Keberhasilan Asi Eksklusif di Indonesia Selama Pandemi Covid-19 Meningkat Tajam
Logo BeritaSatu

Keberhasilan Asi Eksklusif di Indonesia Selama Pandemi Covid-19 Meningkat Tajam

Rabu, 20 Januari 2021 | 14:43 WIB
Oleh : Indah Handayani / CAR

Jakarta, Beritasatu.com - Pandemi Covid-19 menimbulkan banyak perubahan pola hidup dan disrupsi sistem kesehatan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Namun, di balik itu pandemi membawa kabar yang menggembirakan.

Sebab, berdasarkan penelitian terbaru Health Collaborative Center (HCC) yang dilakukan di 20 provinsi di Indonesia membuktikan, selama masa pandemi Covid-19 pada 2020, angka ASI Eksklusif meningkat tajam mencapai 89%.

Ketua Tim Peneliti HCC Dr dr Ray Wagiu Basrowi mengatakan kebijakan PSBB yang mengharuskan ibu tetap berada di rumah justru memberi pengaruh positif terhadap peningkatan perilaku laktasi. Angka ini meningkat tajam dibanding angka ASI Eksklusif di Indonesia selama beberapa tahun ini yang masih berkisar antara 30-50%.

Penelitian dilakukan terhadap 379 responden Ibu Menyusui dari 20 provinsi di Indonesia ini menunjukkan bahwa peningkatan angka keberhasilan ASI Eksklusif di Indonesia selama masa pandemi terjadi sangat tinggi pada kelompok yang bekerja dari rumah atau work from home (WFH) yaitu sebesar 97,8%.

“Bahkan pada kelompok ibu menyusui yang tetap kerja dari kantor atau work from office (WFO) sebesar 82,9%,” ungkapnya di sela media virtual briefing “Perilaku Ibu Menyusui dimasa Pandemi Covid-19”, Rabu (20/1/2021).

Ray menyebutkan temuan lain dari tim peneliti yang terdiri dari Prof. Dr. dr. Sudigdo Sastroasmoro, SpA(K) dan dr. Levina Chandra Khoe, MPH memperlihatkan bahwa pemanfaatan konsultasi layanan kesehatan daring selama masa pandemi Covid-19 di Indonesia sangat membantu ibu menyusui.

Terbukti dari banyaknya jumlah ibu menyusui (sebesar 70%) yang berkonsultasi laktasi dengan tenaga kesehatan secara daring, terutama melalui aplikasi whatssapp (sebesar 40%). Mayoritas responden mengakui layanan kesehatan daring selama masa pandemi sangat membantu dan efektif.

Namun, Ray menambahkan penelitian ini menemukan masih banyak responden yang mengakui kendala jaringan dan kekhawatiran terhadap kerahasiaan data adalah faktor yang menghambat kualitas konsultasi menyusui secara daring.

Itu sebabnya penting bagi pemerintah untuk memastikan aspek aksesibilitas dan kualitas jaringan serta tidak lupa melindungi aspek privacy dan perlindungan data pribadi serta detail medical record pasien yang memanfaatkan fasilitas telekonsultasi.

Temuan lain adalah 6 dari 10 Ibu mengakui keberadaan susu formula tidak jadi alasan berhenti menyusui selama masa pandemi serta 5 dari 10 Ibu mengakui waktu kerja tidak fleksibel, baik harus WFO dan WFH, tidak menghalangi untuk tetap menyusui.

“Hal ini menunjukan bahwa semakin tingginya tingkat pengetahuan ibu menyusui di Indonesia terhadap manfaat ASI Eksklusif bagi kesehatan bayi dan ibu,” tutupnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Hanya Dewasa yang Boleh Divaksin Covid-19, Bagaimana Nasib Anak-anak?

Anak-anak tidak bisa divaksin, sehingga menjadi tanggung jawab orang tua melindungi anak-anak mereka.

KESEHATAN | 20 Januari 2021

Kemdagri: PPKM Jawa-Bali Akan Diperpanjang Dua Minggu Lagi

Angka terakhir belum menunjukan penurunan angka positive rate yang signifikan dan (PPKM) akan diperpanjang.

KESEHATAN | 20 Januari 2021

Ingatkan Pemerintah Jangan Terlena, Dicky Budiman: Varian Baru Jerman Jadi Peringatan untuk Indonesia

Varian baru di Jerman sangat mungkin terjadi di Indonesia, mengingat testing yang tidak memadai dan masyarakat masih sangat abai dengan protokol kesehatan.

KESEHATAN | 20 Januari 2021

Angka Kematian Akibat Covid-19 Indonesia Kembali Memuncak

Setelah mengalami penurunan 1,7% pada minggu lalu, jumlah kematian akibat Covid-19 kembali memuncak.

KESEHATAN | 19 Januari 2021

OMDC Berikan Pelayanan Berkualitas di Masa Pandemi Covid-19

Oktri Manessa terketuk untuk membantu masyarakat dalam memeriksakan kondisi kesehatannya dengan membuka pelayanan kesehatan dengan program OMDC Peduli.

KESEHATAN | 19 Januari 2021

Penanaman Cip pada Vaksin Hanyalah Hoax

Masyarakat Indonesia tidak mempercayai berita hoax yang tersebar luas termasuk penanaman cip di dalam vaksin.

KESEHATAN | 19 Januari 2021

Update Covid-19: Tambah 10.365, Kasus Positif di Indonesia Jadi 927.380

Kasus Covid-19 di Indonesia selama 24 jam terakhir hingga Selasa (19/1/2021) pukul 12.00 WIB bertambah 10.365. Total kasus Covid-19 di Indonesia jadi 1.

KESEHATAN | 19 Januari 2021

Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Percepat Pencapaian Herd Immunity

Klinik vaksinasi pertama di Indonesia ikut berkontribusi melayani vaksinasi Covid-19.

KESEHATAN | 19 Januari 2021

Airlangga: Selain Vaksinasi, Donor Konvalesen Bisa Bantu Pasien Covid-19

Melalui donor plasma konvalesen penyintas, diharapkan dapat menekan angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia.

KESEHATAN | 19 Januari 2021

Menko PMK Anjurkan Vaksinasi Mandiri Dibiayai Perusahaan

Menko PMK, Muhadjir Effendy, menganjurkan adanya kontribusi swasta dalam meningkatkan imunitas pekerja.

KESEHATAN | 19 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS