatakan sebanyak 15 juta bahan baku vaksin Covid-19 akan datang ke Tanah Air pada pekan depan.

KESEHATAN | 5 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS