RS Diminta Menambah Jumlah Tempat Tidur Pasien Covid-19
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.204 (-2.06)   |   COMPOSITE 6290.8 (-32.05)   |   DBX 1362.34 (-1)   |   I-GRADE 180.342 (-1.16)   |   IDX30 506.102 (-3.59)   |   IDX80 136.192 (-1.32)   |   IDXBUMN20 397.025 (-3.48)   |   IDXESGL 139.555 (-0.83)   |   IDXG30 142.425 (-1.56)   |   IDXHIDIV20 448.193 (-3.29)   |   IDXQ30 145.469 (-0.81)   |   IDXSMC-COM 298.549 (-2.25)   |   IDXSMC-LIQ 357.569 (-6.36)   |   IDXV30 134.488 (-2.08)   |   INFOBANK15 1048.13 (3.23)   |   Investor33 435.467 (-1.63)   |   ISSI 181.572 (-2.16)   |   JII 618.362 (-9.56)   |   JII70 218.204 (-3.25)   |   KOMPAS100 1215.76 (-9.91)   |   LQ45 948.468 (-7.11)   |   MBX 1702.13 (-9.99)   |   MNC36 323.237 (-1.37)   |   PEFINDO25 323.55 (-1.68)   |   SMInfra18 308.555 (-4.24)   |   SRI-KEHATI 369.754 (-1.01)   |  

RS Diminta Menambah Jumlah Tempat Tidur Pasien Covid-19

Senin, 18 Januari 2021 | 00:36 WIB
Oleh : Dina Manafe / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Lonjakan kasus positif Covid-19 beberapa hari terakhir, hingga menyentuh angka 14.224 pada Sabtu (16/1/2021) menyebabkan sejumlah rumah sakit (RS) penuh. Bed occupancy rate (BOR) atau tingkat hunian RS di DKI Jakarta maupun sejumlah daerah lain bahkan lebih dari 90%.

Seluruh RS baik milik pemerintah maupun swasta diminta untuk segera merespons surat edaran (SE) Kementerian Kesehatan (Kemkes) terkait penambahan kuota tempat tidur untuk pasien Covid-19.

Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemkes, Abdul Kadir, mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan SE kepada dinas kesehatan dan seluruh rumah sakit untuk meminta mereka menambah kuota tempat tidur bagi pasien Covid-19 sejumlah 30% hingga 40%.

“SE Menkes sudah ada sejak minggu lalu untuk meminta seluruh RS melakukan konversi atau penambahan sekitar 30% sampai 40%. Kami minta sedapat mungkin semua RS harus merespons SE ini,” kata Kadir kepada Beritasatu.com, Minggu (17/1/2021).

Kadir mengatakan, SE ini sifatnya wajib, tetapi tetap memperhatikan kondisi RS memungkinkan atau tidak untuk menambah kuota. Untuk RS vertikal atau di bawah Kemenkes diwajibkan segera menambah kuota 40%. Seluruh RS yang melayani Covid-19 sendiri berjumlah 2.000 lebih.

Menurut Kadir, yang diminta ke RS adalah tempat tidur yang selama ini untuk perawatan pasien non Covid-19 dikonversi menjadi tempat perawatan pasien Covid-19. Pasalnya ada beberapa RS memiliki jumlah tempat tidur banyak, tetapi pemanfaatan untuk pasien Covid-19 masih sedikit. Dengan demikian RS tersebut tidak perlu menambah biaya, waktu dan tenaga untuk meningkatkan kapasitas. Tenaga kesehatan yang sudah ada pun bisa dioptimalkan.

“Kita tidak minta untuk penambahan gedung, ruang atau tempat tidur baru. Yang kita minta adalah konversi. Misalnya dari total tempat tidur RS di DKI Jakarta ada 5.000, yang selama ini didedikasikan untuk Covid-19 hanya 10%, maka kita minta naikkan jadi 30% atau 40%,” kata Kadir.

Menurut Kadir, dalam beberapa hari terakhir penambahan kasus tinggi, tetapi tidak semuanya masuk RS. Karena berapa banyak pun tempat tidur yang disediakan tetap akan jebol bila seluruh pasien positif dirawat di RS.

Kadir mengingatkan RS untuk menerapkan seleksi terhadap pasien yang dirawat berdasarkan buku panduan penanganan dan penanggulangan Covid-19 edisi 5 bahwa RS wajib selektif terhadap pasien yang dirawat. Pasien positif tanpa gejala atau gejala ringan harus isolasi mandiri di rumah atau isolasi terpusa.

Isolasi terpusat misalnya dirawat di Wisma Atlet, hotel, dan tempat tempat isolasi yang disediakan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Juga isolasi mandiri di rumah apabila rumahnya memungkinkan, misalnya memiliki ruang terpisah dari anggota keluarga lain dan bisa mengatur diri sendiri.

“Bahkan untuk untuk kondisi sedang pun masih dimungkinkan untuk dirawat di Wisma Atlet. Jadi yang masuk RS itu mereka yang benar-benar sakit berat dan kritis. Ini kita RS benar-benar lakukan ini sesuai panduan yang ada,” kata Kadir.

Persoalannya, menurut Kadir, banyak masyarakat komplain hingga di media sosial karena tidak dirawat di RS. Ketika mendapatkan hasil tes PCR positif mereka menuntut untuk dirawat di RS. Padahal sebenarnya tidak perlu perawatan RS karena dalam kondisi ringan.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemkes, Siti Nadia Tarmidzi mengatakan, pasien Covid-19 dengan gejala ringan dan sedang masing-masing 40%. Sedangkan pasien dengan kondisi berat dan membutuhkan perawatan di RS hanya 15%, dan yang kritis atau membutuhkan ICU hanya 5%.

Karena itulah menurut dia pentingnya meningkatkan upaya 3T, yaitu testing (pemeriksaan), tracing (pelacakan), dan treatment (perawatan) atau isolasi. Juga meningkatkan kepatuhan terhadap 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak/menjauhi kerumunan, dan mencuci tangan sesering mungkin.

“Kalau kita mendapatkan diri kita dalam kondisi asimtomatik atau tanpa gejala, maka tentu kita tidak akan sampai pada posisi gejala ringan sampai berat. Karena kita sudah mengisolasi diri, dan mencegah kondisi parah, sehingga tidak perlu repot-repot cari RS atau ICU,” kata Nadia.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pakar Epidemiologi: Jumlah Kasus Covid-19 Meningkat di Wilayah Perkotaan

Jumlah kasus meningkat harian karena ada peningkatan jumlah testing. Pasalnya, secara nasional jumlah spesimen yang dites per hari mencapai 80.000.

KESEHATAN | 17 Januari 2021

Prudential Gandeng SuperM Kampanyekan Hidup Sehat dan Bugar

Prudential dan SuperM akan mengadakan serangkaian acara untuk memotivasi masyarakat menjalani hidup yang lebih sehat dan bugar.

KESEHATAN | 17 Januari 2021

Update Covid-19, Tambah 11.287, Kasus Positif di Indonesia Tembus 900.000

Kasus Covid-19 di Indonesia hari ini masih di atas 11.000 dan secara total menembus jumlah 900.000.

KESEHATAN | 17 Januari 2021

Laporan Efek Samping Vaksinasi Covid-19 Belum Ditemukan

Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) merupakan dampak alamiah dari produk vaksin.

KESEHATAN | 17 Januari 2021

IDI: Vaksin Mandiri Dorong Keberhasilan Target Pemerintah

IDI mengatakan alangkah lebih baik jika vaksinasi mandiri ini bisa dilakukan oleh perusahaan swasta dan rumah sakit swasta dengan biaya pribadi.

KESEHATAN | 17 Januari 2021

Sukmo Harsono Siap Jadi Dubes Pertama yang Divaksin

Pemberian vaksin di Republik Panama akan dilakukan secara empat tahap.

KESEHATAN | 16 Januari 2021

Masyarakat Diminta Tidak Ragu Divaksinasi

Panglima TNI menegaskan kepada seluruh prajurit di TNI serta masyarakat untuk turut serta menyukseskan program vaksinasi gratis tersebut.

KESEHATAN | 16 Januari 2021

Masker dan Vaksin Sama Penting untuk Melawan Covid-19

Setelah adanya vaksinasi, masyarakat harus terus disiplin menjalankan protokol kesehatan.

KESEHATAN | 16 Januari 2021

Kasus Harian Covid-19 di Jakarta dan Jabar Juga Pecah Rekor

Tak hanya secara nasional, rekor penambahahan kasus ini juga terjadi di provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat (Jabar).

KESEHATAN | 16 Januari 2021

Januari, Waktunya Deteksi Dini Kanker Serviks

Angka kejadian dan kematian akibat kanker serviks di Indonesia masih tertinggi kedua setelah kanker payudara.

KESEHATAN | 16 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS