Epidemiolog: PSBB Efektif Jika Masyarakat Mau Berpartisipasi
Logo BeritaSatu

Epidemiolog: PSBB Efektif Jika Masyarakat Mau Berpartisipasi

Rabu, 6 Januari 2021 | 23:57 WIB
Oleh : Ari Supriyanti Rikin / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat tingginya antusiasme masyarakat berlibur saat libur akhir tahun lalu. Tak heran jika saat ini, jumlah kasus Covid-19 di Tanah Air terus merangkak naik. Untuk menekan kenaikan kasus, pemerintah pun memberlakukan pembatasan sosial skala besar (PSBB) di Jawa dan Bali pada 11 Januari-25 Januari 2021.

Epidemiolog Universitas Airlangga Laura Navika Yamani berpandangan, keputusan itu dapat dimaknai sebagai langkah pemerintah untuk menekan kasus. Ia pun mengingatkan agar masyarakat mau aktif berpartisipasi.

"Upaya 14 hari ini untuk mengurangi lonjakan kasus. Jangan sampai kasus harian ini menembus angka 10.000. PSBB akan efektif jika ada partisipasi aktif masyarakat. Jangan sampai implementasi kebijakan PSBB ini kurang dari 50%. Implementasinya harus 100% hingga ke wilayah pelosok tidak hanya di kota besar,” ucapnya kepada Suara Pembaruan, Rabu (6/1/2021).

Aturan dalam PSBB juga harus benar-benar ditaati. Bahkan perlu ada penegakan hukum dan monitoring riil untuk melihat implementasinya di lapangan.

Rekor kasus terbaru hari ini, menurutnya, adalah gambaran penyebaran Covid-19 sudah meluas di masyarakat. Kenaikan kasus ini adalah dampak dari peristiwa-peristiwa sebelumnya. Sementara itu dampak liburan yang baru saja berlalu belum terlihat.
Laura menyebut, hal paling utama dari penyebaran virus yang sudah meluas adalah perilaku masyarakat terlihat abai terhadap protokol kesehatan. Hal ini berdampak pada peningkatan kasus.

Adanya strain virus baru dengan penyebaran dan daya tular tinggi yang telah ditemukan di sejumlah negara juga perlu diwaspadai Indonesia. Di samping itu, para peneliti di Indonesia perlu mendalami lebih jauh, apakah peningkatan kasus akhir-akhir ini juga disebabkan adanya perubahan daya tular virus yang tinggi dari strain baru ataukah tidak.

"Hasil penelitian varian baru belum muncul, sehingga belum bisa diasumsikan varian virus baru," imbuhnya.

Dikatakannya, penyebab yang sudah terlihat dari peningkatan kasus adalah perilaku manusia yang membuat penularan virus meluas dan bukan dari perilaku virus itu sendiri. Oleh sebab itu, peneliti harus diberikan waktu untuk meneliti apakah strain virus baru tersebut sudah ada.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

ARSSI:Tambah RS Swasta Rujukan

Ketersediaan tempat tidur untuk pasien Covid-19 di Indonesia semakin kritis.

KESEHATAN | 6 Januari 2021

Kemkes: Tidak Ada Vaksinasi Covid-19 Sebelum Dapat EUA

Semua orang harus menghargai otoritas BPOM dalam memastikan masyarakat mendapatkan vaksin Covid-19 yang aman, bermutu dan berkhasiat.

KESEHATAN | 6 Januari 2021

Tahun Baru, Kunjungan Wisata Naik dan Ketaatan Prokes Turun

Jumlah orang yang ditegur saat liburan Natal dan Tahun Baru (24/12/2020-3/1/2021) mencapai 542.827 orang, naik 75,48% dibanding periode 11 hari sebelumnya.

KESEHATAN | 6 Januari 2021

Menkes: Jelang Vaksinasi Covid-19, Puskesmas dan RS Diminta Siapkan Lemari Pendingin

Kepala puskesmas bisa mengirimkan permintaan lemari pendingin untuk menyimpan vaksin langsung ke akun media sosial pribadinya.

KESEHATAN | 6 Januari 2021

Twitter Suspend Akun Penyebar Disinformasi BPA dalam Galon

Selain sudah dijamin keamanannya oleh BPOM, galon guna ulang juga bisa mengurangi pencemaran sampah plastik terhadap lingkungan.

KESEHATAN | 6 Januari 2021

Rekor Kasus Harian Covid-19 DKI Jakarta Kembali Pecah

Selain secara nasional, rekor penambahan kasus harian Covid-19 juga terjadi di DKI Jakarta yakni mencapai 2.402.

KESEHATAN | 6 Januari 2021

Hidup Sehat dengan Pengendalian Asupan Garam

Penggunaan Monosodium Glutamat atau MSG bisa menjadi strategi diet rendah garam.

KESEHATAN | 6 Januari 2021

Tambah 8.854, Kasus Baru Covid-19 di Indonesia Pecah Rekor Hari Ini

Penambahan harian kasus Covid-19 di Indonesia pada hari, Rabu (6/1/2020) menorehkan rekor baru yakni 8.854.

KESEHATAN | 6 Januari 2021

Ditantang Jokowi, Menkes Budi Siap Rampungkan Vaksinasi dalam Setahun

Awalnya, Menkes Budi Gunadi Sadikin menargetkan vaksinasi kepada 181 juta rakyat Indonesia rampung pada 15 bulan.

KESEHATAN | 6 Januari 2021

Menteri Kesehatan Imbau Masyarakat Kurangi Mobilitas

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat Indonesia dapat mengurangi mobilitasnya untuk mengurangi angka penambahan kasus positif Covid-19.

KESEHATAN | 6 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS