Sukses di Singapura, Alat Deteksi Kontak Covid Ternyata Produksi Indonesia
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Sukses di Singapura, Alat Deteksi Kontak Covid Ternyata Produksi Indonesia

Senin, 1 Februari 2021 | 22:01 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Singapura, Beritasatu.com – Pemerintah Indonesia saat ini tengah melakukan uji coba alat canggih yang bisa mendeteksi secara akurat riwayat kontak seseorang dengan orang lain untuk keperluan penelusuran mata rantai infeksi Covid-19.

Alat bernama Blue Pass ini dikembangkan oleh dan sudah sukses diterapkan di Singapura.

Namun, menurut Duta Besar Indonesia untuk Singapura, Suryopratomo, semua chip perangkat ini diproduksi oleh Polytron Indonesia dan dirakit oleh sebuah perusahaan di Batam meskipun semua idenya berasal dari Temasek Foundation, BUMN investasi di Singapura.

“Singapura belajar dari pengalaman karena ketika pertama kali kasus-kasus muncul, mereka tidak tahu bagaimana mendeteksi orang yang melakukan kontak erat dengan mereka yang terinfeksi Covid-19,” kata Suryopratomo dalam wawancara dengan Beritasatu News Channel belum lama ini.

Ketika itu penelusuran dilakukan secara manual -- setiap orang yang terkena infeksi ditanya dengan siapa saja pernah bertemu. Cara ini sangat tidak efektif dan tidak mampu secara signifikan menekan angka penularan.

Kalau orang ditanya tiga hari yang lalu bertemu dengan siapa saja, pasti sudah banyak lupa, apalagi ditanya seberapa dekat jarak pertemuan dan berapa lama, imbuhnya.

Ketika kasus harian sedang tinggi-tingginya pada April lalu, bahkan mencapai 1.400 kasus per hari, Singapura mulai berpikir keras untuk mencari solusi tentang metode penelusuran kontak yang efektif dan efisien.

“Maka kemudian dikembangkan sebuah teknologi di mana dimungkinkan dilakukan digital tracing (penelusuran secara digital),” kata Suryopratomo.

Saat ini sudah ada dua aplikasi digital tracing, yaitu Trace Together yang dikembangkan Kementerian Kesehatan Singapura dan Blue Pass yang dikembangkan oleh Temasek, ujarnya.

Dengan alat ini, dalam waktu singkat bisa diketahui siapa saja orang yang pernah berhubungan dengan pengidap Covid-19 sehingga bisa dengan cepat pula dilakukan containment (penjagaan), diikuti uji diagnostik, dan kalau positif langsung karantina, imbuhnya.

“Itulah yang membuat mengapa sekarang ini di Singapura tidak ada kasus penularan di dalam masyarakat, kalau ada jumlahnya sangat kecil karena sangat cepat dilakukan pembatasan kepada orang yang melakukan kontak erat,” kata Suryopratomo.

Cara Kerja
Token Blue Pass ini sangat praktis dan mudah dibawa ke mana saja, tetapi mampu menyimpan ratusan ribu kontak dan tidak perlu sering ganti baterai.

“Cara kerjanya berdasarkan Bluetooth. Alat ini beratnya hanya 15 gram, tahan air, baterainya bisa bertahan untuk satu tahun, dan bisa menyimpan sampai 360.000 data orang yang melakukan kontak erat dengan mereka yang terinfeksi Covid-19,” jelasnya.

Dengan alat ini, bisa diketahui interaksi dengan seseorang yang berjarak 2 meter atau kurang dan dalam waktu 15 menit atau lebih, tambahnya.

Kriteria ini dibuat berdasarkan riset ilmiah bahwa peluang tertular virus sangat besar jika melakukan kontak dengan penderita selama 15 menit atau lebih dalam jarak kurang dari 2 meter.

Dengan alat ini Singapura bisa secara agresif melakukan tracing dan tepat sasaran, karena orang yang dites diagnostik adalah mereka yang benar-benar melakukan kontak berisiko dengan penderita, paparnya.

Karena sangat tertarik, ia kemudian melakukan uji coba sendiri melibatkan seluruh staf Kedutaan Besar RI di Singapura, karena Indonesia juga sedang berusaha keras mencari mekanisme terbaik untuk deteksi dan penelusuran kontak Covid-19.

“Ada 120 staf KBRI yang memakai alat itu dan harus pegang terus selama tiga hari,” ujarnya.

Pada hari ketiga, dilakukan simulasi bahwa ada yang positif Covid-19 lalu padanya dilakukan penelusuran menggunakan Blue Pass yang ia kenakan.

“Kita unduh dari Blue Pass, dalam waktu 5 menit ketemu siapa saja yang kontak,” ujarnya.

“Alat ini sederhana sekali, tidak complicated, tetapi idenya yang luar bisa.”

Uji Coba
Atas hasil uji coba internal ini, Suryopratomo lalu menghubungi Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo untuk kemungkinan uji coba di Indonesia, dan disambut dengan sangat antusias.

Bahkan Doni mengajak Ketua Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza untuk melakukan penjajakan.

Setelah itu ditindaklanjuti dengan pertemuan sebanyak tiga kali antara BPPT, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Dalam Negeri Singapura, Kantor Imigrasi Singapura, dan Temasek.

BPPT juga sangat terkesan dan sepakat untuk melakukan uji coba di Indonesia.

“Awal Januari kita kirim sekitar 520 unit untuk uji coba. Nanti sampai akhir Februari kita lihat hasilnya,” kata Suryopratomo.

Jika alat itu disetuji penggunaannya secara massal, mungkin akan menghadapi kendala karena tidak gampang meminta ratusan juta rakyat Indonesia memakai alat tersebut.

“Di Singapura, orang harus mengunduh bukan karena dipaksa pemerintah, tetapi kalau tidak memakai aplikasi ini mereka tidak bisa menggunakan fasilitas umum, tidak bisa ke kantor, tidak bisa menggunakan transportasi umum, tidak bisa masuk restoran, toko, taman, tempat jogging dan seterusnya,” ujarnya.

“Masyarakat harus mengunduh itu untuk keselamatan kita bersama,” pungkasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Disiplin Prokes dan Vaksinasi, Kunci Ubah Pandemi Jadi Endemi

Untuk melanjutkan transisi pandemi menuju endemi, maka masyarakat perlu meningkatkan kesadaran pentingnya protokol kesehatan (prokes) dan vaksinasi

KESEHATAN | 18 September 2021

Sentra Vaksinasi Covid-19 MNC Peduli di Bogor Dihadiri Miss Indonesia

Sentra Vaksinasi Covid-19 yang dihelat MNC Peduli bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor dan Puskesmas Curugbitung dihadiri Miss Indonesia 2020 Carla Yules.

KESEHATAN | 18 September 2021

Update Covid-19: Tren Kasus Aktif Menurun, Tetap Waspada

Penanganan Covid-19 di Tanah Air terus membaik namun harus tetap waspada

KESEHATAN | 18 September 2021

Mendagri Minta Pemerintah Desa Serius Tangani Stunting

Menurut Mendagri Tito Karnavian bila masalah stunting ini tidak ditangani dengan baik, maka Indonesia Emas 2045 hanya sebatas mimpi.

KESEHATAN | 18 September 2021

Soal Labelisasi Bahaya BPA, Ketua JPKL: Tindakan BPOM Sudah Tepat

Ketua JPKL Roso Daras menyebutkan keputusan BPOM untuk melabeli kemasan plastik No.7 seperti galon guna ulang polikarbonat sudah tepat.

KESEHATAN | 18 September 2021

Menko Luhut: Kondisi Makin Membaik, Jangan Lengah

Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan agar masyarakat tidak lengah dan tetap waspada supaya Covid-19 tidak naik lagi.

KESEHATAN | 18 September 2021

Apakah Kita Perlu Vaksin Booster? Data di Dunia Ternyata Menunjukkan Hal Ini

Orang-orang yang divaksinasi lebih awal dalam pandemi sekarang lebih rentan terhadap mutasi infeksi, terutama dalam menghadapi varian Delta.

KESEHATAN | 18 September 2021

Pengiriman Pertama Donasi 4,6 Juta Vaksin Pfizer dari AS untuk Indonesia Tiba

Pemerintah dan rakyat Amerika Serikat (AS) menyatakan dukungan sepenuhnya bagi rakyat Indonesia dalam perang melawan Covid-19.

KESEHATAN | 18 September 2021

Ayo Melangkah Sebanyak Ini untuk Peluang Umur Panjang, Jangan Berlebih

Untuk meningkatkan peluang kita berumur panjang, kita mungkin harus mengambil setidaknya 7.000 langkah sehari atau berolahraga lebih dari 2,5 jam per minggu.

KESEHATAN | 18 September 2021

Tes Covid-19 Menurun, Ini Penjelasan Kemkes

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, tes Covid-19 mengalami penurunan beberapa hari terakhir karena ada perbaikan data.

KESEHATAN | 18 September 2021


TAG POPULER

# Muhammad Kece


# Sonny Tulung


# Vaksinasi Covid-19


# Ideologi Transnasional


# Lucinta Luna



TERKINI
Polisi Singapura dan Malaysia Bongkar Sindikat Love Scam

Polisi Singapura dan Malaysia Bongkar Sindikat Love Scam

DUNIA | 17 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings