Siap-siap Divaksin Besok, Begini Alur dan Syaratnya
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Siap-siap Divaksin Besok, Begini Alur dan Syaratnya

Selasa, 12 Januari 2021 | 19:55 WIB
Oleh : Dina Manafe / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Pelaksanaan vaksinasi diawali dengan Kementerian Kesehatan (Kemkes) mengirimkan short message service (SMS) blast secara serentak kepada penerima vaksin Covid-19 mulai 31 Desember 2020 kepada seluruh penerima vaksin Covid-19 yang telah terdaftar pada tahap pertama, yaitu tenaga kesehatan. SMS ini terintegrasi dengan aplikasi Pedulilindungi.id.

Penerima vaksin akan mendapatkan notifikasi melalui SMS Blast dengan ID pengirim PeduliCovid. Di mana penerima vaksin akan melakukan verifikasi, yaitu registrasi ulang untuk status kesehatan sekaligus memilih tempat serta jadwal vaksinasi.

Untuk daerah dengan kendala jaringan internet, proses verifikasi dan registrasi akan dilakukan oleh Satgas Penanganan Covid-19 di kecamatan.

“Registrasi ini sangat penting karena sebagai upaya verifikasi dan menjawab pertanyaan yang akan dilakukan oleh sistem untuk mengonfirmasi domisili, dan skrining sederhana terhadap penyakit penyerta yang diderita,” kata Juru Bicara Vaksin Covid-19 Kemkes, Siti Nadia Tarmizi.

Bagi peserta yang tidak melakukan registrasi ulang akan dilakukan oleh Satgas Penanganan Covid-19. Registrasi ulang calon penerima akan dilakukan dalam beberapa hari mendatang. Kemenkes akan mengumumkan kemudian untuk alur yang lebih detail.

Saat hari pelaksanaan vaksinasi, penerima SMS akan mendatangi fasyankes yang sudah ditentukan. Di fasyankes ini penerima vaksin akan melalui empat alur atau meja layanan, yakni:

1. Meja petugas pendaftaran dan verifikasi.
Di sini petugas memastikan sasaran menunjukkan nomor e-ticket atau KTP untuk dilakukan verifikasi sesuai dengan tanggal pelayanan vaksinasi yang telah ditentukan.

2. Meja petugas kesehatan.
Petugas kesehatan melakukan anamnesa atau pemeriksaan untuk melihat kondisi kesehatan dan mengidentifikasi kondisi penyerta (komorbid) serta melakukan pemeriksaan fisik sederhana. Pemeriksaan meliputi suhu tubuh dan tekanan darah.

Vaksinasi Covid-19 tidak diberikan pada sasaran yang memiliki riwayat konfirmasi Covid-19, wanita hamil, menyusui, usia di bawah 18 tahun dan beberapa kondisi komorbid.

3. Meja vaksinator.
Petugas memberikan vaksinasi secara intra muskular sesuai prinsip penyuntikan aman. Selesai penyuntikan, petugas meminta dan mengarahkan sasaran ke meja 4 dan menunggu selama 30 menit.

4. Meja petugas pencatatan.
Petugas menerima memo yang diberikan oleh petugas meja 3. Petugas memasukkan hasil vaksinasi yaitu jenis vaksin dan nomor batch vaksin yang diterima masing-masing sasaran ke dalam aplikasi Pcare Vaksinasi. Petugas memberikan kartu vaksinasi baik manual atau elektronik, serta penanda kepada sasaran yang telah mendapat vaksinasi. Kartu tersebut ditandatangani dan diberi stempel lalu diberikan kepada sasaran sebagai bukti bahwa sasaran telah diberikan vaksinasi.

Petugas mempersilakan penerima vaksinasi untuk menunggu selama 30 menit di ruang observasi dan diberikan penyuluhan tentang pencegahan Covid-19 melalui 3M dan vaksinasi.

Diketahui, terdapat sekitar 16 kondisi kesehatan yang ditanyakan sebelum menjalani proses vaksinasi, di antaranya:

  • Riwayat gagal jantung atau penyakit jantung koroner.
  • Penyakit autoimun sistemik, seperti systemic lupus erythematosus (SLE) atau lupus, sjogren, vaskulitis, dan autoimun lainnya.
  • Penyakit ginjal khususnya penyakit ginjal kronis dan sedang menjalani hemodialisis, dialisis peritoneal, transplantasi ginjal, sindroma nefrotik dengan kortikosteroid.
  • Penderita reumatik autoimun atau rhematoid arthritis
  • Penyakit saluran pencernaan kronis
  • Hipertiroid atau hipotiroid karena autoimun.
  • Penderita kanker
  • Kelainan darah
  • Imunokompromais atau defisiensi imun
  • Penerima produk darah atau transfusi.
  • Penderita diabetes melitus
  • Pengidap HIV
  • Penderita penyakit paru khususnya asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dan tuberkulosis (TBC).

Jika sasaran layak divaksinasi maka ia akan menuntaskan prosesnya. Sebaliknya jika tidak layak maka vaksinasi ditunda atau bahkan tidak diberikan sama sekali.

Jika vaksinasi harus ditunda hari itu, maka sasaran akan mendapat notifikasi ulang melalui sms blast atau melalui aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan registrasi ulang dan menentukan jadwal pengganti pelaksanaan vaksinasi.

Ketika pada saat screening dideteksi ada penyakit tidak menular atau dicurigai adanya infeksi Covid-19 maka pasien dirujuk ke Poli Umum untuk mendapat pemeriksaan lebih lanjut. Jadi, belum tentu sasaran yang datang ke fasyankes mendapatkan vaksinasi saat itu.

Jika sasaran yang dinyatakan sehat, maka petugas memberikan penjelasan singkat tentang vaksin yang akan diberikan, manfaat dan reaksi simpang atau kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang mungkin akan
terjadi dan upaya penanganannya.

Distribusi
Untuk pelaksanaan vaksinasi, 3 juta dosis vaksin Sinovac sudah mulai didistribusikan oleh Bio Farma secara perdana pada Minggu (3/1/2021), ke 14 provinsi dan seterusnya ke 34 provinsi. Distribusi dilakukan lebih cepat dengan harapan vaksinasi bisa dilaksanakan serentak di 34 provinsi. Program vaksinasi sendiri menurut rencana pemerintah dilaksanakan pada pekan kedua atau ketiga Januari 2021.

Menkes mengatakan vaksinasi mulai tanggal 13 Januari di mana Presiden Jokowi adalah orang pertama yang disuntik vaksin.

Apalagi, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan izin penggunaan dalam kondisi darurat atau emergency use authorization (EUA) vaksin Sinovac pada Senin (11/1/2021). Izin ini sangat penting karena memastikan keamanan, mutu dan khasiat atau efikasi vaksin sebelum digunakan.

Secara keamanan dan mutu BPOM sudah mendapatkan data-data dari uji praklinis, uji klinis fase 1 dan fase 2 dari negara asal vaksin.

Berdasarkan Petunjuk Teknis (Juknis) Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 yang dikeluarkan Kemkes pada 2 Januari 2021, vaksinasi dilaksanakan dua periode. Periode pertama dimulai Januari-April 2021, dan periode kedua pada April 2021 sampai Maret 2022 atau selama 15 bulan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pasien Covid-19 Turun, RSDC Wisma Atlet Semakin Sepi

Jumlah pasien di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran saat ini sebanyak 341 orang.

KESEHATAN | 26 September 2021

PII Dorong Insinyur Bantu Kembangkan Teknologi Dunia Kesehatan

Persatuan Insinyur Indonesia atau PII mendorong para insinyur untuk membantu mengembangkan teknologi dalam dunia kesehatan.

KESEHATAN | 25 September 2021

Pemerintah Dapat Izinkan Kegiatan Besar, Asalkan Patuhi Syarat

Pemerintah dapat memberi izin penyelenggaraan kegiatan besar dengan kewajiban mengikuti sejumlah pedoman yang ditetapkan.

KESEHATAN | 25 September 2021

Pemerintah Pertegas Vaksinasi Booster Hanya untuk Tenaga Kesehatan

Pemerintah menegaskan vaksin booster hanya diberikan untuk nakes untuk melindungi mereka dalam menjalankan tugasnya di tengah pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 25 September 2021

Wakil Ketua MPR Hadiri Vaksinasi di Ponpes Buntet Cirebon

Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani menyaksikan pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan terhadap santri dan warga sekitar di lingkungan pondok pesantren Buntet, Cirebon.

KESEHATAN | 25 September 2021

Laju Penularan Covid-19 Melandai, PBNU: Masyarakat Tak Boleh Lengah

PBNU meminta masyarakat tak lengah menerapkan protokol kesehatan kendati angka laju penularan menunjukkan tanda-tanda melandai dalam beberapa pekan terakhir

KESEHATAN | 25 September 2021

LPEI Salurkan Tabung Oksigen untuk RS Soetarto Yogyakarta

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) komitmen membantu fasilitas kesehatan dalam menangani pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 25 September 2021

Pentingnya Melakukan Premarital Check Up Sebelum Menikah

Premarital check up atau pemeriksaan kesehatan pranikah, dilakukan minimal enam bulan sebelum dilangsungkannya hari pernikahan.

KESEHATAN | 25 September 2021



TAG POPULER

# Kasus Aktif Covid-19


# Rocky Gerung vs Sentul City


# Literasi Perdamaian


# Permata Buana


# Kegiatan Besar



TERKINI
60 Juta Rakyat Jerman Tentukan Pengganti Kanselir Merkel

60 Juta Rakyat Jerman Tentukan Pengganti Kanselir Merkel

DUNIA | 2 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings