Hanya Dewasa yang Boleh Divaksin Covid-19, Bagaimana Nasib Anak-anak?
Logo BeritaSatu

Hanya Dewasa yang Boleh Divaksin Covid-19, Bagaimana Nasib Anak-anak?

Rabu, 20 Januari 2021 | 13:29 WIB
Oleh : Indah Handayani / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Program vaksinasi Covid-19 di Indonesia di mulai. Namun, hal yang masih menjadi perhatian adalah nasib anak-anak di tengah pandemi.

Sebagaimana diketahui, vaksin Covid-19 hanya bisa diberikan untuk usia 18–59 tahun. Sementara untuk usia di bawah 18 tahun, vaksin ini belum diuji coba. Dengan kata lain, anak-anak belum bisa mendapatkan vaksinasi Covid-19. Padahal, anak-anak juga merupakan kelompok usia yang rentan tertular Covid-19.

Aktivis kesehatan anak Yayasan Abhipraya Insan Cendekia (YAICI) Yuli Supriati mengatakan, kunci untuk membentengi anak-anak dari Covid-19 adalah orang tua. Peran orang tua sangat penting, apalagi orang tua yang masih harus bekerja di luar, bertemu banyak orang. Orang tua harus waspada, jangan abai dengan protokol sehingga keselamatan keluarga juga terjamin, anak-anak terlindungi. Selain dengan penerapan protokol kesehatan, Yuli juga mengingatkan orang tua harus tetap memenuhi asupan gizi anak.

“Pemenuhan gizi anak harus jadi prioritas keluarga karena ini yang akan meningkatkan imunitas tubuh anak. Khusus untuk bayi dan balita, ini juga penting sekali karena ini adalah masa penentuan masa depan anak. Jangan sampai asupan gizinya kurang, anak jadi kurang gizi dan yang paling bahaya adalah stunting,” ungkap Yuli dalam keterangan pers diterima Rabu (20/1/2021).

Yuli mengakui, pandemi telah mengakibatkan dampak yang signifikan terhadap ekonomi keluarga. Namun, ia menegaskan bukan berarti alasan tersebut menjadi pembenaran terhadap kekurangan asupan nutrisi untuk anak. “Dari yang sering saya temui saat berhadapan dengan masyarakat yang memiliki balita, kebutuhan untuk balita itu memang salah satu pengeluaran rumah tangga yang besar. Karena itu, di saat situasi seperti ini, tanpa disadari anak-anaklah yang paling terdampak,” jelas Yuli.

Berdasarkan pengamatan Yuli dari kunjungannya di beberapa kawasan padat penduduk di Jakarta seperti Manggarai, Cipinang, Senen hingga Tangerang, susu dan popok anak adalah kebutuhan anak yang banyak dipangkas keluarga saat pandemi melanda. “Untuk popok, nggak masalah, masih ada alternatif popok kain yang juga lebih ramah lingkungan. Tapi untuk susu, ini harus hati-hati,” jelas Yuli.

Pegiat kesehatan anak ini menjelaskan, di dalam susu terdapat zat gizi dan mikronutrient yang penting bagi pertumbuhan anak. Namun sayangnya, pengetahuan masyarakat mengenai hal ini masih kurang. “Masyarakat baru sekedar tahu anak perlu minum susu, tapi tidak tahu kenapa anak perlu minum susu,” ujar Yuli.

Kurangnya edukasi inilah yang menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat. “Orang tua kemudian mencari alternatif susu yang murah, yang penting anak tetap minum susu. Maka jadilah anak mengonsumsi kental manis. Belum lagi di awal-awal bantuan sembako kerap terselip susu jenis kental manis. Ini bukannya membentengi anak, tapi justru memancing masalah baru bagi kesehatan anak,” jelas Yuli.

Lebih lanjut, Yuli menegaskan langkah awal yang harus dilakukan orang tua adalah memastikan anak mendapat ASI minimal selama 6 bulan pertama.

“Setelah 6 bulan, anak sudah mengenal MPASI, inikan artinya kebutuhan gizi anak dapat dipenuhi dari bahan pangan kaya protein. Anak dibiasakan mengkonsumsi makanan tinggi kandungan gizi sejak dini, dengan demikian tidak ada ada alasan lagi orang tua memberikan kental manis untuk anak sebagai pengganti susu,” pungkas Yuli.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kemdagri: PPKM Jawa-Bali Akan Diperpanjang Dua Minggu Lagi

Angka terakhir belum menunjukan penurunan angka positive rate yang signifikan dan (PPKM) akan diperpanjang.

KESEHATAN | 20 Januari 2021

Ingatkan Pemerintah Jangan Terlena, Dicky Budiman: Varian Baru Jerman Jadi Peringatan untuk Indonesia

Varian baru di Jerman sangat mungkin terjadi di Indonesia, mengingat testing yang tidak memadai dan masyarakat masih sangat abai dengan protokol kesehatan.

KESEHATAN | 20 Januari 2021

Angka Kematian Akibat Covid-19 Indonesia Kembali Memuncak

Setelah mengalami penurunan 1,7% pada minggu lalu, jumlah kematian akibat Covid-19 kembali memuncak.

KESEHATAN | 19 Januari 2021

OMDC Berikan Pelayanan Berkualitas di Masa Pandemi Covid-19

Oktri Manessa terketuk untuk membantu masyarakat dalam memeriksakan kondisi kesehatannya dengan membuka pelayanan kesehatan dengan program OMDC Peduli.

KESEHATAN | 19 Januari 2021

Penanaman Cip pada Vaksin Hanyalah Hoax

Masyarakat Indonesia tidak mempercayai berita hoax yang tersebar luas termasuk penanaman cip di dalam vaksin.

KESEHATAN | 19 Januari 2021

Update Covid-19: Tambah 10.365, Kasus Positif di Indonesia Jadi 927.380

Kasus Covid-19 di Indonesia selama 24 jam terakhir hingga Selasa (19/1/2021) pukul 12.00 WIB bertambah 10.365. Total kasus Covid-19 di Indonesia jadi 1.

KESEHATAN | 19 Januari 2021

Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Percepat Pencapaian Herd Immunity

Klinik vaksinasi pertama di Indonesia ikut berkontribusi melayani vaksinasi Covid-19.

KESEHATAN | 19 Januari 2021

Airlangga: Selain Vaksinasi, Donor Konvalesen Bisa Bantu Pasien Covid-19

Melalui donor plasma konvalesen penyintas, diharapkan dapat menekan angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia.

KESEHATAN | 19 Januari 2021

Menko PMK Anjurkan Vaksinasi Mandiri Dibiayai Perusahaan

Menko PMK, Muhadjir Effendy, menganjurkan adanya kontribusi swasta dalam meningkatkan imunitas pekerja.

KESEHATAN | 19 Januari 2021

Pentingnya Perawatan Kulit di Masa Pandemi

Perawatan kulit yang baik dan sesuai dengan kebutuhan, merupakan sebuah investasi.

KESEHATAN | 18 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS