IDI: Vaksin Mandiri Dorong Keberhasilan Target Pemerintah
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.321 (-2.12)   |   COMPOSITE 6289.65 (-47.85)   |   DBX 1346.19 (-12.68)   |   I-GRADE 181.205 (-1.35)   |   IDX30 507.3 (-3.78)   |   IDX80 137.13 (-1.34)   |   IDXBUMN20 404.453 (-5.99)   |   IDXESGL 139.923 (-0.37)   |   IDXG30 143.928 (-0.43)   |   IDXHIDIV20 446.912 (-3.18)   |   IDXQ30 145.336 (-0.95)   |   IDXSMC-COM 297.691 (-2.23)   |   IDXSMC-LIQ 363.216 (-3.08)   |   IDXV30 137.088 (-3.12)   |   INFOBANK15 1041.31 (-5.34)   |   Investor33 435.377 (-2.34)   |   ISSI 184.679 (-1.32)   |   JII 634.506 (-3.05)   |   JII70 224.071 (-1.43)   |   KOMPAS100 1224.8 (-8.57)   |   LQ45 952.541 (-7.79)   |   MBX 1705.32 (-12.44)   |   MNC36 322.487 (-1.62)   |   PEFINDO25 325.966 (4.31)   |   SMInfra18 310.375 (-3.1)   |   SRI-KEHATI 370.053 (-2.69)   |  

IDI: Vaksin Mandiri Dorong Keberhasilan Target Pemerintah

Minggu, 17 Januari 2021 | 06:48 WIB
Oleh : Dina Fitri Anisa / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menilai, program vaksin mandiri dapat mendorong keberhasilan target Joko Widodo dalam memaksimalkan program vaksinasi Covid-19 sebelum akhir tahun ini. Jika rencana ini dijalankan, nantinya pemerintah akan menyerahkan pengadaan vaksinasi ini pada pihak swasta.

"Sebenarnya kalau ada kerja sama antara dengan swasta dengan negeri, saya yakin itu bisa tercapai. Jadi tiap swasta sudah menyadari, dan saya lihat sudah banyak perusahaan swasta yang siap untuk membeli untuk karyawannya. Jadi itu suatu hal yang positif," jelas Juru bicara Vaksin IDI, Iris Rengganis, beberapa waktu lalu.

Dirinya pun mengatakan bahwa, alangkah lebih baik jika vaksinasi mandiri ini bisa dilakukan oleh perusahaan swasta dan rumah sakit swasta dengan biaya pribadi.

"Jadi kalau itu bisa dijalankan oleh semua kantor swasta, atau RS swasta yang tidak ditanggung pemerintah, yang bisa membayar itu akan lebih baik atau dikelola oleh yang swasta," terangnya.

Lebih lanjut, ia juga menegaskan, meski vaksin yang dibeli memiliki merk dagang yang berbeda, bukan berarti vaksin yang gratis yang saat ini diberikan pada tenaga kesehatan tidak bagus. Semuanya sama, asalkan vaksin tersebut telah terbukti aman, halal, dan efektivitasnya baik.

“Dengan demikian, kekebalan kelompok akan semakin cepat terjadi. Namun jangan lupa juga, vaksinasi ini harus didukung oleh protokol kesehatan,” tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pemerintah membuka opsi vaksinasi Covid-19 mandiri. Namun, vaksinasi mandiri itu bukan perorangan, melainkan melalui perusahaan untuk para karyawannya.

"Bolehnya untuk korporasi. Jadi dengan syarat satu, korporasi mau beli, dengan syarat semua karyawannya mesti dikasih," ujar Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR, Kamis (14/1).

Ia pun menjelaskan, perusahaan akan diizinkan membeli vaksin sendiri dengan produsen vaksin Covid-19. Dengan demikian, harapannya vaksinasi Covid-19 dapat berjalan lebih cepat. Syaratnya, vaksin Covid-19 yang dibeli harus sesuai dengan yang diiizinkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Selain itu, data penerima vaksin juga harus dilaporkan kepada pemerintah sehingga tidak ada tumpang tindih.

"Mungkin itu bisa kita berikan (izin). Saya lihat kalau seperti ini sebaiknya pengadaannya di luar pemerintah saja, pengadaannya bisa dilakukan oleh swasta dan mereka bisa pengadaan sendiri," tuturnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sukmo Harsono Siap Jadi Dubes Pertama yang Divaksin

Pemberian vaksin di Republik Panama akan dilakukan secara empat tahap.

KESEHATAN | 16 Januari 2021

Masyarakat Diminta Tidak Ragu Divaksinasi

Panglima TNI menegaskan kepada seluruh prajurit di TNI serta masyarakat untuk turut serta menyukseskan program vaksinasi gratis tersebut.

KESEHATAN | 16 Januari 2021

Masker dan Vaksin Sama Penting untuk Melawan Covid-19

Setelah adanya vaksinasi, masyarakat harus terus disiplin menjalankan protokol kesehatan.

KESEHATAN | 16 Januari 2021

Kasus Harian Covid-19 di Jakarta dan Jabar Juga Pecah Rekor

Tak hanya secara nasional, rekor penambahahan kasus ini juga terjadi di provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat (Jabar).

KESEHATAN | 16 Januari 2021

Januari, Waktunya Deteksi Dini Kanker Serviks

Angka kejadian dan kematian akibat kanker serviks di Indonesia masih tertinggi kedua setelah kanker payudara.

KESEHATAN | 16 Januari 2021

Bertambah 14.224, Kasus Covid-19 Pecah Rekor 4 Hari Beruntun

Kasus harian Covid-19 empat hari secara beruntun mengukir rekor baru. Kali ini, terdapat penambahan kasus baru 14.224.

KESEHATAN | 16 Januari 2021

Kematian Covid-19 Dunia Tembus 2 Juta

Tingkat kematian semakin cepat.

KESEHATAN | 16 Januari 2021

Epidemiolog: Kasus Covid-19 Naik karena Peningkatan Pemeriksaan Spesimen

Epidemiolog mengatakan naiknya kasus Covid-19 akhir-akhir ini, karena ada peningkatan pemeriksaan spesimen di era Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin.

KESEHATAN | 16 Januari 2021

Masyarakat Tidak Perlu Khawatir, Vaksin Sinovac Aman dan Efektif

Ketua Umum PB IDI mengimbau masyarakat agar kepercayaan terhadap vaksin tidak berdasarkan merek atau basis negara, tapi harus berdasarkan aspek ilmiah.

KESEHATAN | 16 Januari 2021

MUI Dorong Sertifikasi Kehalalan Vaksin Selain Sinovac

Saat ini MUI tengah memasuki proses komunikasi untuk mendorong sertifikasi vaksin selain Sinovac.

KESEHATAN | 15 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS