Ditagih Presiden Berkali-kali, Roadmap Vaksinasi Belum Juga Jadi
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Ditagih Presiden Berkali-kali, Roadmap Vaksinasi Belum Juga Jadi

Rabu, 3 Februari 2021 | 12:30 WIB
Oleh : Dwi Argo Santosa / DAS

Jakarta, Beritasatu.com - Sebelum vaksinasi Covid-19 dilaksanakan 13 Januari 2021, terjadi simpang siur keterangan mengenai produsen vaksin, kedatangan vaksin, hingga mulainya injeksi pertama. Jumlah penduduk yang menjadi target vaksinasi juga berubah-ubah. Berbagai ketidakpastian tadi bisa jadi karena tidak ada peta jalan atau roadmap vaksinasi sebagai acuan.

Roadmap diketahui awam sebagai rencana dan tahapan detail bagaimana vaksinasi bakal dijalankan. Selain menyangkut jadwal, alokasi anggaran dan sasaran, peta jalan juga menyertakan siapa saja yang menjadi prioritas.

Menariknya, nasib roadmap vaksinasi Covid-19 ini beberapa kali ditanyakan oleh Presiden Jokowi namun tak kunjung selesai dan akhirnya tak pernah lagi disinggung.

Presiden Jokowi pertama kali menyinggung penyusunan peta jalan atau roadmap vaksinasi Covid-19 pada akhir September 2020 lalu. Namun, hingga bulan Januari 2021 berlalu, belum ada tanda-tanda pemerintah mengumumkan secara resmi selesainya roadmap dimaksud.

Presiden pertama kali menyinggung roadmap saat membuka rapat terbatas laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional secara virtual dari Istana Merdeka, Jakarta, 28 September 2020.

“Saya minta dua minggu ini sudah ada perencanaan detail, kapan dimulai, lokasi di mana, siapa yang melakukan, siapa yang divaksin pertama. Semua harus terencana dengan baik, sehingga saat vaksin ada, itu tinggal langsung implementasi pelaksanaan di lapangan,” kata Jokowi ketika itu.


Sampul roadmap vaksinasi Covid-19 versi Ditjen P2P Kemkes.

Awal Oktober, Dirjen P2P Kementerian Kesehatan sudah menyusun roadmap. Di dalamnya terdapat perincian produsen vaksin serta kapasitas produksi, tahapan vaksinasi, jumlah target penduduk lengkap dengan skala prioritasnya. Namun rodmap itu hanya menyebut tiga kandidat produsen vaksin, yakni Sinovac, Sinopharm/G24, dan Global Alliance for Vaccines and Immunization (GAVI).

Sinovac bekerja sama dengan Bio Farma diproyeksikan memasok 204,9 juta dosis, Sedangkan Sinopharm bekerja sama dengan Kalbe Farma akan menyediakan 54 juta dosis. GAVI direncanakan memberikan 61,1 juta dosis sehingga total 320 juta dosis.

Rencana pemberian vaksin pun sudah tersusun bulan demi bulan. Estimasinya, vaksinasi akan berlangsung Desember 2020 hingga Maret 2022 atau 15 bulan.


Roadmap vaksinasi Covid-19 versi Ditjen P2P Kemkes.

Entah mengapa, roadmap itu tak dipakai. Dalam rapat terbatas laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, 12 Oktober 2020, Presiden Jokowi lagi-lagi meminta jajarannya untuk segera merampungkan roadmap vaksinasi Covid-19.

"Untuk roadmap pemberian vaksin, minggu ini saya minta secara khusus untuk dipaparkan. Sehingga jelas apa yang akan kita lakukan," katanya.

Dua Minggu setelah itu tampaknya apa yang diinginkan Presiden belum terkabul. Tepatnya pada 26 Oktober 2020, Jokowi kembali mengingatkan agar roadmap vaksinasi segera dipaparkan dengan detail, jelas, dan bisa dipertanggungjawabkan.

"Mengenai pelaksanaan vaksinasi, saya minta timeline pelaksanaan segera diselesaikan dengan memperhatikan ketersediaan sarana, prasarana, dan infrastruktur pendukung, lalu distribusi dan interval pemberian vaksin yang akan digunakan per wilayah," kata Jokowi saat membuka ratas soal vaksinasi Covid-19 secara virtual.

Menurut Presiden, hal ini sangat urgent. Pertama, agar pemberian vaksin bisa berjalan dengan lancar. Kedua, agar masyarakat memahami secara komprehensif apa yang menjadi niat pemerintah.

Jokowi menyebut roadmap agar dibuat terperinci. Ia ingin ada perencanaan detail soal pemberian vaksin Covid-19 per daerah. "Daerah ini kapan, saya minta detail sekali. Daerah ini kapan, siapa yang dapat, siapa yang gratis, siapa yang bayar, semuanya harus dipersiapkan secara detail," kata Jokowi.

Jokowi menyebut “siapa yang bayar” karena waktu itu masih ada dua skema vaksinasi, yakni vaksinasi gratis dan vaksinasi berbayar.

Seminggu kemudian, juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan bahwa roadmap belum selesai. Seperti biasa, jawaban Wiku diplomatis. Intinya, roadmap belum jadi.

Roadmap sudah dalam tahap finalisasi mencakup kandidat vaksin dan penyusunan tahapan prioritas penerima vaksin, dengan berbagai pertimbangan seperti, ketersediaan vaksin, penduduk, wilayah berisiko, tahapan pemakaian, dan indeks pemakaian,” ujar Wiku dalam telekonferensi pers, 3 November 2020.

Roadmap dimaksud ternyata tak kunjung jadi bahkan setelah menteri kesehatan berganti.

Menurut juru bicara pemerintah untuk Vaksin Covid-19 yang juga Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, Terawan Agus Putranto di akhir masa jabatannya sebagai menkes sempat menerbitkan Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) 84/2020.

Regulasi ini mengatur mengenai semua tahapan pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Sementara, peta jalan atau roadmap pelaksanaan vaksinasi belum dapat dilanjutkan meski sudah ada draf yang tersusun.

Menurut Siti Nadia Tarmizi, meski tidak seteknis peta jalan, PMK 84/2020 menjadi acuan pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Nadia membeberkan alasan mengapa roadmap tak kunjung jadi, yakni banyak yang harus direvisi. Pasalnya, ada beberapa perubahan kebijakan. Ia menyebut, di awal vaksinasi terdapat dua skema yaitu mandiri (berbayar) dan program (dibiayai pemerintah). Namun kemudian ada instruksi dari Presiden agar vaksinasi digratiskan untuk semua masyarakat sasaran.

Publik bisa mengerti bila ketiadaan peta jalan atau roadmap ini akhirnya membuat target vaksinasi berubah-ubah. Menkes Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa vaksinasi terhadap 181,5 juta warga bakal selesai dalam waktu 15 bulan yakni mulai Januari 2021 hingga Maret 2022.

Belakangan, Presiden Jokowi meminta pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Indonesia dapat diselesaikan selama 1 tahun, bukan 15 bulan.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Akrobat Pemerintah demi Vaksinasi Covid-19

Pergantian Menkes dan Ditjen P2P diduga berkaitan dengan upaya menggenjot suksesnya program vaksinasi.

KESEHATAN | 3 Februari 2021

Menristek: Tes GeNose Tidak Gantikan PCR

GeNose ini digunakan sebagai alat penyaringan, bukan sebagai alat gold standard untuk diagnosis Covid-19.

KESEHATAN | 3 Februari 2021

Setelah Stasiun Senen dan Tugu, Test Covid-19 GeNose Digunakan di Lokasi Mana?

Saat ini GeNose sudah mendapat izin edar dari Kementerian Kesehatan (Kemkes) dan sudah disetujui Satgas Covid-19.

KESEHATAN | 3 Februari 2021

Indonesia dan Iran Kerja Sama Pengadaan Alat Kesehatan

Kerja sama ini merupakan awal dari roadmap kemitraan bisnis jangka panjang dalam pengadaan alat hemodialisa.

KESEHATAN | 2 Februari 2021

Tingkat Kecemasan Tinggi, Dampak Covid-19 terhadap Tenaga Kesehatan Lebih Berbahaya

Kecemasan yang tinggi membuat tenaga kesehatan lebih rentan masuk ke fase Covid-19 sedang hingga berat.

KESEHATAN | 2 Februari 2021

Jumlah Pasien Covid-19 di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Menurun

Tingkat keterisian pasien Covid-19 di Wisma Atlet mencapai 58,49% atau 3.506 pasien. Terjadi penurunan hingga 20% dibandingkan minggu lalu.

KESEHATAN | 2 Februari 2021

Lindungi Nakes, Satgas Covid-19 Luncurkan Hotline 117-3 untuk Layanan Kesehatan

Layanan ini diluncurkan untuk membantu nakes yang membutuhkan bantuan bila terinfeksi Covid-19.

KESEHATAN | 2 Februari 2021

Kabar Pengadaan Vaksin Covid-19, Ini Pernyataan Holding RS BUMN

Holding RS BUMN yang menaungi PT RS Pelni menyampaikan klarifikasi terkait pengadaan vaksin Covid-19.

KESEHATAN | 2 Februari 2021

Angka Kesembuhan Covid-19 Alami Kenaikan 8 Pekan Berturut-turut

Kenaikan angka kesembuhan tertinggi pada pekan ini didominasi provinsi di Pulau Jawa, yaitu Jawa Barat, Banteng, Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.

KESEHATAN | 2 Februari 2021

Satgas: Menekan Angka Kematian Prioritas Utama dalam Penanganan Covid-19

Jika sedang merasa kurang sehat atau timbul gejala Covid-19, segera periksakan diri ke puskesmas terdekat.

KESEHATAN | 2 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS