Maret 2021, Bibit Vaksin Merah Putih Diserahkan ke Biofarma
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Maret 2021, Bibit Vaksin Merah Putih Diserahkan ke Biofarma

Senin, 18 Januari 2021 | 20:37 WIB
Oleh : Ari Supriyanti Rikin / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Vaksin Merah Putih untuk mencegah Covid-19 yang dikembangkan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman terus diupayakan. Ditargetkan pada Maret 2021, Eijkman menyerahkan bibit vaksin ke Biofarma.

Meski Indonesia sudah mengimpor jutaan vaksin. Pengembangan vaksin dalam negeri tetap harus dilakukan untuk mendukung kemandirian bangsa dan mengantisipasi jika terjadi mutasi virus.

Menteri Riset dan Teknologi sekaligus Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan, vaksin Merah Putih adalah pengembangan vaksin berbasis virus atau strain yang bertransmisi di Indonesia dan dikembangkan oleh peneliti Indonesia dan diproduksi juga oleh pabrik di Indonesia.

"Jadi kita ingin benar-benar mendorong kemandirian pengembangan vaksin di Indonesia baik terhadap Covid-19 yang saat ini menjadi prioritas maupun nanti terhadap penyakit-penyakit menular lainnya," katanya dalam rapat kerja Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek) dan rapat dengar pendapat Eijkman bersama Komisi VII DPR di Jakarta, Senin (18/1/2021).

Bambang menjelaskan, saat ini sudah ada 6 platform dari vaksin Merah Putih. Pengembangan vaksin tersebut dilakukan oleh Eijkman berbasis protein rekombinan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) protein rekombinan dengan metodologi yang berbeda, Universitas Indonesia (UI) berbasis DNA MRNA dan virus like particle. Kemudian ada juga Universitas Airlangga dengan platform adenovirus, Institut Teknologi Bandung (ITB) protein rekombinan, adenovirus serta Universitas Gadjah Mada dengan protein rekombinan.

"Meski ada enam platform, tujuannya melahirkan vaksin Merah Putih untuk Covid-19," ucapnya.

Sedangkan untuk kerja sama triple helix, Kemristek tidak hanya mengajak Biofarma yang saat ini sebagai satu- satunya produsen vaksin di Indonesia, tetapi juga mengajak beberapa perusahaan swasta agar bisa menjadi backup dari Biofarma dan bisa mempercepat upaya lahirnya vaksin Merah Putih ini.

"Eijkman diperkirakan Maret 2021 bibit vaksinnya sudah bisa diberikan ke Biofarma. Tugas kami Kemristek/BRIN sampai ke bibit vaksin diberikan kepada pabrik Biofarma," ucapnya.

Setelah itu untuk uji klinis dan pengolahan vaksinnya menjadi kecepatan Biofarma disupport oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) .

Menurutnya, kunci kecepatan lahirnya vaksin bergantung Biofarma dan BPOM. Tugas Kemristek secepat mungkin memberikan bibit vaksin ke Biofarma.

Sementara itu lanjutnya, untuk LIPI baru mulai, jadi prosesnya lebih lambat dibanding Eijkman meskipun memiliki metode yang sama.

Kemudian UI diperkirakan Juni atau pertengahan tahun 2021 sudah mulai bisa membuat sel mamalia yang nantinya dipakai menjadi bibit vaksin. Harapannya kalau memungkinkan bisa diserahkan bibit sebelum akhir tahun 2021.

Untuk ITB pada Desember 2021 diperkirakan masuk uji imunogenitas di mencit atau uji praklinis di hewan. Untuk Universitas Airlangga, diharapkan Februari 2021 sudah ada produksi sintetiknya dan uji klinis sekitar pertengahan dan akhir 2021 sudah bisa produksi. UGM tahun 2021 kemungkinan dalam tahapan riset.

"Dari enam ini boleh dibilang yang perkembangan paling cepat adalah dari Eijkman. Diharapkan dari Eijkman ada dua protein rekombinan berbasis mamalia dan berbasis ragi (yeast).

Utamakan Keamanan
Pada Maret 2020, saat Indonesia mulai mengalami pandemi dan Kemristek langsung membuat konsorsium riset dan menugaskan Eijkman untuk langsung mulai pengembangan vaksin. Saat itu yang dikembangkan protein rekombinan. Waktu itu awalnya disepakati dengan ekspresi sel mamalia.

Tapi dalam perkembangan setelah tiga empat bulan berjalan ada perubahan dari Biofarma. Menurut Biofarma kalau memakai mamalia akan kesulitan untuk bisa memprosesnya nanti, sehingga diminta Eijkman untuk mengubah dari sel mamalia ke sel ragi. Ada proses yang sudah berjalan tapi kemudian memulai yang baru dengan ragi dan dijalankan paralel.

"Kita terus berkomunikasi dengan Biofarma dan BPOM untuk melakukan percepatan karena Biofarma hanya bisa melakukan dua platform saat ini protein rekombinan dengan Eijkman dan inactivated virus dengan Sinovac," paparnya.

Biofarma lanjutnya, belum bisa melakukan platform lain seperti adenovirus dan DNA mRNA saat ini dikembangkan Universitas Airlangga dan UI. Kemristek sedang berupaya mencari perusahaan swasta untuk melakukan investasi dan bergabung dalam konsorsium pengembangan vaksin agar bisa fokus pada platform yang saat ini belum bisa dikembangkan Biofarma karena keterbatasan fasilitas dan teknologi.

Ia mengungkapkan, ada perusahaan Biotis yang serius dan memiliki kapasitas besar bisa produksi 700 juta dosis per tahun. Tapi Biotis harus mendapat izin cara pembuatan obat yang baik (CPOB) dari BPOM.

Dengan izin tersebut, produsen bisa ikut memproduksi vaksin. Tapi harus bekerja dengan Biofarma karena belum punya pengalaman membuat vaksin untuk manusia.

Sementara itu, saat Eijkman sudah menyerahkan bibit vaksin ke Biofarma, perusahaan ini harus melakukan uji pra klinis lagi dengan hewan kemudian ada waktu lakukan scaling up secara klinis, karakteristisasi atau validasi. Tujuannya untuk membersihkan karena dari mamalia maka bibit vaksin harus dibersihkan sehingga tidak ada virus berbahaya yang mengganggu safety dari vaksinnya.

Dengan upaya itu, Kemristek mendorong agar vaksinasi dengan vaksin Merah Putih bisa dilakukan di akhir 2021. Saat ini BPOM sudah memberikan petunjuk bahwa dari uji klinis hingga mendapatkan emergency use authorization (EUA) bisa dilakukan paling cepat 8 bulan.

"Ini didorong supaya uji klinis tahap pertama bisa lebih cepat, setelah Biofarma lakukan scaling up dan purifikasi bibit vaksin yang disampaikan Eijkman," imbuhnya.

Nantinya kata Bambang, setelah dilakukan produksi dan vaksinansi tetap dilakukan post marketing surveilans.

Bambang menegaskan, alasan Indonesia tetap mengembangkan vaksin Merah Putih meskipun pemerintah sudah mengimpor jutaan vaksin untuk vaksinasi Covid-19. Ia menjelaskan ada dua hal yang menjadi pertimbangan, pertama, belum ada yang mengetahui berapa lama daya tahan tubuh setelah divaksin. Diperkirakan kekebalan tidak terjadi seumur hidup, padahal virus Covid-19 belum hilang dan perlu adanya revaksinasi. Dalam revaksinasi ini Indonesia butuh kemandirian.

Kedua, seperti vaksin flu ada kemungkinan mutasi dari virus Covid-19. Berkembang saat ini ada mutasi dari Inggris, Afrika Selatan dan Brasil. Sampai saat ini dari pengamatan, mutasi tersebut belum mengganggu kinerja vaksin dan masih mampu menciptakan daya tahan tubuh terhadap Covid-19.

"Kita tidak tahu mutasi di masa depan yang mengharuskan kita mengubah vaksinnya seperti vaksin flu. Kalau di negara-negara dingin vaksin flu diberi setahun sekali dan tiap dua tahun diganti subtansi vaksinnya karena mutasi virus flu itu," paparnya.

Sementara itu, negara lain yang mengimpor vaksin namun tetap melakukan pengembangan vaksin adalah Turki. Negara tersebut mengembangkan vaksin dengan 5 platform namun belum ada yang siap divaksinansi. Risetnya masih di tataran laboratorium dan proses uji klinisnya tidak berbeda dengan Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof Amin Soebandrio menyebut, tugas pengembangan vaksin dilakukan sesuai jadwal yakni 12 bulan.

"Akhir Maret 2021, kami serahkan bibit vaksin ke Biofarma. Kemudian Biofarma harus memproses sesuai kaidah-kaidah yang memang sudah lazim untuk mengembangan vaksin. Untuk memastikan vaksin aman, efektif dan halal," katanya.

Ketiga syarat itu yang harus Eijkman penuhi sehingga dari sekarang pun Eijkman sudah berkomunikasi dengan BPOM maupun MUI untuk memastikan produk-produk ini memiliki ketiga syarat tadi.

Biofarma harus memastikan ketiga syarat tersebut sehingga vaksin yang diproduksi sudah tidak ada cemaran bahan-bahan berbahaya.

"Jika semua lancar uji klinis bisa segera dilakukan di kuartal empat tahun ini. Kalau melihat vaksin-vaksin yang lain dalam enam bulan sudah bisa diberikan EUA. Kita berharap di awal 2022 sudah bisa dapat itu dan bisa mulai diproduksi massal," tuturnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sebaran Kasus Covid-19 Hari Ini, Jakarta Tambah 2.361

DKI Jakarta masih menjadi provinsi penyumbang terbanyak dengan 2.361 sehingga total menjadi 229.726.

KESEHATAN | 18 Januari 2021

Airlangga: Jangan Kendur Terapkan 3M

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Airlangga Hartarto, mengimbau masyarakat agar tidak mengendurkan penerapan 3M.

KESEHATAN | 18 Januari 2021

NeoClinic Buka Layanan Swab Test Drive Thru di Surabaya

NeoClinic bekerjasama dengan Ralali menghadirkan fasilitas drive thru tes Covid-19 di Surabaya.

KESEHATAN | 18 Januari 2021

Giliran Kasus Sembuh Covid-19 Kembali Catat Rekor Baru

Terdapat penambahan kasus sembuh sebanyak 9.475, memecahkan rekor sebelumnya sebanyak 9.102 yang terjadi sehari sebelumnya.

KESEHATAN | 18 Januari 2021

Dengan Positivity Rate Kisaran 30%, Kasus Aktif Masih Terus Meningkat

Epidemiolog Universitas Indonesia, Iwan Ariawan, mengatakan, semakin banyaknya testing tidak signifikan menambah kasus baru apabila positivity rate rendah.

KESEHATAN | 18 Januari 2021

RS Diminta Menambah Jumlah Tempat Tidur Pasien Covid-19

RS diminta tempat tidur yang selama ini untuk perawatan pasien non Covid-19 dikonversi menjadi tempat perawatan pasien Covid-19.

KESEHATAN | 18 Januari 2021

Pakar Epidemiologi: Jumlah Kasus Covid-19 Meningkat di Wilayah Perkotaan

Jumlah kasus meningkat harian karena ada peningkatan jumlah testing. Pasalnya, secara nasional jumlah spesimen yang dites per hari mencapai 80.000.

KESEHATAN | 17 Januari 2021

Prudential Gandeng SuperM Kampanyekan Hidup Sehat dan Bugar

Prudential dan SuperM akan mengadakan serangkaian acara untuk memotivasi masyarakat menjalani hidup yang lebih sehat dan bugar.

KESEHATAN | 17 Januari 2021

Update Covid-19, Tambah 11.287, Kasus Positif di Indonesia Tembus 900.000

Kasus Covid-19 di Indonesia hari ini masih di atas 11.000 dan secara total menembus jumlah 900.000.

KESEHATAN | 17 Januari 2021

Laporan Efek Samping Vaksinasi Covid-19 Belum Ditemukan

Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) merupakan dampak alamiah dari produk vaksin.

KESEHATAN | 17 Januari 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS