Kasus Miopia Meningkat di Masa Pandemi Covid-19
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.321 (-2.12)   |   COMPOSITE 6289.65 (-47.85)   |   DBX 1346.19 (-12.68)   |   I-GRADE 181.205 (-1.35)   |   IDX30 507.3 (-3.78)   |   IDX80 137.13 (-1.34)   |   IDXBUMN20 404.453 (-5.99)   |   IDXESGL 139.923 (-0.37)   |   IDXG30 143.928 (-0.43)   |   IDXHIDIV20 446.912 (-3.18)   |   IDXQ30 145.336 (-0.95)   |   IDXSMC-COM 297.691 (-2.23)   |   IDXSMC-LIQ 363.216 (-3.08)   |   IDXV30 137.088 (-3.12)   |   INFOBANK15 1041.31 (-5.34)   |   Investor33 435.377 (-2.34)   |   ISSI 184.679 (-1.32)   |   JII 634.506 (-3.05)   |   JII70 224.071 (-1.43)   |   KOMPAS100 1224.8 (-8.57)   |   LQ45 952.541 (-7.79)   |   MBX 1705.32 (-12.44)   |   MNC36 322.487 (-1.62)   |   PEFINDO25 325.966 (4.31)   |   SMInfra18 310.375 (-3.1)   |   SRI-KEHATI 370.053 (-2.69)   |  

Kasus Miopia Meningkat di Masa Pandemi Covid-19

Selasa, 23 Februari 2021 | 19:28 WIB
Oleh : Indah Handayani / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, sekitar 40% dari populasi dunia (3,3 miliar orang) akan menderita miopia pada 2030 mendatang. Bahkan, akan mencapai lebih dari setengah populasi dunia atau 4,8 miliar orang pada 2050. Situasi pandemi Covid-19, dinilai turut andil meningkatkan kasus miopia, termasuk pada anak-anak.

Ketua Layanan JEC Myopia Control Care, Gusti G Suardana, mengatakan, pandemi Covid-19 mengubah perilaku masyarakat. Aktivitas di luar ruangan jauh berkurang, sementara kelekatan terhadap gawai berlayar semakin tinggi. Hal ini karena kegiatan selama pandemi masyarakat hanya dilakukan di dalam rumah saja, mulai dari sekolah hingga bekerja. Bahkan studi yang dilakukan Tiongkok baru-baru ini memperlihatkan selama 2020, anak usia 6-8 ternyata 3 kali lipat lebih rawan terkena miopia dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Anak-anak belajar jarak jauh secara daring, sedangkan kelompok dewasa juga bertumpu pada gadget untuk bekerja dan bersosialisasi. Artinya, semua kalangan usia semakin berpotensi terserang miopia,” ungkapnya di sela virtual JEC Media Launch: 'Myopia Control Care, The First Comprehensive Myopia Management in Indonesia', Selasa (23/2/2021).

Gusti menambahkan, bukan saja saja membuat penderitanya tidak nyaman ketika beraktivitas, jika tidak segera diatasi, miopia bisa menyebabkan komplikasi lanjutan seperti mata malas, katarak, glaukoma, dan retina lepas. Bahkan, sampai kebutaan. Karenanya, gejala miopia yang terkesan remeh antara lain sering memicingkan mata saat melihat, kesulitan memandang jauh ketika berkendara, sering mendekatkan mata ke layar TV atau ponsel, mata terasa lelah dan tegang, serta kerap mengucek mata.

"Jika mengalami ini patut diwaspadai. Untuk itu, disarankan melakukan pemeriksaan mata secara berkala atau minimal 6-12 bulan sekali menjadi kunci," tandasnya.

Sementara, Wakil Ketua JEC Myopia Control Care, Damara Andalia mengatakan, gangguan refraksi, termasuk miopia, menjadi salah satu faktor terbesar penyebab kebutaan di Indonesia. Untuk itu, masalah ini tidak bisa dianggap sepele dan harus segera ditangani, terutama pada kasus miopia pada anak.

"Mengingat miopia akan bersifat progresif, pasien miopia mempunyai beragam pilihan penanganan untuk mengatasi kondisinya. Tentunya, pilihan penanganan didasarkan pada level miopia serta didahului dengan pemeriksaan yang mendalam," jelasnya.

Menurut Damara, terapi Atropin 0,01%, bisa membantu menghambat perkembangan mata minus pada anak-anak usia di bawah 15 tahun. Ada juga, terapi lensa kontak khusus Ortho-K yang dikenakan pada malam hari untuk membantu pasien terbebas dari penggunaan kacamata selama aktivitas keesokan harinya.

"Ortho-K dapat digunakan pada semua usia, sejak usia 5 tahun sekalipun. Sementara, Lasik/ReLEx Smile yang membutuhkan waktu tindakan hanya beberapa detik, disarankan bagi penderita minus tinggi berusia di atas 18 tahun,” tambahnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

KPC-PEN: Vaksinasi Mandiri Tak Ganggu Program Pemerintah

Vaksin yang akan digunakan pada vaksinasi gotong royong juga tidak akan menggunakan merek vaksin yang sama dengan program pemerintah.

KESEHATAN | 23 Februari 2021

Ada Vaksin Nusantara, Begini Respons Satgas Covid-19

Wiku Adisasmito mengatakan, pada prinsipnya pemerintah terbuka untuk seluruh pengembangan vaksin dalam negeri.

KESEHATAN | 23 Februari 2021

Lebih Kecil, Risiko Pengguna Kacamata Tertular Covid-19

Selama masa pandemi Covid-19, jangan lepaskan kacamata itu di tempat umum.

KESEHATAN | 23 Februari 2021

Dibutuhkan Peran Swasta untuk Dukung Program Vaksinasi Pemerintah

Vaksin gotong royong merupakan program vaksin khusus pekerja yang pelaksanaannya menjadi tanggung jawab perusahaan.

KESEHATAN | 23 Februari 2021

Presiden Jokowi: Indonesia Beruntung Berhasil Amankan Akses Pasokan Vaksin Covid-19

Indonesia termasuk salah satu negara yang beruntung di dunia karena berhasil mengamankan akses dan komitmen pasokan vaksin.

KESEHATAN | 23 Februari 2021

Menkes: Vaksinasi Tokoh Agama di Masjid Istiqlal Jadi Pilot Project

Vaksinasi di Masjid Istiqlal bagi tokoh agama akan menjadi pilot project untuk dilaksanakan di daerah lain.

KESEHATAN | 23 Februari 2021

Sebaran Kasus Covid-19 Hari Ini, Jawa Barat Terbanyak

Jawa Barat menjadi provinsi terbanyak dengan kasus baru yakni sebanyak 4.334. Dengan ini maka total kasus Covid-19 di Jabar menjadi 202.515.

KESEHATAN | 23 Februari 2021

Mochtar Riady Institute dan UPH Digandeng Pemerintah Selidiki Varian Covid Baru

MRIN-UPH adalah lembaga riset swasta pertama dari Indonesia yang ikut serta dalam upaya global mendeteksi varian Covid baru.

KESEHATAN | 23 Februari 2021

Airlangga: Vaksinasi dan PPKM Mikro Berhasil Tekan Pertambahan Kasus Covid-19

Dampak positif dari PPKM ini juga semakin kuat berkat pelaksanaan vaksinasi yang sudah diberikan kepada tenaga kesehatan.

KESEHATAN | 23 Februari 2021

Update Covid-19: Tambah 9.775, Kasus Positif di Indonesia Jadi 1.298.608

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, jumlah tersebut didapatkan dari pemeriksaan spesimen sebanyak 65.431

KESEHATAN | 23 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS