Kemkes Tegaskan Mutasi Virus Covid-19 Belum Ada di Indonesia
Logo BeritaSatu

Kemkes Tegaskan Mutasi Virus Covid-19 Belum Ada di Indonesia

Jumat, 15 Januari 2021 | 16:16 WIB
Oleh : Dina Manafe / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Kesehatan (Kemkes) memastikan hingga saat ini belum ditemukan mutasi virus corona atau SARS Cov-2 penyebab Covid-19 di Indonesia seperti yang sudah terjadi di sejumlah negara. Meski demikian, pemerintah Indonesia melalui 12 laboratorium terus monitor fenomena ini.

Hal itu disampaikan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemkes, Siti Nadia Tarmidzi, pada dialog interaktif 'Kolaborasi Dukung Vaksinasi Covid-19', Jumat (15/1/2021).

Menurut Nadia, mutasi SARS Cov-2 yang juga disebut dengan VUI 202012/01 ini ada kemungkinan menyebabkan lebih cepat penularan. Sedangkan kabar bahwa mutasi ini memperparah atau memperberat penyakit Covid-19 hingga saat ini belum terbukti.

"Di Indonesia sampai dengan saat ini yang dipublikasi melalui website GISAID itu belum ditemukan 17 mutasi unik yang merupakan penanda dari mutasi VUI 202012/01 ini,” kata Nadia.

Meski belum ditemukan, menurut Nadia, mutasi ini harus tetap diwaspadai. Di Indonesia, surveilens dilakukan dan memastikan bahwa mutasi ini dimonitor terus oleh 12 laboratorium yang saat ini melakukan sekuensing untuk spesimen dari Covid-19.

Selain itu, pemerintah Indonesia juga melarang warga negara asing dari seluruh negara masuk ke Indonesia mulai 1 Januari hingga 14 Januari 2021.

Seperti diketahui, sejumlah negara seperti Inggris Raya dan Irlandia Utara melaporkan adanya mutasi SARS Cov-2 yang menimbulkan virus strain baru yang disebut dengan VUI 202012/01.

Virus varian baru memiliki perubahan besar ditandai dengan 17 mutasi unik pada gen tertentu. Belum ada bukti bahwa varian baru tersebut menimbulkan keganasan atau kegawatan pada pasien yang terinfeksi virus SARS Cov-2.

Virus SARS Cov-2 yang di Indonesia telah berhasil disekuensing di Badan Litbangkes Kemenkes yang berasal dari Jawa Barat, Jawat Timur, DKI Jakarta, Banten, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sumatera Utara, dan Papua.

Hasil penelusuran genetika pada 125 virus SARS Cov-2 di Indonesia sudah dilaporkan dan dipublikasikan di bank data influenza dunia, GISAID. Namun dari 125 itu tidak ditemukan adanya 17 mutasi unik tersebut.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Suplemen Herbal Bustilia Kantongi Sertifikasi BPOM

Bustilia menggunakan bahan herbal yang sudah teruji klinis dan sudah terdaftar di BPOM.

KESEHATAN | 15 Januari 2021

2 Hari Beruntun Kasus Harian Covid-19 di Jabar Pecah Rekor

Dari data Kementerian Kesehatan dilaporkan terjadi penambahan sebanyak 3.095 kasus baru di Jabar, memecahkan rekor satu hari sebelumnya sebanyak 2.201.

KESEHATAN | 15 Januari 2021

Bertambah 12.818, 3 Hari Beruntun Kasus Covid-19 Pecah Rekor

Dengan penambahan 12.818, maka akumulasi kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 882.418.

KESEHATAN | 15 Januari 2021

RS PON Terapkan Teknologi Kecerdasan Buatan di Intalasi Radiologi

RS PON memanfaatkan teknologi artificial intellegence atau kecerdasan buatan untuk mempercepat penanganan pasien strok.

KESEHATAN | 15 Januari 2021

4.758 Pasien Covid-19 Jalani Perawatan di RSDC Wisma Atlet Kemayoran

Total ada sebanyak 4.758 pasien positif Covid-19 tengah menjalani isolasi mandiri dan perawatan di Tower 4 - 7 Rumah Sakit Darurat Covid-19.

NASIONAL | 15 Januari 2021

Masyarakat Diharapkan Sukseskan Program Vaksinasi Covid-19

Masyarakat diharapkan dapat menyukseskan program vaksinasi Covid-19.

KESEHATAN | 15 Januari 2021

Gandeng Ratusan Apotek, Startup Ini Layani Pemesanan Obat Secara Online

Saat ini, SehatQ telah menjalin kerja sama dengan 111 apotek di berbagai kota, mulai di pulau Sumatera, Jawa, hingga Sulawesi.

KESEHATAN | 15 Januari 2021

Asupan Probiotik Diperlukan untuk Jaga Kesehatan Mental di Masa Pandemi

Perlu asupan khusus untuk selalu menjaga kesehatan mental selama pandemi Covid-19 ini yaitu dengan asupan probiotik.

KESEHATAN | 14 Januari 2021

Ragu Vaksinasi, Eijkman: Manfaat Vaksin Lebih Besar dari Risikonya

Ternyata, manfaat vaksinasi Covod-19 lebih banyak dari risikonya.

KESEHATAN | 14 Januari 2021

Vaksinasi, Alat Perlindungan Diri dari Covid-19

Vaksinasi menjadi salah satu alat perlindungan masyarakat dari Covid-19.

KESEHATAN | 14 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS