Logo BeritaSatu

RS Diminta Menambah Jumlah Tempat Tidur Pasien Covid-19

Senin, 18 Januari 2021 | 00:36 WIB
Oleh : Dina Manafe / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Lonjakan kasus positif Covid-19 beberapa hari terakhir, hingga menyentuh angka 14.224 pada Sabtu (16/1/2021) menyebabkan sejumlah rumah sakit (RS) penuh. Bed occupancy rate (BOR) atau tingkat hunian RS di DKI Jakarta maupun sejumlah daerah lain bahkan lebih dari 90%.

Seluruh RS baik milik pemerintah maupun swasta diminta untuk segera merespons surat edaran (SE) Kementerian Kesehatan (Kemkes) terkait penambahan kuota tempat tidur untuk pasien Covid-19.

Advertisement

Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemkes, Abdul Kadir, mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan SE kepada dinas kesehatan dan seluruh rumah sakit untuk meminta mereka menambah kuota tempat tidur bagi pasien Covid-19 sejumlah 30% hingga 40%.

“SE Menkes sudah ada sejak minggu lalu untuk meminta seluruh RS melakukan konversi atau penambahan sekitar 30% sampai 40%. Kami minta sedapat mungkin semua RS harus merespons SE ini,” kata Kadir kepada Beritasatu.com, Minggu (17/1/2021).

Kadir mengatakan, SE ini sifatnya wajib, tetapi tetap memperhatikan kondisi RS memungkinkan atau tidak untuk menambah kuota. Untuk RS vertikal atau di bawah Kemenkes diwajibkan segera menambah kuota 40%. Seluruh RS yang melayani Covid-19 sendiri berjumlah 2.000 lebih.

Menurut Kadir, yang diminta ke RS adalah tempat tidur yang selama ini untuk perawatan pasien non Covid-19 dikonversi menjadi tempat perawatan pasien Covid-19. Pasalnya ada beberapa RS memiliki jumlah tempat tidur banyak, tetapi pemanfaatan untuk pasien Covid-19 masih sedikit. Dengan demikian RS tersebut tidak perlu menambah biaya, waktu dan tenaga untuk meningkatkan kapasitas. Tenaga kesehatan yang sudah ada pun bisa dioptimalkan.

“Kita tidak minta untuk penambahan gedung, ruang atau tempat tidur baru. Yang kita minta adalah konversi. Misalnya dari total tempat tidur RS di DKI Jakarta ada 5.000, yang selama ini didedikasikan untuk Covid-19 hanya 10%, maka kita minta naikkan jadi 30% atau 40%,” kata Kadir.

Menurut Kadir, dalam beberapa hari terakhir penambahan kasus tinggi, tetapi tidak semuanya masuk RS. Karena berapa banyak pun tempat tidur yang disediakan tetap akan jebol bila seluruh pasien positif dirawat di RS.

Kadir mengingatkan RS untuk menerapkan seleksi terhadap pasien yang dirawat berdasarkan buku panduan penanganan dan penanggulangan Covid-19 edisi 5 bahwa RS wajib selektif terhadap pasien yang dirawat. Pasien positif tanpa gejala atau gejala ringan harus isolasi mandiri di rumah atau isolasi terpusa.

Isolasi terpusat misalnya dirawat di Wisma Atlet, hotel, dan tempat tempat isolasi yang disediakan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Juga isolasi mandiri di rumah apabila rumahnya memungkinkan, misalnya memiliki ruang terpisah dari anggota keluarga lain dan bisa mengatur diri sendiri.

“Bahkan untuk untuk kondisi sedang pun masih dimungkinkan untuk dirawat di Wisma Atlet. Jadi yang masuk RS itu mereka yang benar-benar sakit berat dan kritis. Ini kita RS benar-benar lakukan ini sesuai panduan yang ada,” kata Kadir.

Persoalannya, menurut Kadir, banyak masyarakat komplain hingga di media sosial karena tidak dirawat di RS. Ketika mendapatkan hasil tes PCR positif mereka menuntut untuk dirawat di RS. Padahal sebenarnya tidak perlu perawatan RS karena dalam kondisi ringan.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemkes, Siti Nadia Tarmidzi mengatakan, pasien Covid-19 dengan gejala ringan dan sedang masing-masing 40%. Sedangkan pasien dengan kondisi berat dan membutuhkan perawatan di RS hanya 15%, dan yang kritis atau membutuhkan ICU hanya 5%.

Karena itulah menurut dia pentingnya meningkatkan upaya 3T, yaitu testing (pemeriksaan), tracing (pelacakan), dan treatment (perawatan) atau isolasi. Juga meningkatkan kepatuhan terhadap 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak/menjauhi kerumunan, dan mencuci tangan sesering mungkin.

“Kalau kita mendapatkan diri kita dalam kondisi asimtomatik atau tanpa gejala, maka tentu kita tidak akan sampai pada posisi gejala ringan sampai berat. Karena kita sudah mengisolasi diri, dan mencegah kondisi parah, sehingga tidak perlu repot-repot cari RS atau ICU,” kata Nadia.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Jantung dan Kanker Paling Banyak Kuras Kantong BPJS Kesehatan

Penyakit jantung menjadi yang paling besar menguras anggaran program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan.

NEWS | 30 Januari 2023

Boris Johnson Ngaku Pernah Diancam Putin Mau Dirudal

Putin ternyata pernah mengancam Boris Johnson secara pribadi, akan mengirimkan rudal kepada mantan perdana menteri Inggris itu, menjelang invasi ke Ukraina.

NEWS | 30 Januari 2023

2 Hari Diguyur Hujan, 4 Desa di Sidoarjo Terendam Banjir

Hujan deras dengan intensitas tinggi selama dua hari menyebabkan empat desa di Tanggulangin, Sidoarjo terendam banjir. 

NEWS | 30 Januari 2023

Cak Imin Usul Jabatan Gubernur Dihapus

Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengusulkan agar jabatan gubernur di Indonesi untuk dihapus karena dinilai tidak fungsional.

NEWS | 30 Januari 2023

Kasus Brigadir J, Jaksa Minta Hakim Tolak Pembelaan Bharada E

Jaksa penuntut umum meminta majelis hakim menolak pleidoi atau pembelaan dari Bharada Richard Eliezer atau Bharada E dalam kasus Brigadir J.

NEWS | 30 Januari 2023

Kapolda Metro Berduka untuk Mahasiswa UI yang Tewas Ditabrak

Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran menyampaikan duka untuk Hasya Athallah Saputra, mahasiswa UI yang tewas ditabrak pensiunan polisi. 

NEWS | 30 Januari 2023

Dilantik Ganjar, Hevearita Jadi Wali Kota Perempuan Pertama di Semarang

Hevearita Gunaryanti Rahayu pada Senin (30/01/2023) siang resmi dilantik menjadi Wali Kota Semarang hingga masa jabatan 2026 mendatang.

NEWS | 30 Januari 2023

Gibran Persilahkan Polisi Dalami Pemain Persis Solo yang Pukul Suporter Persita

Gibran mempersilahkan kepolisan untuk mendalami mengenai video yang beredar diduga pemain Persis Solo yang memukul oknum suporter Persita pelempar batu.

NEWS | 30 Januari 2023

Pleidoi Ditolak Jaksa, Pengacara: Bharada E Ikhlas dan Sabar

Bharada E ikhlas dan sabar setelah pleidoinya ditolak jaksa dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

NEWS | 30 Januari 2023

Sopir Audi Penabrak Mahasiswi di Cianjur Ditahan Polisi

Sugeng Guruh, sopir Audi langsung ditahan seusai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus tabrak lari mahasiswi Cianjur, Selvi Amalia Nuraini.

NEWS | 30 Januari 2023


TAG POPULER

# Serial Killer


# Mahasiswa UI Ditabrak


# Tukang Becak Bobol BCA


# Biaya Haji 2023


# Pembunuhan di Depok


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
BPJS Kesehatan Catat Dana Jaminan Sosial Surplus Rp 56,51 Triliun

BPJS Kesehatan Catat Dana Jaminan Sosial Surplus Rp 56,51 Triliun

EKONOMI | 10 detik yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE