Masyarakat Tidak Perlu Khawatir, Vaksin Sinovac Aman dan Efektif
Logo BeritaSatu

Masyarakat Tidak Perlu Khawatir, Vaksin Sinovac Aman dan Efektif

Sabtu, 16 Januari 2021 | 09:44 WIB
Oleh : Dina Manafe / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemkes sekaligus Juru Bicara Pemerintah untuk Vaksin Covid-19, dr Siti Nadia Tarmidzi menegaskan vaksin Sinovac tidak lebih jelek dari vaksin lain lantaran efikasinya lebih rendah. Karena itu masyarakat tidak perlu khawatir untuk divaksinasi dengan vaksin Sinovac.

“Vaksin ini memiliki efikasi 65,3%, yang artinya menurunkan risiko terinfeksi hingga 65,3%. Ini sudah memenuhi kriteria WHO dan kita tidak mau menunggu sampai kematian dan kesakitan semakin bertambah,” kata Nadia kepada Suara Pembaruan, Jumat (15/1/2021) malam.

Vaksinolog sekaligus Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Dirga Sakti Rambe mengatakan, vaksin Sinovac sudah mendapat izin penggunaan dalam kondisi darurat atau emergency use authorization (EUA) dari BPOM. Untuk mendapatkan EUA melalui proses panjang dan tidak lahir begitu saja melainkan berdasarkan kajian ilmiah. Sehingga konsekuensinya adalah vaksin Sinovac dipastikan aman dan efektif.

“Jadi tidak perlu lagi ada keraguan soal keamanan dan efektifitasnya.

Menurut Dirga, uji klinis fase 3 di Bandung membuktikan efikasi Coronavac ini adalah 65,3%. Artinya orang divaksinasi memiliki risiko hampir 3 kali lebih rendah untuk mengalami Covid-19 yang bergejala, dibandingkan orang yang tidak divaksinasi. Risiko untuk mengalami kematian bahkan lebih rendah lagi.

Sayangnya, menurut Dirga, 65,3% ini dipersepsikan sebagai angka yang rendah sehingga sebagian pihak bahkan membandingkan efikasi vaksin Sinovac dengan vaksin lain.

“Itu cara berpikir yang tidak tepat. Karena efikasi 65,3% artinya memiliki risiko lebih rendah untuk mengalami Covid-19. Tiga kali dalam masa pandemi seperti saat ini, itu amat bermakna baik untuk perlindungan pribadi maupun kesehatan masyarakat,” kata Dirga pada dialog interaktif “Kolaborasi Dukung Vaksinasi Covid-19”, Jumat (15/1/2021).

Apakah vaksin dengan efikasi mencapai 80% hingga 90% pasti lebih baik dari yang efikasinya 65%, menurut Dirga jawabannya tidak. Angka-angka tersebut lahir dari uji klinis, di mana dalam setiap uji klinis punya desain dan protokol penelitian berbeda.

“Jadi kita tidak bisa mengatakan vaksin dengan efikasi 90% lebih baik dari vaksin 65%, kalau tidak dilakukan head to head study. Ini mesti diadu dulu,” kata Dirga.

Oleh karena itu, menurut Dirga, pergunakan dulu vaksin yang tersedia selama masa pandemi ini. Apalagi MUI sendiri sudah mengatakan bahwa vaksin Sinovac ini suci, halal, dan thoyyib.

Sebelumnya, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr Daeng Faqih juga mengimbau masyarakat agar kepercayaan terhadap vaksin tidak berdasarkan merek atau basis negara, tapi harus berdasarkan aspek ilmiah.

“Jadi vaksin tersebut sudah dijamin keamanan dan efektivitasnya dari mana pun asal dan mereknya,” kata Daeng baru baru ini.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

MUI Dorong Sertifikasi Kehalalan Vaksin Selain Sinovac

Saat ini MUI tengah memasuki proses komunikasi untuk mendorong sertifikasi vaksin selain Sinovac.

KESEHATAN | 15 Januari 2021

Kehandalan Deteksi Covid-19 GeNose Perlu Terus Disempurnakan

GeNose perlu terhubung ke sistem untuk mempermudah penggunanya menyimpan hasil.

KESEHATAN | 15 Januari 2021

Kemkes Tegaskan Mutasi Virus Covid-19 Belum Ada di Indonesia

Mutasi SARS Cov-2 dimonitor terus oleh 12 laboratorium yang saat ini melakukan sekuensing untuk spesimen dari Covid-19.

KESEHATAN | 15 Januari 2021

Suplemen Herbal Bustilia Kantongi Sertifikasi BPOM

Bustilia menggunakan bahan herbal yang sudah teruji klinis dan sudah terdaftar di BPOM.

KESEHATAN | 15 Januari 2021

2 Hari Beruntun Kasus Harian Covid-19 di Jabar Pecah Rekor

Dari data Kementerian Kesehatan dilaporkan terjadi penambahan sebanyak 3.095 kasus baru di Jabar, memecahkan rekor satu hari sebelumnya sebanyak 2.201.

KESEHATAN | 15 Januari 2021

Bertambah 12.818, 3 Hari Beruntun Kasus Covid-19 Pecah Rekor

Dengan penambahan 12.818, maka akumulasi kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 882.418.

KESEHATAN | 15 Januari 2021

RS PON Terapkan Teknologi Kecerdasan Buatan di Intalasi Radiologi

RS PON memanfaatkan teknologi artificial intellegence atau kecerdasan buatan untuk mempercepat penanganan pasien strok.

KESEHATAN | 15 Januari 2021

4.758 Pasien Covid-19 Jalani Perawatan di RSDC Wisma Atlet Kemayoran

Total ada sebanyak 4.758 pasien positif Covid-19 tengah menjalani isolasi mandiri dan perawatan di Tower 4 - 7 Rumah Sakit Darurat Covid-19.

NASIONAL | 15 Januari 2021

Masyarakat Diharapkan Sukseskan Program Vaksinasi Covid-19

Masyarakat diharapkan dapat menyukseskan program vaksinasi Covid-19.

KESEHATAN | 15 Januari 2021

Gandeng Ratusan Apotek, Startup Ini Layani Pemesanan Obat Secara Online

Saat ini, SehatQ telah menjalin kerja sama dengan 111 apotek di berbagai kota, mulai di pulau Sumatera, Jawa, hingga Sulawesi.

KESEHATAN | 15 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS