Menkes Ingatkan Kesehatan Remaja Tentukan Masa Depan Bangsa
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 478 (-2)   |   COMPOSITE 5970 (-24)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1399 (0)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 167 (-1)   |   IDX30 472 (-2)   |   IDX80 128 (-0)   |   IDXBASIC 1238 (-9)   |   IDXBUMN20 362 (-2)   |   IDXCYCLIC 737 (-3)   |   IDXENERGY 740 (3)   |   IDXESGL 129 (-0)   |   IDXFINANCE 1333 (-6)   |   IDXG30 133 (-0)   |   IDXHEALTH 1280 (3)   |   IDXHIDIV20 418 (-2)   |   IDXINDUST 960 (-5)   |   IDXINFRA 873 (-4)   |   IDXMESBUMN 103 (-0)   |   IDXNONCYC 731 (-1)   |   IDXPROPERT 875 (-2)   |   IDXQ30 135 (-0)   |   IDXSMC-COM 281 (-0)   |   IDXSMC-LIQ 334 (-1)   |   IDXTECHNO 3345 (-54)   |   IDXTRANS 1045 (-3)   |   IDXV30 126 (-0)   |   INFOBANK15 959 (-5)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 407 (-1)   |   ISSI 175 (-0)   |   JII 573 (-2)   |   JII70 204 (-1)   |   KOMPAS100 1132 (-6)   |   LQ45 888 (-4)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1591 (-7)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 302 (-1)   |   PEFINDO25 291 (0)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 341 (-1)   |   TRADE 872 (0)   |  

Hari Gizi Nasional

Menkes Ingatkan Kesehatan Remaja Tentukan Masa Depan Bangsa

Senin, 25 Januari 2021 | 16:11 WIB
Oleh : Ari Supriyanti Rikin / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengingatkan, kesehatan remaja di Indonesia saat ini akan menentukan masa depan bangsa. Oleh sebab itu, kondisi kesehatan remaja harus dijaga dengan asupan makanan bergizi serta pola hidup bersih dan sehat.

Hal ini sangat relevan dengan tema peringatan Hari Gizi Nasional ke-61 bertema Remaja Sehat Bebas Anemia, di Jakarta, Senin (25/1/2021).

Budi mengatakan, saat ini Indonesia masuk kelompok negara G20, artinya 20 terbesar dari sisi skala ekonomi. Tepatnya posisi Indonesia di G15, rangking 15 dunia, lebih besar dari Singapura, Malaysia, Thailand serta lebih besar dari banyak negara-negara Eropa lainnya.

"Di tahun 2050 banyak orang memprediksi Indonesia akan masuk G5, itu dihitung dari total gross domestic product-nya (GDP). Saat ini GDP Indonesia US$ 1 triliun atau Rp 14.000 triliun se-tahun," katanya.

GDP itu, kata dia, adalah total spending semua manusia Indonesia ditambah korporasi Indonesia atau total income semua perusahaan dan individu di Indonesia.

Budi pun menjelaskan, hubungan GDP dan gizi, apalagi tahun 2021, peringatan hari gizi nasional ke-61 ingin fokus ke remaja agar bebas anemia. Saat ini, lanjutnya, jumlah remaja di Indonesia ada sekitar 45 juta lebih atau hampir 20 persen dari total populasi di Indonesia.

"Kalau 45 juta remaja ini nantinya bekerja dan gajinya lebih tinggi Rp 1 juta dibanding saat pertama kali kita kerja artinya akan berkontribusi terhadap GDP Rp 45 triliun. Kalau rata-rata gajinya naik lebih tinggi 10 juta jadi Rp 450 triliun," ungkapnya.

Oleh sebab itu, para remaja yang jumlahnya sangat banyak ini, akan sangat menentukan apakah Indonesia bisa naik kelas di tataran dunia nantinya. Itu sebabnya negara-negara yang memiliki banyak populasi usia muda diprediksi akan menjadi negara besar nantinya.

Hal tersebut dikarenakan generasi muda bisa sangat mendongkrak besarnya GDP negara. Selain itu juga bisa mendorong rangking ekonomi suatu negara di tataran dunia.

"Artinya kalau kita benar urusnya dari sekarang. Apa yang dilakukan ini bekerja sama dengan kementerian lain sangat dihargai," imbuhnya.

Hasil kerja teman-teman (Kementerian Kesehatan), kata Menkes, tidak bisa dilihat saat ini, tapi akan sangat menentukan di masa depan anak-anak (remaja) nantinya.

"Apakah Indonesia tetap seperti masa sekarang posisi 15 atau di masa anak- anak kita nanti Indonesia akan naik di posisi 5 besar dunia. Itu sangat tergantung atas usaha inisiatif dan intervensi yang kita lakukan sekarang," tuturnya.

Oleh sebab itu, intervensi yang dilakukan saat ini adalah di aspek kesehatan fisik sesuai ranah Kementerian Kesehatan. Remaja menurutnya harus memperhatikan gizi agar fisiknya kuat. Pola hidup bersih dan sehat, berolahraga agar berat dan lingkar pinggang tidak terlalu berat.

"Harus dimulai contohnya dari Kemkes. Buah dan sayur jangan fast food saja. Keberhasilan remaja dimulai dari fisik. Pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dimulai dari sehat, tataran akal menghasilkan orang pintar dilakukan di tataran hati dan diselesaikan paripurna di tataran jiwa," paparnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Update Covid-19: Tambah 9.994, Kasus Positif Jadi 999.256

Dengan penambahan 9.994 hari ini, total kasus positif Covid-19 di Indonesia menjadi 999.256.

KESEHATAN | 25 Januari 2021

Jokowi Targetkan Angka Stunting Turun Dekati 14% di 2024

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta angka stunting dapat diturunkan mendekati 14% pada tahun 2024.

KESEHATAN | 25 Januari 2021

Jokowi Targetkan 2024 Angka Stunting Turun Jadi 14%

Stunting di Indonesia pada tahun 2019 sebesar 27,6%.

KESEHATAN | 25 Januari 2021

Budi Gunadi: Kemkes Punya Tanggung Jawab Besar Siapkan Fisik Tangguh Generasi Muda

Generasi mudanya bisa mendongkrak GDP negaranya sehingga mendorong peringkat ekonomi negara.

KESEHATAN | 25 Januari 2021

Epidemiolog: Hasil Tes GeNose Jangan Dijadikan Syarat Perjalanan

Jika ingin dijadikan syarat, tetap diperlukan tes PCR.

KESEHATAN | 24 Januari 2021

Ahli: GeNose Kurang Tepat untuk Screening Penumpang Kereta dan Bus

Sebab, ada kriteria dari GeNose yang tidak praktis sebagai pemeriksaan mobilitas.

KESEHATAN | 24 Januari 2021

Kemkes: Harus Ada Pemisahan Testing Diagnosis dengan Screening

Secara nasional jumlah testing yang sesuai kriteria WHO sudah terpenuhi. Permasalahannya, data testing ini tidak menunjukkan untuk diagnosis atau screening.

KESEHATAN | 24 Januari 2021

Epidemiolog: Segera Perbaiki Testing Covid-19

Testing juga harus memperhatikan lokasi, metode, dan juga pihak yang bertanggung jawab dalam pengambilan sampel yang akan diteliti.

KESEHATAN | 24 Januari 2021

Survei: Ini Empat Alasan Orang Tolak Divaksinasi Covid-19

Survei yang dilakukan secara daring pada Oktober 2020 ini melibatkan 797 responden.

KESEHATAN | 24 Januari 2021

Vaksinasi Mandiri Tidak Boleh Ganggu Pelaksanaan Vaksinasi Nasional

Pada prinsipnya perusahaan mau untuk melaksanakan vaksinasi mandiri, tetapi masih menunggu kebijakan Kemkes.

KESEHATAN | 24 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS