Epidemiolog: Kasus Covid-19 Naik karena Peningkatan Pemeriksaan Spesimen
Logo BeritaSatu

Epidemiolog: Kasus Covid-19 Naik karena Peningkatan Pemeriksaan Spesimen

Sabtu, 16 Januari 2021 | 11:10 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / JAI

Jakarta, Beritasatu.com - Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Syahrizal Syarif, mengatakan naiknya kasus Covid-19 akhir-akhir ini, karena ada peningkatan pemeriksaan spesimen di era Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin.

Seperti diketahui, jumlah masyarakat yang terpapar Covid-19 dalam beberapa hari terakhir, mengalami peningkatan yang signifikan. Bahkan data kasus harian Jumat (15/1/2021), tercatat mencapai 12.818 orang.

Menurut Syahrizal, Menteri Kesehatan menargetkan untuk ada peningkatkan pemeriksaan spesimen dan mempercepatkan hasil pemeriksaan. Dengan begitu ada, perbaikan koordinasi data antara pemerintah daerah (Pemda) dengan pemerintah pusat, sehingga daerah langsung melaporkan hasil pemeriksaan spesimen.

“Menteri kesehatan baru, jadi bersemangat. Lalu ingin pemeriksaan spesimennya dimaksimalkan, ya sudah hasilnya begini,” kata Syahrizal, Jumat (15/1/2021).

Menurut Syahrizal, dengan peningkatan kapasitas pemeriksaan, tentu terjadi peningkatan kasus, sehingga tidak menutupi kemungkinan bisa mencapai 17.000 per hari hingga 20.000 per hari. Apalagi kabupaten yang biasanya sering terlambat melaporkan hasil menjadi lebih cepat.

“Tadinya ada 70 kabupaten yang belum melaporkan dalam 24 jam, sekarang cenderung berubah melaporkan secepat-cepatnya,” ujar Syahrizal.

Selain itu, lanjut Syahrizal, hasil pemeriksaan test polymerase chain reaction (PCR) yang cepat, juga membuat penambahan kasus baru lebih cepat diketahui. Apabila pemeriksaan spesimen dilakukan seperti di Brazil atau India, Syahrizal memperkirakan, kasus Covid-19 secara nasional bisa mencapai 1,5 juta. Akan tetapi, kapasitas test Indonesia masih belum memadai.

Sementara itu, epidemiologi dari Griffith University Australia, Dicky Budiman, menuturkan kasus harian yang dilaporkan saat ini belum dapat merepresentasikan setengah dari estimasi kasus terendah Indonesia yang berada di kisaran 40.000 kasus.

“Ini artinya PR kita di testing dan tracing masih sangat besar. Jadi saya sudah bilang dari tahun lalu, jangan kaget kalau kasus harian 20.000 atau 30.000 kasus. Karena dengan positivity rate (hasil tes positif Covid-19,red) setinggi saat ini, sebetulnya intervensi testing harus di kisaran 200.000 per hari dari total nasional,” kata Dicky.

Dia menjelaskan, masih banyak kasus di masyarakat yang tidak terdeteksi dan per hari akan berdampak semakin besar. Pasalnya, transmisi kasus sudah mencapai tingkat komunitas sehingga sulit dicari klasternya. Adapun peningkatan kasus ini akumulasi dari libur Natal dan Tahun Baru, serta Pilkada.

Dicky mengatakan, yang perlu diperbaiki adalah strategi 3T atau testing, tracing, dan treatment, yang sejauh ini belum memadai. Menurutnya, strategi 3T ini harus dilakukan sesuai dengan skala jumlah penduduk dan eskalasi pandemi.

“Enggak bisa kita samakan, misalnya dengan Singapura untuk kasus harian, karena jumlah penduduk kita banyak," ujar Dicky.

Dicky mengungkapkan, performa testing harian yang ditampilkan secara nasional saat ini lebih tepat menunjukan performa test untuk Jawa Barat(Jabar) atau Jawa Timur(Jatim). Untuk itu perlu diperbaiki segera strategi 3T. Pasalnya untuk memotong transmisi penularan Covid-19 ini dengan 3T dan diperkuat oleh 5M yakni mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker, membatasi interaksi, dan menjauhi kerumunan.

Menurut Dicky, adapun manfaat vaksin Covid-19 untuk menunjang atau melengkapi sebagai proteksi individu. Pasalnya, orang yang divaksin tidak membebani fasilitas kesehatan.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Masyarakat Tidak Perlu Khawatir, Vaksin Sinovac Aman dan Efektif

Ketua Umum PB IDI mengimbau masyarakat agar kepercayaan terhadap vaksin tidak berdasarkan merek atau basis negara, tapi harus berdasarkan aspek ilmiah.

KESEHATAN | 16 Januari 2021

MUI Dorong Sertifikasi Kehalalan Vaksin Selain Sinovac

Saat ini MUI tengah memasuki proses komunikasi untuk mendorong sertifikasi vaksin selain Sinovac.

KESEHATAN | 15 Januari 2021

Kehandalan Deteksi Covid-19 GeNose Perlu Terus Disempurnakan

GeNose perlu terhubung ke sistem untuk mempermudah penggunanya menyimpan hasil.

KESEHATAN | 15 Januari 2021

Kemkes Tegaskan Mutasi Virus Covid-19 Belum Ada di Indonesia

Mutasi SARS Cov-2 dimonitor terus oleh 12 laboratorium yang saat ini melakukan sekuensing untuk spesimen dari Covid-19.

KESEHATAN | 15 Januari 2021

Suplemen Herbal Bustilia Kantongi Sertifikasi BPOM

Bustilia menggunakan bahan herbal yang sudah teruji klinis dan sudah terdaftar di BPOM.

KESEHATAN | 15 Januari 2021

2 Hari Beruntun Kasus Harian Covid-19 di Jabar Pecah Rekor

Dari data Kementerian Kesehatan dilaporkan terjadi penambahan sebanyak 3.095 kasus baru di Jabar, memecahkan rekor satu hari sebelumnya sebanyak 2.201.

KESEHATAN | 15 Januari 2021

Bertambah 12.818, 3 Hari Beruntun Kasus Covid-19 Pecah Rekor

Dengan penambahan 12.818, maka akumulasi kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 882.418.

KESEHATAN | 15 Januari 2021

RS PON Terapkan Teknologi Kecerdasan Buatan di Intalasi Radiologi

RS PON memanfaatkan teknologi artificial intellegence atau kecerdasan buatan untuk mempercepat penanganan pasien strok.

KESEHATAN | 15 Januari 2021

4.758 Pasien Covid-19 Jalani Perawatan di RSDC Wisma Atlet Kemayoran

Total ada sebanyak 4.758 pasien positif Covid-19 tengah menjalani isolasi mandiri dan perawatan di Tower 4 - 7 Rumah Sakit Darurat Covid-19.

NASIONAL | 15 Januari 2021

Masyarakat Diharapkan Sukseskan Program Vaksinasi Covid-19

Masyarakat diharapkan dapat menyukseskan program vaksinasi Covid-19.

KESEHATAN | 15 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS