Mengenal Lebih Dalam Vaksin Covid-19
INDEX

BISNIS-27 537.873 (32.57)   |   COMPOSITE 6307.13 (291.73)   |   DBX 1215.21 (11.58)   |   I-GRADE 185.638 (11.22)   |   IDX30 533.814 (38.68)   |   IDX80 142.76 (9.56)   |   IDXBUMN20 425.411 (37)   |   IDXESGL 147.067 (9.38)   |   IDXG30 144.927 (8.16)   |   IDXHIDIV20 469.552 (33.76)   |   IDXQ30 151.508 (9.33)   |   IDXSMC-COM 286.952 (10.3)   |   IDXSMC-LIQ 357.858 (20.43)   |   IDXV30 144.532 (5.87)   |   INFOBANK15 1076.36 (62.08)   |   Investor33 457.615 (30.51)   |   ISSI 184.91 (7.51)   |   JII 650.972 (35.41)   |   JII70 227.363 (11.86)   |   KOMPAS100 1270.4 (71.57)   |   LQ45 991.58 (67.44)   |   MBX 1739.82 (90.37)   |   MNC36 337.819 (21.64)   |   PEFINDO25 325.262 (6.14)   |   SMInfra18 322.474 (21.28)   |   SRI-KEHATI 391.563 (26.26)   |  

Mengenal Lebih Dalam Vaksin Covid-19

Rabu, 13 Januari 2021 | 21:48 WIB
Oleh : Indah Handayani / YUD

Jakarta, Beritasatu.com – Saat ini pemerintah tengah menyiapkan vaksin Covid-19 untuk seluruh masyarakat Indonesia. Seiring prosesnya, muncul banyak pertanyaan di benak sebagian besar orang mengenai tujuan, manfaat, hingga peranan vaksin Covid-19 dalam menangani pandemi. Lalu bagaimanakah sebenarnya vaksin Covid-19 itu?

Dokter spesialis penyakit dalam Siloam Hospitals Lippo Village Dr dr Benyamin Lukito SpPD mengatakan vaksinasi sebetulnya adalah cara untuk mencegah suatu penyakit menyerang tubuh. Sebab, dengan vaksinasi akan membuat tubuh menghasilkan antibodi yang berfungsi mencegah apabila ada virus yang masuk sehingga tubuh menjadi tidak sakit. Apabila vaksinasi dilaksanakan pada banyak orang, penyakit yang dimaksud tersebut diharapkan akan punah. Hal ini seperti yang terjadi di masa lalu, banyak kasus penyakit yang telah punah karena hadirnya vaksin.

“Contohnya saja, penyakit cacar, bukan cacar air. Penyakit ini sudah tidak dijumpai lagi saat ini dan hanya ada dalam text book saja. Untuk itu, kita harapkan dengan cara ini juga bisa mengatasi masalah yang tengah dihadapi seluruh dunia, yaitu Covid-19,” ungkapnya di sela sesi live Instagram Siloam Hospitals Group yang dipandu oleh Patient Experience Group Head Siloam Hospitals Amelia Hendra, Rabu (13/1/2021).

Dokter yang akrab disapa dr Ben ini menjelaskan orang membuat vaksin dengan berbagai macam cara, dan terdapat teknik yang baku dan sudah lama terjadi, yaitu dengan mematikan virus tersebut. Ketika virus itu mati, kemudian partikel-partikel dari virus tersebut, terutama adalah dari protein-protein yang hancur.. Kemudian salah satu protein S atau Spike yang gambarnya ada tonjolan ini akan dimasukan ke dalam dan membajak sel tubuh dengan memanfaatkan materi di dalam sel tersebut merusak ke tubuh. Dengan menyuntikan protein yang sudah mati virusnya itu, tubuh akan membentuk antibodi.

“Antobodi ini yang penting akan membuat kita kebal, kekebalan ini dibutuhkan untuk mengatasi jangan sampai ada virus yang hidup masuk dalam tubuh dan langsung diserang oleh antibodi, sehingga tidak jadi sakit dan tetap sehat,” paparnya.

Dr Ben menyebutkan pada prinsipnya vaksinasi bisa diberikan pada semua orang. Hanya ada satu kontra indikasi sehingga menyebabkan tidak boleh diberikan, yaitu apabila orang tersebut alergi pada bahan pembuatan vaksin. Namun, pada saat ini memang tidak semua orang direkomendasikan untuk mendapatkan vaksin. Bahkan, kebijakan ini di setiap negara akan sangat berbeda-beda, baik pendekatan dan rekomendasinya. Hal tersebut sangat tergantung pada jenis vaksin yang tersedia, serta penilaian dari penilaian dari para ahli di bidang masing-masing, seperti ahli penyakit dalam, anak, kebidanan ahli imunologi, dan lain sebagainya.

Lebih lanjut dr Ben menyebutkan bagi yang sudah terinfeksi Covid-19, orang tersebut tidak termasuk dalam penerima vaksin. Ini karena jumlah vaksin yang masih belum mencukupi sehingga mereka tidak masuk dalam prioritas mendapatkan vaksin. Vaksin tersebut lebih direkomendasikan pada orang yang belum mempunyai kekebalan tubuh akan virus tersebut. Sedangkan bagi yang sudah pernah terinfeksi diketahui tubuhnya sudah mempunyai antibodi terhadap virus tersebut. Sedangkan soal batasan usia, ia memaparkan usia 18 tahun kebawah dan 60 tahun keatas masih belum direkomendasikan untuk mendapatkan vaksin.

“Mengingat penelitian dari vaksin yang tersedia saat ini, masih belum ada penelitian yang melibatkan dua kelompok usia tersebut,” tutupnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kasus Harian Covid-19 Torehkan Rekor, Kemkes: Penularan di Masyarakat Masih Tinggi

Rekor kasus harian Covid-19 di Indonesia ini dampak dari libur panjang akhir tahun serta masih tingginya penularan.

KESEHATAN | 13 Januari 2021

Permabudhi Ajak Umat Budda Tak Ragu Ikut Vaksinasi Covid-19

Persatuan Umat Buddha Indonesia mengajak seluruh umat Buddha di Tanah Air agar tak ragu untuk mengikuti vaksinasi Covid-19.

KESEHATAN | 13 Januari 2021

Jokowi Mengaku Pegal, 2 Jam Setelah Divaksinasi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku merasa pegal, dua jam setelah divaksinasi Covid-19.

KESEHATAN | 13 Januari 2021

BPIP Dorong Masyarakat Gotong Royong Putus Mata Rantai Covid-19 dengan Vaksin

Romo Antonius Benny Susetyo mendorong masyarakat Indonesia untuk bergotong royong memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

KESEHATAN | 13 Januari 2021

Ini Tanggapan Jokowi Soal Tangan Dokter yang Tampak Gemetar

Presiden Joko Widodo disuntik vaksin oleh vaksinator Prof dr Abdul Muthalib yang merupakan seorang Wakil Ketua Dokter Kepresidenan.

KESEHATAN | 13 Januari 2021

Lagi, Kasus Harian Covid-19 Pecah Rekor 11.278

Penambahan sebanyak 11.278 hari ini memecahkan rekor terakhir yang terjadi pada 8 Januari lalu sebanyak 10.617.

KESEHATAN | 13 Januari 2021

PBNU Tolak Tegas Kampanye Anti-vaksin Covid-19

Pemerintah tidak akan mencelakakan rakyatnya.

KESEHATAN | 13 Januari 2021

Usai Divaksin, Sekjen MUI Merasa Sehat Walafiat

Sekjen MUI Amiesyah Tambunan merupakan salah satu tokoh agama yang disuntik bersama-sama dengan Presiden Joko Widodo.

NASIONAL | 13 Januari 2021

Usai Divaksinasi Covid-19, Jokowi Ucapkan Terima Kasih Kepada Perwakilan Masyarakat

Perwakilan masyarakat batch perdana ini telah bersama-sama divaksinasi dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Komplek Istana Kepresidenan Jakarta.

KESEHATAN | 13 Januari 2021

Presiden Jokowi Divaksinasi pada Usia 59 Tahun dan 6 Bulan

Wapres Ma'ruf Amin tidak ikut serta dalam vaksinasi.

KESEHATAN | 13 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS