Rapid Test Mandiri Ala Artis Belum Terbukti Efektivitasnya
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.108 (0.21)   |   COMPOSITE 6251.05 (38.59)   |   DBX 1329.86 (16.32)   |   I-GRADE 180.794 (0.41)   |   IDX30 506.396 (0.9)   |   IDX80 136.709 (0.42)   |   IDXBUMN20 403.084 (1.37)   |   IDXESGL 140.339 (-0.42)   |   IDXG30 143.133 (0.8)   |   IDXHIDIV20 446.039 (0.87)   |   IDXQ30 145.232 (0.1)   |   IDXSMC-COM 293.729 (3.96)   |   IDXSMC-LIQ 360.142 (3.07)   |   IDXV30 135.556 (1.53)   |   INFOBANK15 1043.56 (-2.24)   |   Investor33 435.417 (-0.04)   |   ISSI 183.035 (1.64)   |   JII 629.726 (4.78)   |   JII70 221.943 (2.13)   |   KOMPAS100 1220.71 (4.09)   |   LQ45 950.717 (1.82)   |   MBX 1696.63 (8.69)   |   MNC36 322.327 (0.16)   |   PEFINDO25 325.87 (0.1)   |   SMInfra18 306.901 (3.47)   |   SRI-KEHATI 370.644 (-0.59)   |  

Rapid Test Mandiri Ala Artis Belum Terbukti Efektivitasnya

Selasa, 12 Januari 2021 | 07:01 WIB
Oleh : Dina Fitri Annisa / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Kekuatan endorsement atau dukungan iklan dari selebritis papan atas memang memberikan pengaruh yang besar dalam meningkatkan perhatian serta kepercayaan konsumen terhadap sebuah produk. Termasuk, produk rapid test antigen saliva untuk mendeteksi kehadiran virus Covid-19 dalam tubuh yang belum lama ini dipromosikan sederet artis dengan jutaan followers atau pengikut di akun Instagramnya.

Alat test ini bisa dibeli dengan harga Rp 2,5 juta per kotak isi 20. Cara penggunaannya pun yang sangat mudah. Bahkan mereka mempraktikan cara penggunaan di rumah tanpa bantuan dan pengawasan dari tim medis.

Salah satu seleb yang menggunakan dan mempraktekkan cara menggunakan alat ini adalah Gisella Anastasia bersama buah hati kesayangannya, Gempita Nora Marten. Dalam video yang ia unggah pada, 17 Desember 2020, Gisella mengatakan bahwa tingkat efektivitas alat ini lebih baik dibanding tes rapid antibodi.

“Jadi ini lebih akurat, dibanding rapid test darah. Karena kalau rapid test darah kita butuh ada antibodi yang terbentuk setelah terpapar. Itu butuh 3 hingga 4 hari, baru antibodi terbentuk. Kalau ini adalah antigen, mencari protein yang dihasilkan langsung oleh virus tersebut. Jadi lebih akurat, tetapi tidak seakurat PCR. Ini hanya untuk di rumah ya,” tuturnya.

Dokter umum dari aplikasi Alodokter, dr. Febrina Hertanti Bakri mengatakan bahwa, sejauh ini tes rapid antigen saliva belum dapat dipastikan keefektifannya karena sampel yang digunakan adalah air liur.

Jika produksi liur sangat banyak, dapat memicu adanya hasil rancu yaitu, negatif palsu. Hal ini dikarenakan, kadar virus SARS-CoV-19 yang ingin dites keberadaannya tidak akan terdeteksi. Dengan demikian, tes rapid antigen saliva yang dilakukan mandiri belum mendapat persetujuan dari persatuan dokter patologi klinik di Indonesia karena dinilai rendah spesivitas dan sensitivitasnya.

“Untuk saat ini, pemeriksaan yang sudah di-approved dan dapat digunakan adalah rapid swab antigen dan rapid test antibodi jika ingin hasil yang lebih cepat. Namun, dari kedua tes tersebut, tetap hasil yang lebih akurat adalah PCR,” tuturnya, Minggu (10/1/2021).

Sarannya, masyarakat harus lebih cermat memilah dan menerima informasi, terlebih terkait dengan alat kesehatan yang dijual bebas di pasaran. Selain tidak akurat, masyarakat lebih baik memilih tes kesehatan yang langsung ditangani oleh tenaga medis di rumah sakit.

“Ada baiknya juga melakukan cek produk atau alat kesehatan di website resmi Kemenkes untuk melihat produk-produk yang telah terstandardisasi oleh Menkes,” terangnya.

Dalam kesempatan berbeda, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi mengatakan bahwa, promosi penjualan yang dilakukan para selebritas ini jelas melanggar prosedur dan berpotensi mengelabui masyarakat konsumen.

Rapid test harus dilakukan oleh para medis. Tidak boleh oleh orang awam. Jika konsumen membeli hal ini dan kemudian digunakan untuk persyaratan perjalanan maka tidak akan diakui alias ditolak. Jadi sia-sia saja,” tuturnya.

Ia pun berharap, masyarakat tidak akan terkecoh tentang hal ini. Kemudian juga sebaliknya, pemerintah harus tegas dalam mengambil tindakan. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi aksi berkepanjangan yang dapat merugikan masyarakat.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Selama Stok Cukup, Vaksinasi Covid-19 Bisa Selesai dalam Setahun

Saat ini sudah ada 31.000 vaksinator yang siap melaksanakan vaksinasi. Jumlah ini terus bertambah ke depannya sesuai kebutuhan.

KESEHATAN | 12 Januari 2021

Menkes: Pandemi Tidak Bisa Diselesaikan dengan Program Pemerintah Saja

Menkes mengakui pemerintah pusat khususnya Kementerian Kesehatan tidak bisa menyelesaikan pandemi Covid-19 tanpa adanya kerja sama dari berbagai pihak.

KESEHATAN | 11 Januari 2021

AFC Komitmen Hadirkan Produk Makanan Sehat di RI

Produk AFC Indonesia diharapkan menjadi andalan membantu menjaga kebugaran masyarakat.

KESEHATAN | 11 Januari 2021

Izin Darurat Vaksin Covid-19 Terbit, Ini Hasil Lengkap Uji Kliniknya

Izin dikeluarkan setelah BPOM selesai melakukan evaluasi terhadap data-data dukung dari aspek keamanan, mutu dan khasiat atau efikasi vaksin tersebut.

KESEHATAN | 11 Januari 2021

Kehadiran Mobile Lab Perkuat Pemeriksaan Spesimen Covid-19

Kemristek memberikan hibah 1 unit Mobile BSL-2 yang dikembangkan BPPT kepada Pemkot Bogor.

KESEHATAN | 11 Januari 2021

Menkes Minta OTG Covid-19 Lakukan Isolasi Mandiri di Rumah

Kondisi tenaga kesehatan dinilai sudah mengalami kelelahan dalam penanganan pasien Covid-19.

KESEHATAN | 11 Januari 2021

Kasus Harian Covid-19 di Jakarta Masih di Atas 2.000

DKI Jakarta masih menjadi provinsi dengan kasus harian Covid-19 tertinggi pada Senin (11/1/2021) yakni mencapai 2.461.

KESEHATAN | 11 Januari 2021

Kemkes Akan Tambah 14.000 Dokter dan Perawat

Selain itu Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga akan menambah obat-obatan dan fasilitas kesehatan lainnya dalam upaya penanganan Covid-19.

KESEHATAN | 11 Januari 2021

Ini Alasan BPOM Keluarkan Izin Darurat Vaksin Covid-19

BPOM mengungkap alasan mengeluarkan izin penggunaan dalam kondisi darurat vaksin Covid-19.

KESEHATAN | 11 Januari 2021

Menkes Minta Semua RS Sediakan 30%-40% Tempat Tidurnya untuk Pasien Covid-19

Selama ini rasio penggunaan tempat tidur rumah sakit masih rendah tetapi sudah penuh untuk pasien Covid-19.

KESEHATAN | 11 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS