LK PBNU Sarankan Libatkan Organisasi untuk Tangani Stunting
Logo BeritaSatu

LK PBNU Sarankan Libatkan Organisasi untuk Tangani Stunting

Kamis, 18 Februari 2021 | 23:12 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Stunting merupakan salah satu permasalahan bangsa yang harus segera diatasi. Dokter dari Lembaga Kesehatan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LK PBNU), dr Hj Citra Fitri Agustina mengatakan, upaya pencegahan stunting tidak bisa hanya dilakukan oleh satu pihak, yakni Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Menurutnya, pencegahan stunting juga harus melibatkan organisasi masyarakat (ormas).

“Pencegahan stunting sudah jamak akan lebih baik dengan banyak pelibatan organisasi masyarakat,” kata dokter Citra dalam siaran pers yang diterima Beritasatu.com, Kamis (18/2/2021).

Untuk itu, Citra mengapresiasi kerjasama BKKBN dengan Fatayat NU dalam pencegahan stunting. Ia berharap kerja sama dengan ormas dan lembaga NU atau paguyuban juga diterapkan sehingga edukasi pencegahan stunting akan mudah disebarkan.

“Karena santri misalnya lebih mendengarkan kata gurunya, kata kiainya. Edukasi pencegahan stunting ini lebih tepat dan sampai ke sasaran,” ucapnya.

Selanjutnya, Citra mengatakan, upaya pencegahan stunting sebaiknya tidak hanya menyudutkan perempuan. Pasalnya, mencegah lahirnya anak stunting dimulai dari proses pertumbuhan anak mulai dari dalam kandungan.

“Pencegahan stunting jangan hanya menyalahkan perempuan. Selama ini yang terus diintervensi adalah ibu. Misalnya ibu diminta makan telur selama hamil,” ujarnya.

Ia menegaskan, ada pengaruh nutrisi dari pria sebagai calon ayah yang juga harus dijaga. Karenanya ia menyayangkan jika selama ini fokus pencegahan stunting hanya pada perempuan. Kata Citra, masalah stunting diakibatkan faktor dari perempuan dan laki-laki.

Stunting di mana anak lahir dengan tubuh pendek atau pertumbuhan tidak sesuai dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk kesehatan kedua orang tua,” ucapnya.

Kendati demikian, ia mengakui salah satu sebab anak stunting juga karena proses kehamilan. Dalam hal ini, ibu hamil mengalami kekurangan darah atau anemia sejak kehamilan, namun bisa juga karena suami memiliki penyakit penyerta sehingga mengganggu kesuburannya.

Salah satu hal yang mengganggu kesuburan pria adalah menyimpan gawai (gadget)di saku celana. Pasalnya, gawai dapat memunculkan paparan radiasi jangka panjang. Gawai yang diletakkan dekat dengan alat kelamin pria ternyata menurunkan kuantitas sel sperma pria.

“Gangguan gadget pada kesuburan pria berhubungan dengan frekuensi elektromagnetik yang dipancarkan gadget. Sel tubuh atau ponsel memancarkan frekuensi elektromagnetik dan radiasi frekuensi yang tinggi diserap tubuh hingga ke jaringan. Hal ini memicu peningkatan gerakan molekuler di dalam sel tubuh. Apabila hal ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin akan mengganggu kesuburan pria,” ucapnya.



Sumber: BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Wiku Tegaskan Vaksinasi Covid-19 untuk Bentuk Herd Immunity

Untuk membentuk herd immunity global ini, solidaritas antarnegara sangat penting.

KESEHATAN | 18 Februari 2021

Waspada! Cedera Kepala Dominan Menyerang Usia Produktif

"Bayi yang baru lahir juga rentan mengalami kondisi ini hingga berusia 5 tahun," tutur Ronny Setiawan.

KESEHATAN | 18 Februari 2021

Pemerintah Perkuat Sistem Skrining bagi WNI dan WNA Masuk Indonesia

Terkait pengawasan kedatangan WNI dan WNA ke Tanah Air, pemerintah telah memberlakukan beberapa kebijakan selama masa pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 18 Februari 2021

Insentif Tenaga Kesehatan Belum Cair, Ini Penjelasan Satgas

Satgas minta agar fasilitas kesehatan mempersiapkan persyaratan atau administrasi yang dibutuhkan untuk diberikan kepada dinas kesehatan.

KESEHATAN | 18 Februari 2021

Waspada! Jumlah Kabupaten/Kota Masuk Zona Merah Covid-19 Meningkat

Sebaliknya, zona kuning dan zona hijau yang seharusnya bertambah jumlahnya malah mengalami penurunan.

KESEHATAN | 18 Februari 2021

Satgas Minta Semua Pihak Jalin Koordinasi untuk Wujudkan Satu Data

Ini sesuai dengan aturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data.

KESEHATAN | 18 Februari 2021

Siloam Hospitals Tambah Kapasitas Isolasi dan ICU Pasien Covid-19

Siloam Hospitals menambah kapasitas lebih dari 100 tempat tidur isolasi dan ICU untuk dua rumah sakit khusus Covid-19 yang berlokasi di Jakarta dan Tangerang.

KESEHATAN | 18 Februari 2021

Satgas: Sejak 14 Februari, Testing Covid-19 di Indonesia Turun Drastis

Wiku mengakui minggu ini ada penurunan testing yang cukup drastis.

KESEHATAN | 18 Februari 2021

Prof Wiku: Kasus Kematian Covid-19 Mingguan Masih Didominasi Pulau Jawa

“Ini perlu ditingkatkan utamanya di Pulau Jawa mengingat dalam periode PPKM Mikro ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan pasien Covid-19,” ujarnya

KESEHATAN | 18 Februari 2021

Ahmad Sahroni: Lab Intibios Didirikan untuk Kemanusiaan

Anggota DPR Ahmad Sahroni menegaskan Lab Intibios didirikan untuk kemanusiaan.

KESEHATAN | 18 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS