Vaksin Bangkitkan Optimisme Indonesia Lawan Pandemi
INDEX

BISNIS-27 536.336 (-9.74)   |   COMPOSITE 6258.57 (-118.4)   |   DBX 1209.79 (-7.56)   |   I-GRADE 185.201 (-3.15)   |   IDX30 531.719 (-11.49)   |   IDX80 142.034 (-2.79)   |   IDXBUMN20 420.424 (-11.55)   |   IDXESGL 146.593 (-2.74)   |   IDXG30 145.132 (-2.95)   |   IDXHIDIV20 467.118 (-8.07)   |   IDXQ30 151.699 (-2.74)   |   IDXSMC-COM 284.118 (-6.96)   |   IDXSMC-LIQ 356.602 (-8.98)   |   IDXV30 142.342 (-4.12)   |   INFOBANK15 1078.54 (-23.31)   |   Investor33 455.425 (-8.95)   |   ISSI 183.228 (-3.1)   |   JII 646.305 (-9.76)   |   JII70 225.666 (-3.53)   |   KOMPAS100 1262.11 (-23.67)   |   LQ45 987.949 (-21.07)   |   MBX 1725.55 (-36.04)   |   MNC36 336.055 (-6.76)   |   PEFINDO25 332.023 (-6.72)   |   SMInfra18 316.891 (-5.9)   |   SRI-KEHATI 389.555 (-8.04)   |  

Vaksin Bangkitkan Optimisme Indonesia Lawan Pandemi

Rabu, 13 Januari 2021 | 23:15 WIB
Oleh : Dina Fitri Anisa / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Program vaksinasi yang telah dimulai Rabu, (13/1/2021) membawa optimisme bagi bangsa Indonesia untuk melawan pandemi Covid-19. Secara bertahap, seluruh masyarakat Indonesia pun akan mendapatkan vaksin secara gratis dan tanpa persyaratan apapun.

Sambil menanti giliran untuk mendapatkan vaksin Sinovac asal Tiongkok ini, diharapkan masyarakat mendapat informasi serta edukasi seputar vaksinasi Covid-19. Hal tersebut menjadi penting untuk memerangi infodemi yang membawa hoax atau berita bohong, dan pada akhirnya menimbulkan keresahan.

Dalam bincang virtual yang diselenggarakan oleh akun Instagram SiloamHospitals, dokter spesialis penyakit dalam Siloam Hospitals Lippo Village Dr dr Benyamin Lukito, SpPD mengatakan bahwa, vaksinasi adalah salah satu perlindungan penting bagi setiap orang agar terhindari dari penyakit menular berbahaya yang disebabkan oleh virus ataupun bakteri.

Vaksin bekerja dengan melatih sistem kekebalan untuk mengenali dan memerangi patogen, baik virus maupun bakteri. Untuk melakukannya, molekul tertentu dari patogen harus dimasukkan ke dalam tubuh guna memicu respons imun. Molekul tersebut disebut dengan antigen, yang ada di semua virus dan bakteri. Dengan menyuntikkan antigen ke dalam tubuh, sistem kekebalan akan belajar mengenalinya.

Sebagai pelindung tubuh, sistem kekebalan akan menyerang, memproduksi antibodi, serta mengingatnya jika suatu saat bakteri atau virus tersebut muncul kembali. Jika di kemudian hari muncul, sistem kekebalan otomatis akan mengenali antigen dan menyerang secara agresif sebelum patogen menyebar yang menyebabkan penyakit.

Benyamin pun juga mengungkapkan, vaksin bukan hanya bekerja pada masing-masing tubuh seseorang saja, tetapi juga mampu melindungi seluruh populasi manusia. Jika banyak orang melakukan vaksinasi, maka peluang untuk terjangkit penyakit tertentu menjadi sangat rendah.

“Seperti pada kasus cacar. Saya belum pernah menemui pasien cacar. Saya mempelajari cacar hanya dari text book dan internet. Demikian juga Covid-19, ini adalah salah satu cara yang sanggup untuk mengatasi problem pandemi yang sedang dialami oleh seluruh dunia,” jelasnya dalam diskusi bertajuk, "Awal Baru Bersama Vaksin Covid-19", Rabu (13/1).

Kemudian yang menjadi pertanyaan umum lainnya adalah, siapa saja yang diperbolehkan mendapatkan vaksin Sinovac ini? Menurut Benyamin, seluruh masyarakat Indonesia diperbolehkan, bahkan dianjurkan untuk melakukan vaksinasi demi membangun herd imunity.

Mulai dari anak-anak hingga lansia, bahkan bagi masyarakat penderita penyakit kronis seperti, jantung, diabetes, TBC, HIV-AIDS, ataupun kanker dapat menerima vaksinasi ini. Hanya satu yang menjadi pengecualian, yaitu mereka yang alergi terhadap bahan dasar pembuatan vaksin tersebut. Namun untuk Sinovac, Benyamin belum menemukan adanya kasus alergi terhadap seseorang yang sudah disuntikkan.

Meski vaksin ini dibutuhkan oleh seluruh masyarakat, masih terdapat beberapa persoalan yang akhirnya memaksa pemerintah untuk menentukan kategori prioritas atas masyarakat yang diperbolehkan mendapatkan vaksin di tahun ini. Persoalan pertama adalah, belum adanya penelitian lebih lanjut serta kelengkapan data terkait dengan vaksinasi untuk anak-anak, lansia di atas 60 tahun, serta penderita komorbid.

“Selain alergi, seluruh masyarakat tidak ada kontra indikasi untuk mendapatkan vaksin. Hanya saja belum ada rekomendasi dari pihak persatuan masing-masing keilmuan. Hal ini harus dipahami demi keamanan kelompok tersebut,” jelasnya.

Hal yang tidak luput dari sorotan masyarakat juga terkait dengan keamanan. Setelah mendapatkan vaksin, lantas seberapa besar frekuensi kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI) dari vaksin ini? Benyamin menjawab bahwa, KIPI dari vaksin ini ringan-sedang. Selain itu, efek samping juga tidak berbahaya dan bisa pulih kembali.

Efek samping lokal yang ditemukan antara lain, nyeri, indurasi atau iritasi, kemerahan, dan pembengkakan. Sedangkan efek samping sistemik yang dirasakan antara lain, myalgia atau nyeri otot, fatigue atau kelelahan, dan demam.

“Kalau badan agak demam, bisa diminumkan paracetamol. Obat ini sudah biasa digunakan untuk mengatasi demam pascaimunisasi,” tuturnya.

Benyamin juga mengingatkan, agar masyarakat tidak perlu bimbang dan mempersoalkan berbagai merek dagang dari vaksin. Ia mengungkap bahwa, vaksin yang telah dipilih pemerintah Indonesia ini sudah terbaik.

“Kalau saya sekarang, vaksin yang paling dekat saya dapat yang saya gunakan. Karena maksudnya, pemirsa sudah tahu efektivitas merek vaksin lain yang sudah dipublikasikan secara bebas. Namun sekarang gimana? Yang ada itu adalah yang terbaik,” jelasnya.

Jadi, ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk bersama berkontribusi dalam penanganan pandemic Covid-19 ini. Yaitu dengan melakukan protokol kesehatan dan mengikuti program vaksinasi dari pemerintah.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

PBNU: Jangan Katakan Covid-19 Tidak Ada

Pandemi ini sudah melanda di seluruh dunia.

KESEHATAN | 13 Januari 2021

Mengenal Lebih Dalam Vaksin Covid-19

Vaksinasi akan membuat tubuh menghasilkan antibodi yang berfungsi mencegah apabila ada virus yang masuk sehingga tubuh menjadi tidak sakit.

KESEHATAN | 13 Januari 2021

Kasus Harian Covid-19 Torehkan Rekor, Kemkes: Penularan di Masyarakat Masih Tinggi

Rekor kasus harian Covid-19 di Indonesia ini dampak dari libur panjang akhir tahun serta masih tingginya penularan.

KESEHATAN | 13 Januari 2021

Permabudhi Ajak Umat Budda Tak Ragu Ikut Vaksinasi Covid-19

Persatuan Umat Buddha Indonesia mengajak seluruh umat Buddha di Tanah Air agar tak ragu untuk mengikuti vaksinasi Covid-19.

KESEHATAN | 13 Januari 2021

Jokowi Mengaku Pegal, 2 Jam Setelah Divaksinasi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku merasa pegal, dua jam setelah divaksinasi Covid-19.

KESEHATAN | 13 Januari 2021

BPIP Dorong Masyarakat Gotong Royong Putus Mata Rantai Covid-19 dengan Vaksin

Romo Antonius Benny Susetyo mendorong masyarakat Indonesia untuk bergotong royong memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

KESEHATAN | 13 Januari 2021

Ini Tanggapan Jokowi Soal Tangan Dokter yang Tampak Gemetar

Presiden Joko Widodo disuntik vaksin oleh vaksinator Prof dr Abdul Muthalib yang merupakan seorang Wakil Ketua Dokter Kepresidenan.

KESEHATAN | 13 Januari 2021

Lagi, Kasus Harian Covid-19 Pecah Rekor 11.278

Penambahan sebanyak 11.278 hari ini memecahkan rekor terakhir yang terjadi pada 8 Januari lalu sebanyak 10.617.

KESEHATAN | 13 Januari 2021

PBNU Tolak Tegas Kampanye Anti-vaksin Covid-19

Pemerintah tidak akan mencelakakan rakyatnya.

KESEHATAN | 13 Januari 2021

Usai Divaksin, Sekjen MUI Merasa Sehat Walafiat

Sekjen MUI Amiesyah Tambunan merupakan salah satu tokoh agama yang disuntik bersama-sama dengan Presiden Joko Widodo.

NASIONAL | 13 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS