Epidemiolog: Vaksin Nusantara Lebih Cocok Disebut Obat, Bukan Vaksin
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.108 (0.24)   |   COMPOSITE 6251.05 (36.6)   |   DBX 1329.86 (16.43)   |   I-GRADE 180.794 (0.37)   |   IDX30 506.396 (0.71)   |   IDX80 136.709 (0.32)   |   IDXBUMN20 403.084 (1.26)   |   IDXESGL 140.339 (-0.31)   |   IDXG30 143.133 (0.82)   |   IDXHIDIV20 446.039 (0.85)   |   IDXQ30 145.232 (0.08)   |   IDXSMC-COM 293.729 (4.11)   |   IDXSMC-LIQ 360.142 (3.13)   |   IDXV30 135.556 (1.47)   |   INFOBANK15 1043.56 (-1.32)   |   Investor33 435.417 (0.02)   |   ISSI 183.035 (1.53)   |   JII 629.726 (3.97)   |   JII70 221.943 (1.94)   |   KOMPAS100 1220.71 (3.06)   |   LQ45 950.717 (1.57)   |   MBX 1696.63 (7.99)   |   MNC36 322.327 (-0.01)   |   PEFINDO25 325.87 (0.43)   |   SMInfra18 306.901 (3.43)   |   SRI-KEHATI 370.644 (-0.93)   |  

Epidemiolog: Vaksin Nusantara Lebih Cocok Disebut Obat, Bukan Vaksin

Selasa, 23 Februari 2021 | 14:09 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / WBP

Jakarta, Beritasatu.com- Epidemiolog Universitas Indonesia (UI), Tri Yunis Miko Wahyono mengatakan, vaksin Nusantara yang akan memasuki uji klinis tahap II tidak pantas disebut vaksin. Pasalnya, vaksin itu dikembangkan dari virus atau antigennya dan genetiknya. Sementara pengembangan vaksin Nusantara memanipulasi pendekatan terapi kanker, yakni penggunaan sel dendritik.

“Kalau bukan dari hal itu, jangan dianggap vaksin. Saya tahu bahwa vaksin Nusantara bukan itu, jadi itu bukan vaksin. Kalau disebut vaksin kebangetan untuk orang yang menyebutnya,” kata Tri kepada Beritasatu.com, Selasa (23/2/2021).

Tri mengusulkan, pengembangan vaksin Nusantara sebaiknya diganti nama bukan vaksin, tetapi obat atau istilah lain. “Disebut obat atau apa terserah. Kalau itu disebut obat silakan, asal jangan disebut vaksin,” kata Tri.

Tri menyarankan pemerintah untuk tidak fokus pada pengembangan vaksin Nusantara.

Sebagaimana diketahui, vaksin Nusantara ini merupakan inisiasi mantan Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto. Vaksin Nusantara menggunakan bahan serum darah dari masing-masing individu. Vaksin Nusantara ini merupakan vaksin personal berbasis sel dendritik (dendritic cell). Vaksin Nusantara yang mengandung vaksin dendritik, sebelumnya banyak digunakan untuk terapi pada pasien kanker, yang merupakan terapi yang bersifat individual. Vaksin dendritik tersebut diberikan untuk imunoterapi kanker, bukan karena setiap orang diberi jumlah sel dendritik, tetapi karena setiap orang sel dendritiknya bisa mendapatkan perlakuan yang berbeda-beda.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan(BPOM), Penny K. Lukito mengatakan, vaksin Nusantara ini masih dalam tahap evaluasi yang dilakukan oleh tim Direktur Registrasi BPOM.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Manfaat Buah Merah Papua untuk Perawatan Tubuh

Keistimewaan lain dari buah merah adalah kandungan antioksidan yang tinggi sehingga bermanfaat bagi kulit dan rambut.

KESEHATAN | 24 Februari 2021

Hari Ini, Vaksinasi Tokoh Agama Digelar di Masjid Istiqlal

Pelaksanaan vaksinasi di Masjid Istiqlal akan berlangsung selama sepekan ke depan.

KESEHATAN | 23 Februari 2021

Ini Syarat Lansia Bisa Divaksin Covid-19

Vaksin tidak dapat diberikan jika mengalami hipertensi, diabetes, kanker, gagal jantung, nyeri dada, nyeri sendi, asma, stroke, gagal ginjal.

KESEHATAN | 23 Februari 2021

Tes Covid-19, Pakar Tegaskan Konfirmasi Harus Tetap Gunakan PCR

Selain untuk penetapan kasus, Tri juga menuturkan, mengecek hasil pengobatan pada kasus harus menggunakan PCR.

KESEHATAN | 23 Februari 2021

Satgas Covid-19 Sebut Pengawasan dan Pengendalian PPKM Mikro Mulai Efektif

Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19, Alexander K Ginting menyatakan pengawasan dan pengendalian PPKM mikro mulai efektif.

KESEHATAN | 22 Februari 2021

Menkes: Vaksinasi Pedagang Pasar Beringharjo Yogyakarta Senin Depan

Vaksinasi akan difokuskan di tiga lokasi yakni tempat parkir Abu Bakar Ali dekat Malioboro, Pasar Beringharjo, dan Banteng Vendeberg.

KESEHATAN | 22 Februari 2021

Maret, Bio Farma Siapkan 11,4 Juta Dosis untuk Vaksinasi Tahap II

Sejak Minggu (2/21/2021), Bio Farma sudah mendistribusi vaksin ke enam provinsi.

KESEHATAN | 22 Februari 2021

Bangun Ekosistem JKN-KIS Ideal, BPJS Kesehatan Akan Perkuat Kerja Sama Lintas Sektor

Ali Ghufron Mukti ungkapkan, saat ini Program JKN – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) telah menjadi top of mind pembiayaan pelayanan kesehatan di Indonesia.

KESEHATAN | 22 Februari 2021

Net Asset Defisit Rp 7 triliun, Ali Ghufron Janji Tingkatkan Kualitas Layanan BPJS Kesehatan

Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Ali Ghufron Mukti berjanji akan meningkatkan kualitas layanan BPJS Kesehatan.

KESEHATAN | 22 Februari 2021

Tiga Alasan Penyandang Diabetes Perlu Divaksinasi Covid-19

Tingginya pasien diabetes yang terinfeksi virus Covid-19, menjadi salah satu dari tiga alasan penyandang diabetes perlu divaksinasi.

KESEHATAN | 22 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS