Pakar Epidemiologi: Jumlah Kasus Covid-19 Meningkat di Wilayah Perkotaan
Logo BeritaSatu

Pakar Epidemiologi: Jumlah Kasus Covid-19 Meningkat di Wilayah Perkotaan

Minggu, 17 Januari 2021 | 20:11 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Pakar Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia (FKM UI), Tri Yunis Miko Wahyono mengatakan, jumlah kasus meningkat harian karena ada peningkatan jumlah testing. Pasalnya, secara nasional jumlah spesimen yang dites per hari mencapai 80.000.

Tri menuturkan, dengan kapasitas tes 80.000 per hari dibagi jumlah kasus harian menunjukkan wabah Covid-19 di Tanah Air masih tinggi. “Jadi menurut saya, itu positivity rate (hasil tes positif Covid-19) di negara kita masih tinggi menunjukkan wabah meningkat,” kata Tri kepada Beritasatu.com, Minggu(17/1).

Menurut Tri, jumlah kasus Covid-19 akan terus meningkat ini terjadi di kota besar. Sebab peningkatan testing dominan hanya di wilayah perkotaan. Sementara di pedesaan masih minim, sehingga strategi 3T atau testing, tracing, dan treatment belum maksimal. Hal ini membuat kasus Covid-19 terjadi di desa tidak terlihat.

Tri menyebutkan, minimnya ketersediaan testing ini, membuat masyarakat di daerah beraktivitas seperti kondisi normal, seolah-olah tidak mengalami pandemi Covid-19. Masyarakat tidak menerapkan protokol kesehatan(prokes) 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. “Saya sedih begitu ke Serang (Banten, red) atau ke Bogor ke desa-desanya seperti enggak ada Covid-19. Mereka protokol kesehatan enggak dipakai,” ucap Tri.

Sementara itu, ahli epidemiologi FKM UI lainnya, Syahrizal Syarif mengatakan, peningkatan kasus saat ini karena pemerintah daerah (pemda) melaporkan kasus cepat dari sebelumnya. Hal ini sering dengan adanya kegiatan vaksinasi sudah mulai dilakukan. Selain itu, terjadi peningkatan pemeriksaan spesimen di era Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.

Menurut Syahrizal, Menkes Budi menargetkan untuk ada peningkatkan pemeriksaan spesimen dan mempercepatkan hasil pemeriksaan. Dengan begitu ada, perbaikan koordinasi data antara pemda sama pemerintah pusat, sehingga daerah langsung melaporkan hasil pemeriksaan spesimen.

“Menteri baru jadi bersemangat. Lalu ingin pemeriksaan spesimennya dimaksimalkan, ya sudah hasilnya begini,” kata Syahrizal.

Menurut Syahrizal, dengan peningkatan kapasitas pemeriksaan, tentu terjadi peningkatan kasus, sehingga tidak menutupi kemungkinan bisa mencapai 17.000 per hari hingga 20.000 per hari. Apalagi kabupaten yang biasanya sering terlambat melaporkan hasil menjadi lebih cepat. “Tadinya ada 70 kabupaten yang belum melaporkan dalam 24 jam, sekarang sih cenderung berubah melaporkan secepat-cepatnya,” ujarnya.

Selanjutnya, Syahrizal menyebutkan, hasil pemeriksaan test polymerase chain reaction (PCR) yang cepat, sehingga lebih cepat mengetahui penambahan kasus baru. Untuk itu, apabila pemeriksaan spesimen seperti dilakukan oleh negara lain seperti Brasil atau India, maka kasus Covid-19 secara nasional bisa mencapai 1,5 juta. Akan tetapi, kapasitas tes Indonesia masih belum memadai.

Pada kesempatan sama, Syahrizal juga memberi pandangan terkait kasus peningkatan kasus Covid-19 di DKI Jakarta. Menurut Syahrizal, peningkatan kasus Covid-19 di Jakarta, sebetulnya tidak semua dialami pasien yang ber-KTP DKI Jakarta atau tinggal di Jakarta. Namun, pasien kirim dari beberapa daerah di sekitar Jakarta, seperti Bekasi dan Bogor setelah hasil tes antigen positif atau reaktif.

Syahrizal menyebutkan, saat ini tes antigen relatif mudah ditemui di semua wilayah, sehingga pasien bergejala langsung melakukan tes antigen. Sayangnya, tidak semua daerah mampu melakukan tes PCR untuk pasien yang bergejala dan hasil tes antigen positif. Ia mencontohkan kasus yang ditemui di Depok, Jawa Barat(Jabar).

“Mereka (pasien,red) ada gejala dan ditest antigen reaktif, tetapi cenderung pemerintah Depok tidak memeriksa PCR-nya. Saya tidak tahu apakah ngirit PCR, sehingga pasien-pasien di Depok itu dikirim ke Jakarta tanpa pemeriksaan PCR. Nanti sudah masuk Wisma Atlet, baru diperiksa PCR-nya, sehingga laporannya kasus Jakarta,” ujarnya.

Syahrizal menyebutkan, Jakarta banjir pasien bergejala Covid-19 kiriman dari wilayah sekitar, karena rumah sakit (RS) rujukan Covid-19 daerah tersebut tidak bisa menerima pasien karena kapasitas penuh, sehingga semua dirujuk ke Wisma Atlet.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Prudential Gandeng SuperM Kampanyekan Hidup Sehat dan Bugar

Prudential dan SuperM akan mengadakan serangkaian acara untuk memotivasi masyarakat menjalani hidup yang lebih sehat dan bugar.

KESEHATAN | 17 Januari 2021

Update Covid-19, Tambah 11.287, Kasus Positif di Indonesia Tembus 900.000

Kasus Covid-19 di Indonesia hari ini masih di atas 11.000 dan secara total menembus jumlah 900.000.

KESEHATAN | 17 Januari 2021

Laporan Efek Samping Vaksinasi Covid-19 Belum Ditemukan

Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) merupakan dampak alamiah dari produk vaksin.

KESEHATAN | 17 Januari 2021

IDI: Vaksin Mandiri Dorong Keberhasilan Target Pemerintah

IDI mengatakan alangkah lebih baik jika vaksinasi mandiri ini bisa dilakukan oleh perusahaan swasta dan rumah sakit swasta dengan biaya pribadi.

KESEHATAN | 17 Januari 2021

Sukmo Harsono Siap Jadi Dubes Pertama yang Divaksin

Pemberian vaksin di Republik Panama akan dilakukan secara empat tahap.

KESEHATAN | 16 Januari 2021

Masyarakat Diminta Tidak Ragu Divaksinasi

Panglima TNI menegaskan kepada seluruh prajurit di TNI serta masyarakat untuk turut serta menyukseskan program vaksinasi gratis tersebut.

KESEHATAN | 16 Januari 2021

Masker dan Vaksin Sama Penting untuk Melawan Covid-19

Setelah adanya vaksinasi, masyarakat harus terus disiplin menjalankan protokol kesehatan.

KESEHATAN | 16 Januari 2021

Kasus Harian Covid-19 di Jakarta dan Jabar Juga Pecah Rekor

Tak hanya secara nasional, rekor penambahahan kasus ini juga terjadi di provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat (Jabar).

KESEHATAN | 16 Januari 2021

Januari, Waktunya Deteksi Dini Kanker Serviks

Angka kejadian dan kematian akibat kanker serviks di Indonesia masih tertinggi kedua setelah kanker payudara.

KESEHATAN | 16 Januari 2021

Bertambah 14.224, Kasus Covid-19 Pecah Rekor 4 Hari Beruntun

Kasus harian Covid-19 empat hari secara beruntun mengukir rekor baru. Kali ini, terdapat penambahan kasus baru 14.224.

KESEHATAN | 16 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS