Epidemiolog: Vaksin Nusantara Lebih Cocok Disebut Obat, Bukan Vaksin
Logo BeritaSatu

Epidemiolog: Vaksin Nusantara Lebih Cocok Disebut Obat, Bukan Vaksin

Selasa, 23 Februari 2021 | 14:09 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / WBP

Jakarta, Beritasatu.com- Epidemiolog Universitas Indonesia (UI), Tri Yunis Miko Wahyono mengatakan, vaksin Nusantara yang akan memasuki uji klinis tahap II tidak pantas disebut vaksin. Pasalnya, vaksin itu dikembangkan dari virus atau antigennya dan genetiknya. Sementara pengembangan vaksin Nusantara memanipulasi pendekatan terapi kanker, yakni penggunaan sel dendritik.

“Kalau bukan dari hal itu, jangan dianggap vaksin. Saya tahu bahwa vaksin Nusantara bukan itu, jadi itu bukan vaksin. Kalau disebut vaksin kebangetan untuk orang yang menyebutnya,” kata Tri kepada Beritasatu.com, Selasa (23/2/2021).

Tri mengusulkan, pengembangan vaksin Nusantara sebaiknya diganti nama bukan vaksin, tetapi obat atau istilah lain. “Disebut obat atau apa terserah. Kalau itu disebut obat silakan, asal jangan disebut vaksin,” kata Tri.

Tri menyarankan pemerintah untuk tidak fokus pada pengembangan vaksin Nusantara.

Sebagaimana diketahui, vaksin Nusantara ini merupakan inisiasi mantan Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto. Vaksin Nusantara menggunakan bahan serum darah dari masing-masing individu. Vaksin Nusantara ini merupakan vaksin personal berbasis sel dendritik (dendritic cell). Vaksin Nusantara yang mengandung vaksin dendritik, sebelumnya banyak digunakan untuk terapi pada pasien kanker, yang merupakan terapi yang bersifat individual. Vaksin dendritik tersebut diberikan untuk imunoterapi kanker, bukan karena setiap orang diberi jumlah sel dendritik, tetapi karena setiap orang sel dendritiknya bisa mendapatkan perlakuan yang berbeda-beda.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan(BPOM), Penny K. Lukito mengatakan, vaksin Nusantara ini masih dalam tahap evaluasi yang dilakukan oleh tim Direktur Registrasi BPOM.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Terinspirasi Umur Panjang Penduduk Okinawa, Biogreen Gandeng API Ciptakan Kiseki

Kiseki diformulasikan untuk mempertahankan keremajaan tubuh secara keseluruhan agar bisa terus bekerja optimal tanpa terpengaruh usia.

KESEHATAN | 18 Oktober 2021

Pemerintah Siapkan 5 Langkah Hadapi Potensi Gelombang Ketiga Covid-19

Pemerintah telah menyiapkan lima langkah untuk menghadapi potensi gelombang ketiga Covid-19 di Tanah Air yang diprediksi terjadi di akhir tahun 2021

KESEHATAN | 17 Oktober 2021

Satgas: Waspadai Potensi Penularan Covid-19

Wiku Adisasmito meminta kewaspadaan terhadap potensi penularan Covid-19 harus selalu dijaga

KESEHATAN | 17 Oktober 2021

Ingatkan Pandemi Covid-19, Zubairi Djoerban: Kita Mudah Lupa

Prof Zubairi Djoerban mengingatkan masyarakat untuk tidak lupa dengan situasi dan kondisi di awal pandemi Covid-19

KESEHATAN | 17 Oktober 2021

Update Covid-19: Menurun Drastis, Kematian Hari Ini 19 Jiwa

Kasus kematian pada hari ini menurun drastis sebanyak 19 jiwa dibandingkan kemarin sejumlah 44 pasien.

KESEHATAN | 17 Oktober 2021

Preskom Siloam John Riady: Setelah Pandemi Banyak Pasien Tak Lagi Berobat ke Luar Negeri

Preskom Siloam John Riady menyatakan setelah pandemi Covid-19 banyak pasien Indonesia tak lagi berobat ke luar negeri.

KESEHATAN | 17 Oktober 2021

Penuhi Kebutuhan Nutrisi Anak di Masa Pandemi Covid-19

Orang tua harus memantau pertumbuhan anak dengan melakukan pengukuran tinggi dan berat badan secara berkala.

KESEHATAN | 16 Oktober 2021

Gandeng Pertamina Retail, Antis Edukasi Pengendara Jaga Protokol Kesehatan

Hand sanitizer, Antis menggandeng PT Pertamina Retail mengedukasi pengendara agar menjaga protokol kesehatan.

KESEHATAN | 16 Oktober 2021

Update Covid-19: Hari ini 47 Meninggal

Tren penanganan Covid-19 terus membaik dengan indikator, antara lain, positivity rate tetap bertahan di bawah 1%

KESEHATAN | 16 Oktober 2021

Sentra Vaksinasi Prudential Dukung Percepatan Vaksinasi Nasional

Setelah enam bulan beroperasi, sentra vaksinasi Prudential Indonesia telah memberikan lebih dari 41.000 dosis vaksin kepada lebih dari 22.000 warga.

KESEHATAN | 16 Oktober 2021


TAG POPULER

# Kasus Covid-19


# Piala Thomas


# Kereta Cepat


# Merah Putih


# Formula E



TERKINI
Kalahkan Valencia, Barcelona Alihkan Fokus ke Liga Champions

Kalahkan Valencia, Barcelona Alihkan Fokus ke Liga Champions

BOLA | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings