Epidemiolog: Hasil Tes GeNose Jangan Dijadikan Syarat Perjalanan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Epidemiolog: Hasil Tes GeNose Jangan Dijadikan Syarat Perjalanan

Minggu, 24 Januari 2021 | 23:35 WIB
Oleh : Ari Supriyanti Rikin / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengumumkan pemerintah akan menggunakan GeNose buatan UGM di sejumlah stasiun kereta api di Indonesia mulai 5 Februari 2021. Namun belum diketahui apakah tes menggunakan GeNose nantinya akan menggantikan rapid test antigen yang saat ini masih menjadi standar perjalanan kereta api.

Epidemiolog Universitas Airlangga Laura Navika Yamani berpandangan, GeNose adalah alat screening awal. Jika ingin dijadikan syarat perjalanan, tetap diperlukan tes PCR.

"GeNose ini hanya alat screening dan bukan alat diagnosis. Yang dikeluarkan GeNose tidak bisa menetapkan seseorang terinfeksi Covid-19 atau tidak," kata Laura kepada Suara Pembaruan, Minggu (24/1/2021).

Oleh karena itu, jika GeNose ditempatkan di bandara, terminal, dan stasiun, harus juga dipastikan ada fasilitas PCR yang bisa memastikan hasil pemeriksaan.

Hasil GeNose, tambah Laura, tidak seakurat tes PCR karena sifatnya hanyalah screening. Alat ini juga tidak bisa mendeteksi virus tapi hanya zat kimia yang ada dalam hembusan napas. Zat itu kemungkinan ada pada perokok, atau orang yang mengkonsumsi makanan beraroma menyengat. Dengan demikian, hasil GeNose akan rancu.

Sebagai alat screening, hasil GeNose tetap harus dilanjutkan dengan PCR tes.

Saat ini, Kementerian Perhubungan (Kemhub) masih menunggu persetujuan dari Satgas Coivd-19 dan masih perlu berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan. Setelah penggunaan di stasiun kereta api, selanjutnya penggunaan GeNose disebut Kemhub akan diperluas ke bandara dan pelabuhan.

Sementara itu, Satgas Penanganan Covid-19 yang dihubungi terkait rencana penempatan GeNose ini belum memberikan tanggapan.

GeNose menjadi suatu terobosan karena sifat screening-nya yang tidak berbasis antibodi maupun antigen melainkan berbasis hembusan napas. Dengan menggunakan alat ini, deteksi virus Covid-19 dilakukan dengan menghembuskan udara ke kantong yang sudah disiapkan.

Kementerian Riset dan Teknologi menyebut GeNose sudah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan pada Desember 2020. Tim GeNose menyebut hingga Februari 2021, sudah ada 3.000 pesanan.

Sebelumnya, GeNose sudah melakukan serangkaian uji klinis di sejumlah rumah sakit dan hasilnya sangat memuaskan. Deteksi awal dengan hembusan napas ini diminati karena dirasa lebih nyaman dibanding rapid test antigen yang mengambil cairan dari hidung.

Dalam sebuah diskusi virtual beberapa waktu lalu, Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Prof Amin Soebandrio juga berpendapat, dalam menghadapi suatu wabah atau pandemi harus ada kemampuan agar pandemi tidak terjadi semakin berat. Selain itu harus ada kemampuan mencegah dan mendeteksi.

Dalam kemampuan mendeteksi inilah GeNose akan lebih banyak berperan. Namun yang perlu dilakukan adalah sosialisasi hal yang tidak boleh dilakukan ketika seseorang akan diperiksa dengan GeNose seperti mengkonsumsi makanan beraroma kuat.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Jokowi Sebut 171 Juta Dosis Vaksin Sudah Disuntikkan ke Rakyat

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan hingga saat ini, sudah ada sebanyak 171 juta dosis vaksin Covid-19 yang disuntikkan ke rakyat Indonesia.

KESEHATAN | 20 Oktober 2021

Begini Cara Kerja Obat Covid Molnupiravir

Dua menteri ke Amerika untuk melobi Merck agar berinvestasi dan memproduksi Molnupiravir di Indonesia.

KESEHATAN | 20 Oktober 2021

SehatQ Sediakan Layanan Kesehatan untuk Karyawan Perusahaan

Setelah sukses dengan model bisnis B2C, startup di bidang teknologi kesehatan SehatQ memutuskan untuk mengembangkan bisnis ke arah korporasi atau B2B.

KESEHATAN | 19 Oktober 2021

ITAGI Pertimbangkan Booster Berplatform mRNA untuk Peserta Umrah

Sri mengatakan Pemerintah Arab Saudi menggunakan platform vaksin yang sama dengan Indonesia yakni virus utuh yang dimatikan.

KESEHATAN | 19 Oktober 2021


Mengenal Gejala dan Penyebab Epidermolisis Bulosa

Epidermolysis Bullosa (Epidermolisis Bulosa) dikenal dengan penyakit kulit langka yang ditandai dengan kerapuhan kulit dan mukosa (kulit halus).

KESEHATAN | 19 Oktober 2021

Kemenkes: 58 Juta Orang Gunakan Aplikasi PeduliLindungi untuk Beraktivitas

Siti Nadia Tarmizi mengatakan, hingga hari ini, Selasa (19/10/2021) telah mencapai 58 juta pengguna aplikasi PeduliLindungi

KESEHATAN | 19 Oktober 2021

Gelombang Ketiga Covid-19 Diprediksi Desember, Satgas: Perlu Pengetatan Aktivitas

Pengetatan ini menyusul ancaman gelombang ketiga Covid-19 yang sangat berpotensi terjadi musim libur akhir tahun ini.

KESEHATAN | 19 Oktober 2021

Hari Libur Memperingati Maulid Nabi, Satgas Ingatkan Pemda Cegah Kerumunan

Alexander mengimbau masyarakat untuk tidak beruforia karena ancaman penularan Covid-19 masih berada di sekitarnya.

KESEHATAN | 19 Oktober 2021

Vaksinasi Lansia Masih Lambat, Ini Salah Satu Penyebabnya

Vaksinasi Covid-19 lansia sampai hari ini, Selasa (19/10/2021) baru 7,7 juta atau 35,86% yang mendapat vaksin dari 21,5 juta.

KESEHATAN | 19 Oktober 2021


TAG POPULER

# Malala Yousafzai


# Tes PCR


# Pinjol Ilegal


# Molnupiravir


# Liga Champions



TERKINI
Sah, 1.401 Dewan Pengurus Kadin Resmi Dilantik

Sah, 1.401 Dewan Pengurus Kadin Resmi Dilantik

EKONOMI | 17 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings