Indonesia Butuh 5.000 Pendonor Plasma Konvalesen Per Bulan
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

Indonesia Butuh 5.000 Pendonor Plasma Konvalesen Per Bulan

Senin, 18 Januari 2021 | 21:50 WIB
Oleh : Dina Manafe / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Penambahan kasus aktif Covid-19 masih terus terjadi. Saat ini ada 26.282 orang yang sedang dalam perawatan dan isolasi. Mereka membutuhkan pengobatan untuk sembuh dari ancaman Covid-19. Salah satu pengobatan yang kini dikembangkan adalah plasma konvalesen atau plasma penyintas Covid-19. Menurut Palang Merah Indonesia (PMI) Indonesia membutuhkan sedikitnya 5.000 pendonor atau lima kali lipat dari suplai saat ini.

Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, mengatakan, saat ini baru 1.000 plasma konvalesen yang disuplai. Jumlah ini harus ditingkatkan lima kali lipat atau sekitar 5.000 per bulan. Setiap hari menurut Jusuf Kalla ada permintaan plasma konvalesen di seluruh Indonesia sebanyak 200 donor atau sedikitnya 5.000 lebih per bulan. Tetapi kebutuhan ini baru terpenuhi 40 donor per hari.

“Ini masih sangat kurang dari kebutuhan. Banyak sekali yang mengantre. Dibutuhkan pendonor lima kali lipat dari saat ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, dan mengurangi tingkat kematian,” kata Jusuf Kalla pada “Pencanangan Gerakan Nasional Donor Plasma Konvalesen” di Kantor Pusat PMI, Jakarta, Senin (18/1).

Menurut Kalla, ketersediaan plasma konvalasen perlu ditingkatkan, dan ini sebetulnya mudah dilakukan kalau lebih banyak penyintas Covid-19 yang tergerak untuk mendonorkan plasmanya. Secara potensi sebetulnya cukup besar di Indonesia, karena penyintas atau pasien Covid-19 yang sembuh cukup besar, yaitu 745.935 orang per Senin. Sebagian besar penyintas bisa mendonorkan plasmanya kecuali yang sedang hamil dan faktor usia. Dari 745.935 penyintas Covid-19 tersebut, cukup 20% saja yang mendonorkan plasmanya sebenarnya cukup memenuhi kebutuhan.

“Katakanlah 20% saja yang mendonorkan plasmanya, maka semua kebutuhan dapat dipenuhi, dan Insyaallah kematian akan berkurang. Donor tiga orang bisa selamatkan tiga sampai enam penderita Covid-19,” kata Kalla.

Menurut Kalla, secara kapasitas unit donor darah (UDD) PMI di seluruh Indonesia cukup memadai. Tetapi persoalannya pada minimnya pendonor. Hal ini mendorong pemerintah untuk mencanangkan Gerakan Nasional Donor Plasma Konvalesen pada hari ini, Senin (18/1/2021). Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin secara resmi mencanangkan gerakan ini yang juga dihadiri Menko PMK Muhadjir Effendy, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Riset dan Teknolog Bambang Brodjonegoro, dan kepala lembaga.

Pencanangan gerakan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat Indonesia, khususnya para penyintas Covid-19 agar mau mendonorkan plasma konvalesen kepada pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Pasalnya merujuk data, jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 pada awal tahun 2021 terus meningkat bahkan seiring meningkatnya jumlah pasien dengan gejala sedang sampai berat yang dirawat di rumah sakit.

Namun, fakta tersebut belum diimbangi ketersediaan tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19 yang sangat minim, ruang perawatan ICU yang penuh, serta ruang isolasi dan alat ventilator yang juga masih kurang.

Wapres pun menekankan apabila hal itu tidak ditangani dengan cepat dan tanggap maka akan semakin mempersulit proses penyembuhan, memperpanjang lama rawat inap, dan meningkatkan mortalitas akibat Covid-19 di Indonesia.

“Untuk itu saya mengimbau dalam situasi apa pun, kita harus selalu siap sedia untuk menolong sesama yang membutuhkan sesuai kemampuan kita masing-masing. Bagi para penyintas Covid-19 untuk siap sedia secara sukarela menjadi pendonor plasma konvalesen apabila menurut hasil pemeriksaan dokter memenuhi persyaratan,” kata Wapres.

Ia menyebutkan data per-14 Januari 2021, dari 703.464 orang yang sudah sembuh dari Covid-19 baru 1% yang menjadi pendonor plasma konvalesen. Padahal dengan menjadi pendonor plasma konvalesen setidaknya akan membantu menyelamatkan nyawa orang lain.

Menko PMK, Muhadjir Effendy mengatakan, potensi dari donor plasma konvalesen hingga tiga bulan ke depan dapat dilihat dari jumlah pasien rumah sakit yang telah sembuh dari Covid-19 pada periode November-Desember 2020.

Adapun jumlah mantan pasien yang sembuh pada periode November 2020 sebanyak 37.837 orang terdiri dari laki-laki sebanyak 15.626 dan perempuan 17.177. Sedangkan yang sembuh pada periode Desember 2020 sebanyak 48.272 orang terdiri dari laki-laki 19.936 dan perempuan 21.915.

“Potensi tersebut, khususnya pria, perlu digerakkan untuk mendonorkan plasmanya sehingga pasien yang sedang dalam perawatan di rumah sakit memiliki peluang selamat lebih besar,” kata Muhadjir.

Lebih detail, menurut Muhadjir, digunakannya plasma konvalesen sebagai terapi tambahan pasien Covid-19 dilatarbelakangi oleh plasma pasien yang telah sembuh Covid-19 diduga memiliki efek terapeutik karena memiliki antibodi terhadap SARS-Cov-2. Sementara itu, plasma konvalesen diambil dari pasien yang didiagnosa Covid-19 dan sudah 14 hari dinyatakan sembuh dari infeksi Covid-19. Ditandai dengan dua kali pemeriksaan swab menggunakan RT-PCR dengan hasil negatif.

“Untuk mengurangi risiko kematian maka diperlukan tindakan untuk meningkatkan imun salah satunya yaitu melalui terapi plasma konvalesen ini,” kata Muhadjir.

Plasma konvalesen sendiri adalah cairan darah yang merupakan antibodi Covid-19 yang berasal dari penyintas Covid-19. Benefitnya untuk meningkatkan antibodi dan menurunkan jumlah virus pada penderita Covid-19. Penyintas Covid-19 dapat membantu demi kemanusiaan dengan berdonor plasma konvalesen yang sangat dibutuhkan oleh pasien Covid-19 yang masih berjuang untuk sembuh.

Berdasarkan hasil penelitian awal RS di Malang menunjukkan bahwa pemanfaatan plasma konvalesen bagi pasien Covid-19 sangat tinggi. Mereka yang menderita sakit berat, yang diintervensi dengan plasma konvalesen tingkat kesembuhan capai 100%. Sedangkan yang status kritis angka kesembuhan capai 85%.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Unilever Siap Bantu Rantai Pasok Dingin Distribusi Vaksin Covid-19

Unilever sudah bertemu Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin terkait rencana distribusi vaksin.

KESEHATAN | 18 Januari 2021

Maret 2021, Bibit Vaksin Merah Putih Diserahkan ke Biofarma

Ditargetkan pada Maret 2021, Eijkman menyerahkan bibit vaksin ke Biofarma.

KESEHATAN | 18 Januari 2021

Sebaran Kasus Covid-19 Hari Ini, Jakarta Tambah 2.361

DKI Jakarta masih menjadi provinsi penyumbang terbanyak dengan 2.361 sehingga total menjadi 229.726.

KESEHATAN | 18 Januari 2021

Airlangga: Jangan Kendur Terapkan 3M

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Airlangga Hartarto, mengimbau masyarakat agar tidak mengendurkan penerapan 3M.

KESEHATAN | 18 Januari 2021

NeoClinic Buka Layanan Swab Test Drive Thru di Surabaya

NeoClinic bekerjasama dengan Ralali menghadirkan fasilitas drive thru tes Covid-19 di Surabaya.

KESEHATAN | 18 Januari 2021

Giliran Kasus Sembuh Covid-19 Kembali Catat Rekor Baru

Terdapat penambahan kasus sembuh sebanyak 9.475, memecahkan rekor sebelumnya sebanyak 9.102 yang terjadi sehari sebelumnya.

KESEHATAN | 18 Januari 2021

Dengan Positivity Rate Kisaran 30%, Kasus Aktif Masih Terus Meningkat

Epidemiolog Universitas Indonesia, Iwan Ariawan, mengatakan, semakin banyaknya testing tidak signifikan menambah kasus baru apabila positivity rate rendah.

KESEHATAN | 18 Januari 2021

RS Diminta Menambah Jumlah Tempat Tidur Pasien Covid-19

RS diminta tempat tidur yang selama ini untuk perawatan pasien non Covid-19 dikonversi menjadi tempat perawatan pasien Covid-19.

KESEHATAN | 18 Januari 2021

Pakar Epidemiologi: Jumlah Kasus Covid-19 Meningkat di Wilayah Perkotaan

Jumlah kasus meningkat harian karena ada peningkatan jumlah testing. Pasalnya, secara nasional jumlah spesimen yang dites per hari mencapai 80.000.

KESEHATAN | 17 Januari 2021

Prudential Gandeng SuperM Kampanyekan Hidup Sehat dan Bugar

Prudential dan SuperM akan mengadakan serangkaian acara untuk memotivasi masyarakat menjalani hidup yang lebih sehat dan bugar.

KESEHATAN | 17 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS