Kasus Covid-19 Melonjak, Ketersediaan Tempat Tidur RS Makin Menipis
Logo BeritaSatu

Kasus Covid-19 Melonjak, Ketersediaan Tempat Tidur RS Makin Menipis

Jumat, 22 Januari 2021 | 20:47 WIB
Oleh : Dina Manafe / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Jumlah kasus positif Covid-19 kembali meningkat pada Jumat (22/1) sebanyak 13.632 dari sehari sebelumnya 11.703. Penambahan ini menyebabkan total kasus di Indonesia mencapai 965.283. Lonjakan ini berdampak pada menipisnya ketersediaan tempat tidur di rumah sakit (RS).

Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemkes, Abdul Kadir, mengatakan, RS yang melayani pasien Covid-19 sebanyak 2.979 RS per 21 Januari 2021. Dari RS itu, sebanyak 81.032 tempat tidur dialokasikan untuk perawatan pasien Covid-19 baik itu tempat tidur intensive care unit (ICU) maupun isolasi.

Jika dibandingkan jumlah pasien Covid-19 yang saat ini dirawat di RS sebanyak 52.719, maka secara nasional keterpakaian tempat tidur di RS atau bed occupancy rate (BOR) untuk pasien Covid-19 rata-rata 64,83% per 21 Januari 2021. Namun, bila dilihat per provinsi, kabupaten dan kota, maka beberapa daerah BOR-nya bahkan sudah mencapai 80% hingga 90%.

“Sebagai contoh rumah sakit di DKI Jakarta tersisa 63 tempat tidur. Artinya secara umum ini sudah mengkhawatirkan karena perkembangan pasiennya begitu banyak setiap hari, sehingga ada kemungkinan tidak akan tertampung,” kata Kadir pada dialog produktif yang diselenggarakan oleh Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Jumat (22/1/2021).

Kadir mengatakan, dengan penambahan kasus aktif, maka ketersediaan tempat tidur saat ini mengkhawatirkan. Begitu ada lonjakan kasus, kemungkinan pasien tidak tertampung. Hal ini berdampak pada tingginya angka kematian dan penularan termasuk pada tenaga kesehatan.

Kadir kembali mengingatkan bahwa Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin melalui Surat Edaran Nomor 11 tahun 2021 telah meminta seluruh RS baik itu milik pemerintah, pemerintah daerah atau RSUD, RS BUMN, TNI/Polri dan RS swasta untuk meningkatkan kapasitas tempat tidur isolasi 30% hingga 40%, dan ICU 25%. Hal ini terutama untuk daerah yang memasuki zona merah penyebaran Covid-19.

Menurut Kadir, RS tidak diminta untuk membangun gedung atau sarana baru, tetapi hanya mengonversi tempat tidur yang sudah ada. Tempat tidur yang selama ini lebih banyak untuk pasien umum atau non Covid-19 dikonversi untuk pasien Covid-19.

Mengonversi tempat tidur ini menurut Kadir bukan berarti mengesampingkan layanan pasien non-Covid-19. Terutama untuk pasien yang memiliki komorbid, seperti penyakit jantung, diabetes melitus, dan penyakti katastropik lainnya tetap diberikan pelayanan oleh RS. “Tetapi kalau misalnya ada operasi atau tindakan yang tidak urgen atau bisa ditunda, maka kita minta RS untuk tunda terlebih dahulu selama itu tidak membahayakan keselamatan jiwa atau kecacatan pada pasien,” kata Kadir.

Kadir mengatakan, penambahan atau konversi tempat tidur itu akan berimplikasi terhadap keberadaan atau kecukupan SDM kesehatan. Hal ini juga membuat komposisi tenaga kesehatan di RS berubah. SDM kesehatan yang tadinya bekerja di ruang rawat biasa berubah tugas menjadi di ICU untuk pasien Covid-19.

Karena itu, Menkes juga mengeluarkan SE untuk memberikan relaksasi kepada semua tenaga kesehatan yang baru tamat pendidikan, tapi belum bisa melakukan pekerjaan sebagai seorang perawat karena tidak mempunyai surat tanda registrasi (STR) atau surat izin praktik. Mereka bisa diberdayakan tanpa mempunyai STR.

Tenaga yang langsung direkrut ini dipastikan memiliki kompetensi merawat pasien Covid-19. Karena menurut Kadir, sebelum terjun ke lapangan, mereka dilatih menangani penyakit Covid-19. Mereka juga diberikan pengetahuan bagaimana pencegahan dan pengendalian Covid-19, menggunakan alat pelindung diri (APD), dan lainnya. Saat di lapangan, mereka tidak bekerja sendiri melainkan pendampingan dari perawat senior maupun dokter.

Selain peningkatan tempat tidur dan SDM kesehatan, Kemkes juga meminta RS untuk memastikan persediaan logistik seperti obat-obatan, APD, reagen minimal untuk tiga bulan ke depan.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Per 21 Januari, Sebanyak 132 ribu Tenaga Kesehatan Telah Divaksin

Hingga saat ini, ada sebanyak 132 ribu tenaga kesehatan telah divaksinasi Covid-19.

NASIONAL | 22 Januari 2021

Muscle First Dukung Kebutuhan Nutrisi di Masa Pandemi

Muscle First rutin mengedukasi masyarakat melalui berbagai tips seputar olahraga, dengan tujuan membantu dan mempermudah masyarakat menerapkan pola hidup sehat.

KESEHATAN | 22 Januari 2021

Update Covid-19: Tambah 13.632, Kasus Positif di Indonesia Jadi 965.283

Kasus Covid-19 di Indonesia selama 24 jam terakhir hingga Jumat (22/1/2021) pukul 12.00 WIB bertambah 13.632. Total kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 965.283.

KESEHATAN | 22 Januari 2021

Hari Gizi Nasional, Pemerintah dan Swasta Kolaborasi Tanggulangi Gizi Buruk

Pemerintah terus berupaya menanggulangi stunting dan gizi buruk di tengah pandemi.

KESEHATAN | 22 Januari 2021

Ini 5 Pilihan Olahraga Outdoor untuk Imunitas di Era Pandemi Covid-19

Selain di dalam ruangan, olahraga bisa dilakukan di tempat terbuka atau outdoor asalkan mematuhi protokol kesehatan yang ada.

KESEHATAN | 22 Januari 2021

Jubir Vaksin: Belum Ada Perubahan Target Vaksinasi Terkait Hasil Sensus Penduduk

Pada Sensus Penduduk 2020, terdapat penambahan sebanyak 32,56 juta orang, sehingga pada September 2020 jumlah penduduk Indonesia menjadi 270,20 juta jiwa.

KESEHATAN | 22 Januari 2021

BPJS Kesehatan Pastikan P-Care Vaksinasi Covid-19 Lancar

Saat ini, terdapat 13.573 fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia sudah terintegrasi dengan P-Care Vaksinasi.

KESEHATAN | 21 Januari 2021

Kemkes Instruksikan Dinkes Segera Masukkan Data Sasaran Vaksinasi

Pencatatan vaksinasi ini sebagai upaya untuk mempercepat proses vaksinasi terhadap 1,48 juta tenaga kesehatan (nakes) yang diharapkan selesai di Februari 2021.

KESEHATAN | 21 Januari 2021

Terapi Plasma Darah Mampu Turunkan Angka Kematian Akibat Covid-19

Menurut Airlangga, jika 10% dari pasien yang sembuh tersebut menjadi pendonor plasma, maka bisa memenuhi kebutuhan PMI.

KESEHATAN | 21 Januari 2021

JEC Siapkan Tiga Cabangnya untuk Vaksinasi Covid-19

Vaksinasi Covid-19 dilakukan di RS Mata JEC di Menteng, RS Mata JEC di Kedoya, serta RS Mata JEC-Primasana di Tanjung Priok.

KESEHATAN | 21 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS