Januari, Waktunya Deteksi Dini Kanker Serviks
Logo BeritaSatu

Januari, Waktunya Deteksi Dini Kanker Serviks

Sabtu, 16 Januari 2021 | 16:25 WIB
Oleh : Indah Handayani / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Januari ditetapkan sebagai Bulan Kesadaran Kesehatan Serviks. Bulan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya upaya skrining atau deteksi dini pada kanker serviks, mengingat hingga saat ini angka kejadian dan kematian akibat kanker serviks di Indonesia masih tertinggi kedua setelah kanker payudara.

Dokter spesialis kebidanan dan kandungan konsultan, dr Gatot NA Winarno SpOG(K) MKes mengatakan, kanker serviks merupakan penyakit yang dapat dicegah dengan melakukan deteksi dini Human Papilloma Virus (HPV) DNA secara rutin, terutama bagi wanita yang sudah pernah berhubungan seksual.

"Hingga saat ini, kanker serviks merupakan penyebab kanker tertinggi kedua setelah kanker payudara pada wanita karena kurangnya skrining sejak dini. Deteksi dini kanker serviks yang ada saat ini meliputi IVA (inspeksi visual asam asetat), papsmear, papsmear berbasis cairan, dan HPV DNA,” ungkapnya disela Kalbe Zoom Webinar, Sabtu (16/1/2021).

Gatot menjelaskan, IVA atau inspeksi visual asam asetat dilakukan sederhana dan murah, hanya butuh asam cuka. Butuh keahlian untuk megintepretaskan hasilnya. Biasa dilakukan di daerah yang sumber dayanya terbatas. Sedangkan papsmear liquid based cytology dilakukan untuk melihat perubahan sel dari normal, pra kanker, kanker, perlu dokter spesialis patologi anatomi untuk menilai. "Metode ini sensitivitasnya lebih tinggi dibandingkan dengan konvensional," jelasnya.

Sedangkan Tes HPV DNA, lanjut Gatot, sangat sensitif, penetapan resiko sejak awal infeksi dikerjakan dengan metode PCR sehingga hasil lebih akurat dan dapat menentukan subtipe HPV DNA. "Perbedaan antara pap smear dan tes HPV DNA adalah papsmear untuk melihat apakah perubahan sel serviks ke arah keganasan. Sedangkan tes HPV DNA untuk melihat adakah infeksi HPV yang menetap dan berpotensi menyebabkan kanker serviks,” jelasnya.

Sementara itu, Marketing General Manager One Onco PT Kalbe Farma Tbk dr Selvinna mengatakan Kalbe secara rutin memberikan edukasi seputar isu kesehatan kepada masyarakat, salah satu pentingnya skrining kanker serviks.

"Edukasi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap pencegahan secara dini kanker serviks pada wanita Indonesia, sekaligus bertepatan dengan Bulan Peduli Kanker Serviks atau Cervical Cancer Awareness Month," kata Selvinna.

Tidak hanya itu, lanjut Selvinna, Kalbe mempunyai program skrining HPV DNA bekerjasama dengan YKI Jawa Barat dan tenaga kesehatan yang berkompeten. Pemeriksaan HPV DNA ini mencakup pemeriksaan terhadap 15 subtipe high risk.

"Pemeriksaan ini didukung oleh Laboratorium Kalgen Innolab yang dimiliki oleh Kalbe Group, yang memberikan layanan laboratorium mulai dari pemeriksaan sederhana hingga yang canggih seperti pemeriksaan molekuler guna mendukung pengobatan yang lebih presisi,” tutupnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bertambah 14.224, Kasus Covid-19 Pecah Rekor 4 Hari Beruntun

Kasus harian Covid-19 empat hari secara beruntun mengukir rekor baru. Kali ini, terdapat penambahan kasus baru 14.224.

KESEHATAN | 16 Januari 2021

Kematian Covid-19 Dunia Tembus 2 Juta

Tingkat kematian semakin cepat.

KESEHATAN | 16 Januari 2021

Epidemiolog: Kasus Covid-19 Naik karena Peningkatan Pemeriksaan Spesimen

Epidemiolog mengatakan naiknya kasus Covid-19 akhir-akhir ini, karena ada peningkatan pemeriksaan spesimen di era Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin.

KESEHATAN | 16 Januari 2021

Masyarakat Tidak Perlu Khawatir, Vaksin Sinovac Aman dan Efektif

Ketua Umum PB IDI mengimbau masyarakat agar kepercayaan terhadap vaksin tidak berdasarkan merek atau basis negara, tapi harus berdasarkan aspek ilmiah.

KESEHATAN | 16 Januari 2021

MUI Dorong Sertifikasi Kehalalan Vaksin Selain Sinovac

Saat ini MUI tengah memasuki proses komunikasi untuk mendorong sertifikasi vaksin selain Sinovac.

KESEHATAN | 15 Januari 2021

Kehandalan Deteksi Covid-19 GeNose Perlu Terus Disempurnakan

GeNose perlu terhubung ke sistem untuk mempermudah penggunanya menyimpan hasil.

KESEHATAN | 15 Januari 2021

Kemkes Tegaskan Mutasi Virus Covid-19 Belum Ada di Indonesia

Mutasi SARS Cov-2 dimonitor terus oleh 12 laboratorium yang saat ini melakukan sekuensing untuk spesimen dari Covid-19.

KESEHATAN | 15 Januari 2021

Suplemen Herbal Bustilia Kantongi Sertifikasi BPOM

Bustilia menggunakan bahan herbal yang sudah teruji klinis dan sudah terdaftar di BPOM.

KESEHATAN | 15 Januari 2021

2 Hari Beruntun Kasus Harian Covid-19 di Jabar Pecah Rekor

Dari data Kementerian Kesehatan dilaporkan terjadi penambahan sebanyak 3.095 kasus baru di Jabar, memecahkan rekor satu hari sebelumnya sebanyak 2.201.

KESEHATAN | 15 Januari 2021

Bertambah 12.818, 3 Hari Beruntun Kasus Covid-19 Pecah Rekor

Dengan penambahan 12.818, maka akumulasi kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 882.418.

KESEHATAN | 15 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS