Ahli: GeNose Kurang Tepat untuk Screening Penumpang Kereta dan Bus
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.204 (-2.06)   |   COMPOSITE 6290.8 (-32.05)   |   DBX 1362.34 (-1)   |   I-GRADE 180.342 (-1.16)   |   IDX30 506.102 (-3.59)   |   IDX80 136.192 (-1.32)   |   IDXBUMN20 397.025 (-3.48)   |   IDXESGL 139.555 (-0.83)   |   IDXG30 142.425 (-1.56)   |   IDXHIDIV20 448.193 (-3.29)   |   IDXQ30 145.469 (-0.81)   |   IDXSMC-COM 298.549 (-2.25)   |   IDXSMC-LIQ 357.569 (-6.36)   |   IDXV30 134.488 (-2.08)   |   INFOBANK15 1048.13 (3.23)   |   Investor33 435.467 (-1.63)   |   ISSI 181.572 (-2.16)   |   JII 618.362 (-9.56)   |   JII70 218.204 (-3.25)   |   KOMPAS100 1215.76 (-9.91)   |   LQ45 948.468 (-7.11)   |   MBX 1702.13 (-9.99)   |   MNC36 323.237 (-1.37)   |   PEFINDO25 323.55 (-1.68)   |   SMInfra18 308.555 (-4.24)   |   SRI-KEHATI 369.754 (-1.01)   |  

Ahli: GeNose Kurang Tepat untuk Screening Penumpang Kereta dan Bus

Minggu, 24 Januari 2021 | 23:24 WIB
Oleh : Ari Supriyanti Rikin / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Penempatan GeNose sebagai alat screening atau pemeriksaan awal Covid-19 di bandara, stasiun, dan terminal harus dikaji ulang. Sejumlah ahli menyebut, sebagai alat screening, GeNose kurang tepat digunakan di lokasi yang dipenuhi mobilitas tinggi.

Dewan Pakar Ikatan Ahli kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra menilai, penempatan dan penggunaan GeNose di terminal, stasiun, dan bandara untuk kepentingan screening kurang tepat.

"Kita sudah banyak belajar penggunaan rapid test antibodi, antigen, dan polymerase chain reaction (PCR) sebagai prasyarat mobilitas. GeNose sebagai karya anak bangsa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) memang patut diapresiasi. Namun kalau digunakan untuk screening dan dipasang di sentra mobilitas tentu tidak sesuai dengan tujuan penyelidikan epidemiologi," katanya kepada Suara Pembaruan, Minggu (24/1/2021).

Sebab, lanjutnya, yang dilakukan adalah penyaringan bukan penjaringan atau active case finding. Selain itu, ada kriteria dari GeNose yang tidak praktis sebagai pemeriksaan mobilitas. Kriteria tersebut antara lain orang yang tidak merokok, tidak mengkonsumsi makanan beraroma menyengat, terjaga kesehatannya, dan tidak memiliki penyakit penyerta berlebihan.

"Kriteria ini menyebabkan pemeriksaan tidak praktis, kalau bertujuan untuk screening prasyarat mobilitas," ucapnya.

Menurutnya, GeNose lebih tepat digunakan untuk pemeriksaan sistematis dan spefisik untuk kepentingan penelitian di fasilitas kesehatan. Selain itu GeNose juga lebih tepat digunakan jika dibutuhkan pemahaman lebih terhadap penyakit ini di masa yang akan datang.

Apalagi lanjutnya, sebelumnya Menkes mengatakan bahwa testing yang dilakukan salah sasaran dan salah kaprah. Orang melakukan tes bukan karena proaktif tetapi karena prasyarat.

Ia menambahkan, untuk memutus rantai penularan Covid-19, upaya yang harus dilakukan adalah membatasi mobilitas, bukan sebaliknya membuka ruang seluas-luasnya terhadap mobilitas.

"Ketika semua transportasi darat, laut dan udara terus dibuka maka sulit selesai. Selama ada moda transportasi dibuka, ya akan muter-muter saja di situ (penularan virus)," imbuhnya.



Sumber: Suara Pembaruan

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kemkes: Harus Ada Pemisahan Testing Diagnosis dengan Screening

Secara nasional jumlah testing yang sesuai kriteria WHO sudah terpenuhi. Permasalahannya, data testing ini tidak menunjukkan untuk diagnosis atau screening.

KESEHATAN | 24 Januari 2021

Epidemiolog: Segera Perbaiki Testing Covid-19

Testing juga harus memperhatikan lokasi, metode, dan juga pihak yang bertanggung jawab dalam pengambilan sampel yang akan diteliti.

KESEHATAN | 24 Januari 2021

Survei: Ini Empat Alasan Orang Tolak Divaksinasi Covid-19

Survei yang dilakukan secara daring pada Oktober 2020 ini melibatkan 797 responden.

KESEHATAN | 24 Januari 2021

Vaksinasi Mandiri Tidak Boleh Ganggu Pelaksanaan Vaksinasi Nasional

Pada prinsipnya perusahaan mau untuk melaksanakan vaksinasi mandiri, tetapi masih menunggu kebijakan Kemkes.

KESEHATAN | 24 Januari 2021

Kemkes: Vaksinasi Mandiri Tidak Akan Dibebankan Pada Individu

Berdasarkan rencana, vaksinasi mandiri ini tidak dibebankan kepada perorangan atau individu, melainkan dibiayai perusahaan untuk para buruhnya.

KESEHATAN | 24 Januari 2021

Update Covid-19: Tambah 11.788, Kasus Positif di Indonesia Jadi 989.262

Kasus sembuh bertambah 7.751 sehingga total menjadi 798.810 dan kasus meninggal bertambah 171 menjadi total 27.835.

KESEHATAN | 24 Januari 2021

Tingkat Kedisiplinan Protokol Kesehatan Masyarakat Menurun

Masyarakat diharapkan dapat terus meningkatkan kedisiplinan protokol kesehatan agar jumlah penderita Covid-19 bisa ditekan semaksimal mungkin.

KESEHATAN | 24 Januari 2021

BPOM Tegaskan Produk AMDK Aman Dikonsumsi

BPOM menilai isu BPA dalam kemasan galon AMDK ada yang sengaja ‘menggoreng’.

KESEHATAN | 23 Januari 2021

Kualitas Udara Ruangan Bantu Lindungi Diri di Masa Pandemi

Masyarakat lebih banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan selama masa pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 23 Januari 2021

Per Hari Ini, 172.901 Tenaga Kesehatan Telah Divaksinasi

Kementerian Kesehatan (Kemkes) mencatat per hari ini, Sabtu (23/1/2021) sebanyak 172.901 orang telah divaksinasi.

KESEHATAN | 23 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS