Penanaman Cip pada Vaksin Hanyalah Hoax
Logo BeritaSatu

Penanaman Cip pada Vaksin Hanyalah Hoax

Selasa, 19 Januari 2021 | 22:15 WIB
Oleh : Dina Fitri Anisa / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, terus menghimbau agar masyarakat Indonesia tidak mempercayai berita hoax yang tersebar luas di sosial media ataupun pesan berantai.

Salah satunya adalah sebuah pesan ataupun pemberitaan yang menyebarkan isu terkait penanaman cip atau komponen manajemen sistem yang dapat melacak masyarakat penerima vaksin.

“Pada kesempatan ini, saya menegaskan bahwa berita itu adalah berita bohong atau hoax, tidak ada cip di dalam vaksin. Terkait kode yang disinyalir ada pada vaksin, kode tersebut ada pada barcode yang menempel pada botol cairan vaksin dan tidak akan menempel pada orang yang divaksin," jelas Wiku dalam siaran langsung Perkembangan Penanganan Covid-19, Selasa (19/1/2021).

Dirinya juga menerangkan, fungsi dari barcode yang diisukan ditempel pada orang yang telah divaksin hanya berguna untuk pelacakan pendistribusian vaksin. Barcode itu sama sekali tidak bisa difungsikan untuk melacak keberadaan masyarakat yang sudah divaksin.

Selain itu, Wiku juga menegaskan bahwa informasi yang diberikan masyarakat saat program vaksinasi pada pemerintah akan dijamin kerahasiaannya. Data yang diminta hanya digunakan untuk kepentingan proses vaksinasi Covid-19. Hal ini pun sudah diatur pada pasal 8 ayat 1 PP 40 tahun 2019.

"Bahwa kementerian atau lembaga dan badan hukum Indonesia yang memperoleh data pribadi penduduk atau data kependudukan dilarang menggunakan data pribadi penduduk melampaui batas kewenangannya," jelas Wiku.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir juga menjamin Vaksin Sinovac yang digunakan oleh pemerintah untuk mengatasi Covid-19 di dalam negeri tidak berisi cip. Vaksin hanya mengandung virus yang telah dimatikan (inactivated). Hal tersebut disampaikannya kala memantau vaksinasi untuk tenaga kesehatan di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta.

"Ada isinya dan engga ada cip. Engga ada kan?" ucap Erick dikutip dari rilis.

Di kesempatan itu, Erick mengaku belum divaksinasi. Dia juga belum dapat memastikan kapan akan mendapat giliran disuntik. "Saya masih tunggu giliran. Nanti kan ada gilirannya. Insyaallah bisa hari ini, bisa besok," tuturnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Update Covid-19: Tambah 10.365, Kasus Positif di Indonesia Jadi 927.380

Kasus Covid-19 di Indonesia selama 24 jam terakhir hingga Selasa (19/1/2021) pukul 12.00 WIB bertambah 10.365. Total kasus Covid-19 di Indonesia jadi 1.

KESEHATAN | 19 Januari 2021

Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Percepat Pencapaian Herd Immunity

Klinik vaksinasi pertama di Indonesia ikut berkontribusi melayani vaksinasi Covid-19.

KESEHATAN | 19 Januari 2021

Airlangga: Selain Vaksinasi, Donor Konvalesen Bisa Bantu Pasien Covid-19

Melalui donor plasma konvalesen penyintas, diharapkan dapat menekan angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia.

KESEHATAN | 19 Januari 2021

Menko PMK Anjurkan Vaksinasi Mandiri Dibiayai Perusahaan

Menko PMK, Muhadjir Effendy, menganjurkan adanya kontribusi swasta dalam meningkatkan imunitas pekerja.

KESEHATAN | 19 Januari 2021

Pentingnya Perawatan Kulit di Masa Pandemi

Perawatan kulit yang baik dan sesuai dengan kebutuhan, merupakan sebuah investasi.

KESEHATAN | 18 Januari 2021

Indonesia Butuh 5.000 Pendonor Plasma Konvalesen Per Bulan

Saat ini baru 1.000 plasma konvalesen yang disuplai.

KESEHATAN | 18 Januari 2021

Unilever Siap Bantu Rantai Pasok Dingin Distribusi Vaksin Covid-19

Unilever sudah bertemu Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin terkait rencana distribusi vaksin.

KESEHATAN | 18 Januari 2021

Maret 2021, Bibit Vaksin Merah Putih Diserahkan ke Biofarma

Ditargetkan pada Maret 2021, Eijkman menyerahkan bibit vaksin ke Biofarma.

KESEHATAN | 18 Januari 2021

Sebaran Kasus Covid-19 Hari Ini, Jakarta Tambah 2.361

DKI Jakarta masih menjadi provinsi penyumbang terbanyak dengan 2.361 sehingga total menjadi 229.726.

KESEHATAN | 18 Januari 2021

Airlangga: Jangan Kendur Terapkan 3M

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Airlangga Hartarto, mengimbau masyarakat agar tidak mengendurkan penerapan 3M.

KESEHATAN | 18 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS