RS Penuh, Isolasi Mandiri Harus Diawasi Pemerintah
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.204 (-2.06)   |   COMPOSITE 6290.8 (-32.05)   |   DBX 1362.34 (-1)   |   I-GRADE 180.342 (-1.16)   |   IDX30 506.102 (-3.59)   |   IDX80 136.192 (-1.32)   |   IDXBUMN20 397.025 (-3.48)   |   IDXESGL 139.555 (-0.83)   |   IDXG30 142.425 (-1.56)   |   IDXHIDIV20 448.193 (-3.29)   |   IDXQ30 145.469 (-0.81)   |   IDXSMC-COM 298.549 (-2.25)   |   IDXSMC-LIQ 357.569 (-6.36)   |   IDXV30 134.488 (-2.08)   |   INFOBANK15 1048.13 (3.23)   |   Investor33 435.467 (-1.63)   |   ISSI 181.572 (-2.16)   |   JII 618.362 (-9.56)   |   JII70 218.204 (-3.25)   |   KOMPAS100 1215.76 (-9.91)   |   LQ45 948.468 (-7.11)   |   MBX 1702.13 (-9.99)   |   MNC36 323.237 (-1.37)   |   PEFINDO25 323.55 (-1.68)   |   SMInfra18 308.555 (-4.24)   |   SRI-KEHATI 369.754 (-1.01)   |  

RS Penuh, Isolasi Mandiri Harus Diawasi Pemerintah

Selasa, 26 Januari 2021 | 23:40 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit (RS) rujukan Covid-19 kian hari kian meningkat. Dewan Pakar Ikatan Ahli kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra mengatakan, dengan penambahan kasus baru rata-rata 10.000 per hari, maka seberapa besar usaha pemerintah untuk merawat dan menyelamatkan pasien Covid-19, tentu pemerintah tidak mampu mengejar peningkatan kasus harian.

Meski begitu, kata Hermawan, pemerintah tidak boleh menyerah, melainkan harus terus mengupayakan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan mentransformasikan fasilitas lain untuk digunakan sebagai tempat isolasi mandiri.

“Bila perlu, sekolah-sekolah yang sementara belajar dari rumah atau fasilitas lain yang dimungkinkan digunakan untuk tempat isolasi mandiri. Ini bagian dari upaya peningkatan kapasitas isolasi mandiri,” kata Hermawan kepada Suara Pembaruan, Selasa (26/1/2021).

Ia menuturkan, pemerintah perlu menyediakan fasilitas isolasi mandiri bagi pasien Covid-19 bergejala ringan. Ketika pasien melakukan isolasi mandiri di rumah, itu akan lebih berisiko karena mereka tidak terkendali dan tidak terkontrol.

Selain itu, situasi rumah setiap orang yang berbeda-beda. Oleh karena itu, ia meminta pasien Covid-19 sebaiknya menjalani isolasi mandiri yang disediakan oleh pemerintah. Di sana ada tenaga kesehatan yang mengawasi, ada pemenuhan kebutuhan dasar dan logistik, dan dijauhkan dari stigma maupun dari kontak langsung dengan sekitarnya.

Meski begitu, Hermawan menuturkan, peningkatan kapasitas isolasi bukan sebuah solusi untuk memutuskan mata rantai penularan Covid-19. Ia menawarkan tiga opsi yang harus segera dilakukan oleh pemerintah.

Pertama, pemerintah harus berani memberlakukan pembatasan sosial berkala besar (PSBB) secara nasional. Menurutnya, pendekatan PSBB transisi hingga keputusan perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) bersifat parsial dan tidak tuntas. Bahkan, PPKM tidak efektif untuk beberapa lokasi tertentu.

“Jadi PSBB nasional ini harus dipersiapkan dengan matang. Justru dengan keterbukaan sekarang, pemerintah harus mengimbau masyarakat menyediakan logistik dan menyiapkan mental untuk siap PSBB secara nasional secara serentak dan kompak,” ujarnya.

Kedua, optimalisasi proses vaksinasi. Namun vaksinasi menjadi opsi jangka panjang, yakni ketika Indonesia mampu menyediakan vaksin minimal 400 juta dosis untuk memenuhi 181 juta atau 70% subjek utama dari populasi penduduk.

Ketiga, pemerintah harus mengambil peran kampanye cepat dan populer guna mengedukasi masyarakat. Kampanye ini dilakukan oleh pemerintah pusat hingga komunitas akar rumput. Dengan begitu, semua pihak mulai dari RT, RW, desa, kelurahan bersama tenaga kesehatan yang ada di komunitas melakukan upaya promosi, edukasi, hingga menyediakan fasilitas-fasilitas untuk membantu pasien menjalankan isolasi, khususnya pasien bergejala ringan.

“Jika ini dilakukan tentu akan sangat membantu melandaikan penumpukan pasien Covid-19 di RS dan faskes yang disediakan pemerintah. Itulah yang harus dilakukan karena hulu persoalan kita adalah kesehatan masyarakat. Jadi harus bersama masyarakat di komunitas,” ucapnya.

Hermawan menyebutkan, masalah Covid-19 memerlukan kerja sama semua pihak. Sebab, dengan situasi 10.000 kasus positif per hari, maka 30% atau 3.000 pasien pasti membutuhkan perawatan. Dari 3.000 pasien tersebut, 50% atau 1.500 membutuhkan perawatan di RS dan sisanya isolasi mandiri.

“Membayangkan angka 1.500 membutuhkan tempat tidur di RS, sama halnya seperti membutuhkan lima RS baru kelas C dengan kapasitas rata-rata 300 tempat tidur. Menyiapkan lima RS kelas C per hari bukan perkara mudah di ruang lingkup kita,” pungkasnya.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Mendagri: Data KPU untuk Vaksinasi Covid-19 dari Dukcapil

Pemda melakukan pendataan dan inventarisasi data penerima vaksin yang akan mendapatkan skala prioritas.

KESEHATAN | 26 Januari 2021

FibreFirst Gelar Webinar Pentingnya Serat dan Nutrisi Harian Keluarga

Para ibu harus membiasakan hidup sehat dengan cukupi asupan serat dan nutrisi harian agar pencernaan sehat.

KESEHATAN | 26 Januari 2021

Menkes Sebut Ada 2 Langkah Kurangi Laju Penularan Virus Covid-19

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan ada dua langkah untuk mengurangi laju penularan virus Covid-19.

KESEHATAN | 26 Januari 2021

Sebaran Kasus Harian Covid-19, Jawa Barat Tertinggi dan Cetak Rekor

Jawa Barat (Jabar) menjadi provinsi dengan kasus harian Covid-19 tertinggi di Indonesia pada hari ini, Selasa (26/1/2021) yakni mencapai 3.924.

KESEHATAN | 26 Januari 2021

Update Covid-19: Tambah 13.094, Kasus Positif di Indonesia Tembus 1 Juta

Dengan penambahan 13.094 hari ini maka total kasus positif Covid-19 di Indonesia sudah tembus 1 juta atau tepatnya 1.012.350.

KESEHATAN | 26 Januari 2021

Penambahan 100.000 Kasus Covid-19 Kini Hanya Butuh 9 Hari

Penambahan 100.000 kasus dalam waktu 9 hari tercatat sebagai yang tercepat dalam waktu hampir 11 bulan sejak kasus pertama diumumkan pada 2 Maret 2020.

KESEHATAN | 26 Januari 2021

Menlu: Upaya Diplomasi Dapatkan Vaksin Covid-19 Terus Dilakukan

Indonesia diperkirakan memperoleh vaksin gratis dari WHO, GAVI, dan CEPI sebesar 3% sampai 20% penduduk.

KESEHATAN | 26 Januari 2021

Apotek Online Lifepack Tumbuh 50% Sepanjang 2020

Apotek online mendapat berkah saat pandemi Covid-19. Lifepack, salah satu apotek online mengalami pertumbuhan rata-rata 50% setiap bulan sepanjang tahun 2020.

KESEHATAN | 26 Januari 2021

Siang Ini Kasus Covid-19 di Indonesia Tembus 1 Juta

Penduduk Indonesia yang harus kehilangan nyawa akibat penyakit mematikan itu bertambah 297 orang menjadi total 28.132 orang.

KESEHATAN | 26 Januari 2021

Total Kasus Covid-19 Dunia Tembus 100 Juta

Warga yang meninggal dunia akibat Covid-19 di seluruh muka bumi ini mencapai 2.148.259 orang dan yang sembuh sebanyak 72.230.593 orang.

KESEHATAN | 26 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS