BPJS Masih Defisit, Calon Anggota Dewan Pengawas Beberkan Penyebabnya
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 479 (-2)   |   COMPOSITE 5975 (-12)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1396 (-0)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 167 (-0)   |   IDX30 473 (-1)   |   IDX80 128 (-0)   |   IDXBASIC 1245 (-7)   |   IDXBUMN20 361 (0)   |   IDXCYCLIC 739 (-1)   |   IDXENERGY 741 (2)   |   IDXESGL 130 (-0)   |   IDXFINANCE 1328 (1)   |   IDXG30 133 (0)   |   IDXHEALTH 1274 (2)   |   IDXHIDIV20 418 (-0)   |   IDXINDUST 965 (0)   |   IDXINFRA 871 (-2)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 739 (-6)   |   IDXPROPERT 876 (-4)   |   IDXQ30 136 (-0)   |   IDXSMC-COM 280 (0)   |   IDXSMC-LIQ 334 (0)   |   IDXTECHNO 3334 (15)   |   IDXTRANS 1040 (3)   |   IDXV30 127 (0)   |   INFOBANK15 957 (-1)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 408 (-1)   |   ISSI 176 (-0)   |   JII 579 (-5)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1135 (-3)   |   LQ45 890 (-2)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1594 (-3)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 303 (-1)   |   PEFINDO25 295 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (0)   |   SRI-KEHATI 342 (-1)   |   TRADE 872 (0)   |  

BPJS Masih Defisit, Calon Anggota Dewan Pengawas Beberkan Penyebabnya

Senin, 25 Januari 2021 | 18:19 WIB
Oleh : Dina Manafe / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Defisit dana jaminan sosial (DJS) yang dikelola BPJS Kesehatan masih jadi masalah dalam penyelenggaraan program JKN-KIS. Defisit terjadi ketika penerimaan DJS tidak sebanding dengan pengeluaran untuk membiayai manfaat atau pelayanan yang didapatkan peserta.

Calon anggota Dewan Pengawas (Dewas) BPJS Kesehatan, Ibnu Naser Arrohimi mengatakan, defisit JKN-KIS disebabkan beberapa faktor. Pertama, karena jumlah kepesertaan belum banyak atau dengan kata lain universal health coverage (UHC) belum tercapai.

Diketahui, pemerintah menargetkan pada akhir 2019 minimal 95% penduduk Indonesia sudah harus menjadi peserta JKN-KIS. Namun menurutnya, berdasarkan data kepesertaan per akhir 2020, jumlah peserta JKN-KIS tercatat 224 juta orang atau baru 86% dari total penduduk.

Kedua, regulasi tarif belum sempurna dan biaya operasional BPJS Kesehatan cukup tinggi. Defisit ini diperpaparah dengan over utilitas atau pemanfaatan yang berlebihan di fasilitas layanan kesehatan.

“Over utilitas itu kita lihat rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) ke RS masih tinggi terutama dari puskesmas,” kata Ibnu pada uji kelayakan dan kepatutan yang diselenggarakan Komisi IX DPR, Senin (25/1/2021).

Ketiga, tunggakan iuran pada peserta pekerja bukan penerima upah (PBPU) dan bukan pekerja (BP) atau disebut juga peserta mandiri yang masih tinggi. Sekitar 52% dari peserta mandiri menunggak iuran ke BPJS Kesehatan. Ini terjadi antara lain karena sistem yang mempersulit, khususnya sistem kepesertaan satu keluarga.

Pada peserta mandiri, satu keluarga harus jadi peserta di kelas yang sama dan membayar iuran untuk seluruh anggota keluarga tersebut dalam waktu bersamaan. Ini menyulitkan sebagian keluarga yang tidak mampu membayar iuran sekaligus untuk seluruh anggota keluarganya.

Keempat, kecurangan (fraud). Ini terjadi karena audit medik BPJS Kesehatan masih belum dijalankan dengan baik. Ibnu yang juga adalah Direktur Utama RS PKU Muhammadiyah Gombong Jawa Tengah ini memiliki misi apabila nanti terpilih menjadi anggota Dewas BPJS Kesehatan untuk lima tahun ke depan akan melakukan reformasi terhadap Program JKN-KIS.

Di antaranya, mencegah terjadinya defisit, tercapainya UHC, membangun kerja sama yang lebih baik dengan pemangku kepentingan terutama pemerintah daerah. Juga membangun solidaritas internal BPJS Kesehatan di seluruh jenjang.

“Kunci pada reformasi JKN adalah harus berpihak pada masyarakat banyak, terutama masyarakat kurang mampu sebagaimana semangat awal pembentukannya,” kata Ibnu.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sepuluh Calon Anggota Dewas BPJS Kesehatan Jalani Uji Kelayakan di DPR

Sepuluh calon Dewas BPJS Kesehatan yang diuji oleh Komisi IX DPR ini terdiri dari unsur pekerja, pengusaha, dan tokoh masyarakat.

KESEHATAN | 25 Januari 2021

Jokowi Tunjuk Kepala BKKBN Jadi Ketua Pelaksana Percepatan Penurunan Stunting

Pemerintah telah menyiapkan beberapa strategi atau langkah untuk menurunkan angka stunting di Indonesia dan mencapai target 14% di tahun 2024.

KESEHATAN | 25 Januari 2021

Tambah 10.678, Kasus Sembuh Covid-19 Kembali Torehkan Rekor

Jumlah kasus sembuh dari Covid-19 di Indonesia memecahkan rekor tertinggi hari ini, Senin (25/1/2021) yakni mencapai 10.678.

KESEHATAN | 25 Januari 2021

Menkes Ingatkan Kesehatan Remaja Tentukan Masa Depan Bangsa

Saat ini, jumlah remaja di Indonesia sekitar 45 juta lebih atau hampir 20 persen dari total populasi di Indonesia.

KESEHATAN | 25 Januari 2021

Update Covid-19: Tambah 9.994, Kasus Positif Jadi 999.256

Dengan penambahan 9.994 hari ini, total kasus positif Covid-19 di Indonesia menjadi 999.256.

KESEHATAN | 25 Januari 2021

Jokowi Targetkan Angka Stunting Turun Dekati 14% di 2024

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta angka stunting dapat diturunkan mendekati 14% pada tahun 2024.

KESEHATAN | 25 Januari 2021

Jokowi Targetkan 2024 Angka Stunting Turun Jadi 14%

Stunting di Indonesia pada tahun 2019 sebesar 27,6%.

KESEHATAN | 25 Januari 2021

Budi Gunadi: Kemkes Punya Tanggung Jawab Besar Siapkan Fisik Tangguh Generasi Muda

Generasi mudanya bisa mendongkrak GDP negaranya sehingga mendorong peringkat ekonomi negara.

KESEHATAN | 25 Januari 2021

Epidemiolog: Hasil Tes GeNose Jangan Dijadikan Syarat Perjalanan

Jika ingin dijadikan syarat, tetap diperlukan tes PCR.

KESEHATAN | 24 Januari 2021

Ahli: GeNose Kurang Tepat untuk Screening Penumpang Kereta dan Bus

Sebab, ada kriteria dari GeNose yang tidak praktis sebagai pemeriksaan mobilitas.

KESEHATAN | 24 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS