IAKMI: Vaksin Nusantara Berisiko untuk Vaksinasi Covid-19
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

IAKMI: Vaksin Nusantara Berisiko untuk Vaksinasi Covid-19

Minggu, 21 Februari 2021 | 21:19 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Hermawan Saputra mengatakan, kehadiran vaksin Nusantara sangat berisiko, jika diterapkan untuk melakukan vaksinasi Covid-19. Sebab, pendekatan pengembangan vaksin Nusantara ini memanipulasi pendekatan untuk terapi kanker, yakni penggunaan sel dendritik.

“Itu sangat berisiko untuk diterapkan divaksinasi. Jadi sangat gegabah saya pikir untuk membicarakan vaksin Nusantara, lebih baik mempertanyakan progres vaksin Merah Putih,” kata Hermawan kepada Beritasatu.com, Minggu (2/21/2021).

Hermawan menyebutkan, kehadiran vaksin Nusantara menimbulkan kontroversi sejak awal. Sebab, nilai pendekatan ilmiah yang tidak memadai, karena menggunakan terapi kanker untuk disertakan di dalam antigen bahan dasar virus yang akan dimasukan ke dalam vaksin.

Oleh karena itu, Hermawan mengharapkan pemerintah sebaiknya serius mendukung, memantau, dan mempertajam progres untuk vaksin Merah Putih yang sejak awal menjadi andalan negara.

“Jadi ketimbang kita berbicara vaksin Nusantara yang tidak melibatkan institusi utama seperti Bio Farma, Lembaga Eijkman, dan beberapa perguruan tinggi resmi, lebih baik memprioritaskan vaksin Merah Putih. Karena vaksin Merah Putih didorong lebih awal dan dikomitmenkan lebih awal, tetapi tidak populer sekarang,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, tim peneliti vaksin Merah Putih kembangkan oleh para ahli dari 6 institusi yang meliputi; Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) serta dari perguruan tinggi seperti Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Indonesia (UI), Universitas Airlangga (Unair), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Gadjah Mada (UGM).



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kemkes Klaim Belum Ada Keluhan KIPI Gejala Berat Usai Divaksin Covid-19

Siti Nadia Tarmizi mengatakan, sejauh ini belum ditemukan KIPI gejala berat pada program vaksinasi Covid-19 tahap I dan tahap II.

KESEHATAN | 21 Februari 2021

Nucleus Farma Kembangkan Obat Kanker Berbahan Alami

Nucleus Farma bekerjasama dengan Pusat Penelitian Kimia LIPI-Puspiptek, akademisi dan praktisi untuk menemukan senyawa aktif sebagai antikanker.

KESEHATAN | 21 Februari 2021

Kabar Baik, Vaksin Pfizer Bisa Disimpan di Suhu Lebih Tinggi

Saat ini vaksin Pfizer harus disimpan di suhu -80 sampai -60 derajat Celsius

KESEHATAN | 21 Februari 2021

16 Provinsi Laporkan Jumlah Sembuh Lebih Banyak Dibanding Kasus Harian Covid-19

Sebanyak 8.236 pasien dilaporkan sembuh, sementara penambahan kasus baru sebanyak 7.300.

KESEHATAN | 21 Februari 2021

Update Covid-19: Tambah 7.300, Kasus Positif di Indonesia Jadi 1.278.653

Untuk kasus sembuh hari ini bertambah 8.236 sehingga total menjadi 1.087.076.

KESEHATAN | 21 Februari 2021

Dukung Vaksin Nusantara, Komisi IX: Jangan Cuma Bikin Heboh

Netty mendorong tim vaksin Nusantara untuk membuktikan bahwa vaksin tersebut berhasil memenuhi standar dan rekomendasi ilmiah.

KESEHATAN | 21 Februari 2021

Kenapa Penyintas Covid-19 Tetap Harus Divaksinasi? Ini Penjelasan IDI

Mereka bisa terinfeksi kembali karena kekebalan alami pascainfeksi Covid-19 hanya bertahan selama 3-8 bulan.

KESEHATAN | 21 Februari 2021

Pendaftaran Vaksinasi Covid-19 untuk Petugas Pelayan Publik Dilakukan Institusi

Verifikasi juga dilakukan oleh institusi masing-masing.

KESEHATAN | 21 Februari 2021

Kemkes Tegaskan Vaksinasi Mandiri Tidak Diperjualbelikan untuk Individu

Vaksinasi mandiri harus menggunakan merk vaksin yang berbeda dari vaksin yang digunakan dalam program pemerintah.

KESEHATAN | 21 Februari 2021

Kemkes: Penanganan Pandemi Covid-19 Fokus pada Deteksi, Terapi, dan Vaksinasi

Di tengah program vaksinasi, Kemkes terus mengkampanyekan protokol kesehatan.

KESEHATAN | 21 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS