WNI yang Komplain Dijemput Taksi ke Wisma Atlet Tidak Paham Prosedur
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.321 (-2.12)   |   COMPOSITE 6289.65 (-47.85)   |   DBX 1346.19 (-12.68)   |   I-GRADE 181.205 (-1.35)   |   IDX30 507.3 (-3.78)   |   IDX80 137.13 (-1.34)   |   IDXBUMN20 404.453 (-5.99)   |   IDXESGL 139.923 (-0.37)   |   IDXG30 143.928 (-0.43)   |   IDXHIDIV20 446.912 (-3.18)   |   IDXQ30 145.336 (-0.95)   |   IDXSMC-COM 297.691 (-2.23)   |   IDXSMC-LIQ 363.216 (-3.08)   |   IDXV30 137.088 (-3.12)   |   INFOBANK15 1041.31 (-5.34)   |   Investor33 435.377 (-2.34)   |   ISSI 184.679 (-1.32)   |   JII 634.506 (-3.05)   |   JII70 224.071 (-1.43)   |   KOMPAS100 1224.8 (-8.57)   |   LQ45 952.541 (-7.79)   |   MBX 1705.32 (-12.44)   |   MNC36 322.487 (-1.62)   |   PEFINDO25 325.966 (4.31)   |   SMInfra18 310.375 (-3.1)   |   SRI-KEHATI 370.053 (-2.69)   |  

WNI yang Komplain Dijemput Taksi ke Wisma Atlet Tidak Paham Prosedur

Rabu, 24 Februari 2021 | 08:00 WIB
Oleh : Asni Ovier / AO

Jakarta, Beritasatu.com - Sebuah video berdurasi 4 menit lebih viral. Video itu berisi seorang perempuan WNI yang baru datang dari luar negeri terkait penanganan Covid-19 di Indonesia. Satuan Tugas Penanganan Covid-19 yang sudah jungkir balik menangani pandemi, oleh sebagian kalangan, tiba tiba menjadi nista dan terkutuk akibat video itu.

Kerja tak mengenal waktu luluhlantak akibat video tersebut. Terlebih, kaum “nyinyir” yang cenderung percaya dan menjadikan pernyataan perempuan itu sebagai sebuah kebenaran.

Terkait penanganan Covid-19, nyaris tidak ada satu lubang pun dibiarkan menganga. Termasuk, ketika pemerintah memutuskan untuk membuka pintu bagi masuknya penerbangan asing. Sebelum hari H, Satgas Covid-19 sudah mengantisipasi melalui rapat koordinasi lintas sektoral secara marathon.

Rapat Selasa 29 Desember 2020 di Bandara Soekarno Hatta hanya salah satunya. Saat itu, Ketua Satgas Covid-19 Letjen Doni Monardo mengecek detil pelaksanaan pengendalian Covid-19 setelah dibukanya pintu bandara bagi penerbangan internasional, mulai dari mekanisme penjemputan, pengecekan, hingga proses karantina.

Gelombang masuk WNA dan WNI dari luar negeri pun ibarat ombak di laut. Mereka semua –tanpa kecuali- harus menjalani pengecekan ekstra ketat. Kebijakan serupa tentunya tidak hanya di Jakarta (Indonesia), bahkan tidak sedikit negara yang hingga hari ini masih menutup pintu bandaranya bagi kedatangan warga asing.

Menengok data Satgas Covid-19, sejak 17 Maret 2020 hingga 19 Februari 2021, tercatat 574.665 orang yang masuk dari luar negeri. Benar, setengah juta manusia lebih!

Mereka terdiri atas WNI dan WNA. Data yang masuk melalui Bandara Soekarno Hatta tercatat 304.437 orang. Disusul Pontianak (75.856 orang), Medan (58.952 orang), dan Juanda Surabaya (31.625 orang).

Dari jumlah itu, yang tercatat positif Covid-19 sebanyak 3.219 orang. Terbesar masuk melalui Bandara Soekarno Hatta sebesar 2.265 orang, disusul Juanda Surabaya 618 orang, dan Denpasar 297 orang. Artinya, risiko pendatang dari luar negeri mambawa virus corona itu nyata.

“Khusus catatan sejak 28 Desember 2020 hingga hari ini terdapat 1.345 orang positif Covid-19. Dari jumlah itu, WNI 1.210 orang dan WNA 135 orang,” ujar Kasubdit Karantina Kesehatan, Ditjen P2P Kementerian Kesehatan, Benget Saragih yang sehari-hari stand-by di Bandara Soekarno Hatta, Banten, Selasa (23/2/2021).

Waktu pun terus bergulir. Bahkan hari-hari belakangan, topik yang hangat justru vaksinasi. Karenanya, menjadi semacam antiklimaks ketika mendadak ada seorang warga Indonesia yang bersuamikan pria Rusia bernama Ngambar Rukmi mengunggah video “curhatan” sepihak. Sebuah video yang bisa bikin ambyar tatanan dan kepercayaan publik. Secara tidak langsung, Ngambar Rukmi sudah melecehkan bangsanya sendiri yang tengah berjibaku menahan pandemi.

Entah terbawa perasaan kesal atau justru perasaan jumawa sebagai WNI "gedongan", dia membuat narasi dalam videonya begitu nyinyir, merasa paling benar, dan ada aroma arogansi di sana. Lebih dari itu, terdapat kalimat memberi stigma buruk kepada Satgas Covid-19.

“Oh, iya, benar. Ada video komplain dari Ibu Ngambar. Saya menyesalkan, karena tanpa beliau sadari, ada kalimat yang bisa berimplikasi delik. Beliau menuding petugas yang berhadapan dengannya melakukan 'bisnis’. Bisa disimak videonya. Itu eksplisit maupun implisit sebuah tudingan yang keji. Kami bekerja ibarat kepala menjadi kaki, kaki menjadi kepala, menjaga masyarakat agar terlindung dari paparan wabah,” ujar Benget.

Jika ada pepatah “jarimu adalah harimaumu”, bisa mengena pada pribadi Ngambar. Lewat langkah kecil, merekam video dengan kamera HP, lalu dengan jari-jemarinya membagikan video itu ke ruang media sosial, maka tersebarlah videonya. Viral. Ia tak bisa lagi mengendalikan betapa liar guliran konten dalam dunia maya.

Mungkin sebagian masuk ke ruang sampah di ponsel pengguna. Tetapi, tidak sedikit yang bertangan gatal dan menyebarkannya kembali. Lebih celaka jika kemudian ada yang berpikiran julid (dengki) dan menunggangi video itu untuk tujuan-tujuan yang lain. Tidak heran jika persoalan pun kemudian bisa begitu bias, dari persoalan dispute positif dan negatif Covid-19 dan pelayanan transportasi, membengkak menjadi persoalan sosial bahkan politik.

"Kami kehilangan waktu. Ini tidak produktif. Banyak yang share ke saya, otomatis jawab satu per satu, sambil melacak kebenarannya. Sialnya, orang yang membagikan itu mempercayai tanpa memahami konteksnya secara utuh," ujar Egy Massadiah, Tenaga Ahli BNPB yang juga jurnalis.

“Coba, misalnya petugas kita mau masa bodoh saja, yang positif Covid-19 dibiarkan pulang ke rumah begitu saja. Itu akan menulari keluarga yang rentan. Terus wafat. Maka, dia adalah pembunuh potensial," tegas Egy Massadiah.

Sebuah kebijakan atau peraturan, pada galibnya berlaku general. Tidak ada pengecualian, sekalipun bagi seorang WNI yang bersuamikan orang Rusia.

“Hendaknya, Ibu Ngambar menyadari, videonya sungguh melukai perasaan kami. Kalau saja beliau mempunyai sedikit empati, tentu tidak akan tega membuat video dengan pernyataan yang sangat sumir. Tidak paham prosedur dan tidak memperhatikan fakta dan data,” ujar Benget.

Melalui koordinasi dengan Letkol Laut drg M Arifin sebagai Komandan Lapangan di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran Jakarta Pusat, tergambarlah peta situasi sebenarnya. Yang disampaikan Ngambar melalui video berdurasi 4 menit 38 detik itu adalah pembunuhan karakter bagi institusi Satgas Covid-19, terutama para tenaga medis, nonmedis, dan relawan di lapangan.

Klarifikasi Hotel Wyndham
Terkait ini, pihak Wyndham Hotel tempat Ngambar bersama suami dan anaknya dikarantina, telah memberikan klarifikasi. Hotel Wyndham Casablanca, Jakarta, menerima pesanan oleh Ngambar Rukmi atas nama suami, Maksim Fedorov dan anak pertama Evgeny Maksimovich Fedorov, berkebangsaan Rusia, untuk kedatangan 16-21 Februari 2021. Atas reservasi tersebut, pihak Wyndham telah mengirimkan surat konfirmasi dengan melampirkan peraturan selama melakukan karantina lima malam di Hotel Wyndham.

Pada tanggal kedatangan, 16 Februari 2021, pihak hotel menjemput mereka dengan armada Golden Bird. Tiba di hotel pukul 20.00 WIB untuk registrasi dan pembayaran sebelum masuk kamar. Keesokan harinya, pukul 14.00 dilakukan tes PCR pertama oleh petugas dari PRVKP-Universitas Indonesia (UI). Pada 18 Februari 2021 pukul 17.40 WIB hasil tes keluar. Dari 24 yang melakukan tes hanya satu yang positif, yaitu atas nama Ngambar Rukmi, nomor paspor X347110 dengan tanggal kelahiran 29 Oktober 1989.

Sampai di sini, Benget menyodorkan surat pernyataan dari laboratorium PRVKP-UI tertanggal 23 Februari 2021, perihal “Keterangan Kebenaran Pemeriksaan Pemeriksaan RT-PCR Covid-19”. Surat itu ditandatangani penanggung jawab pemeriksaan, Dr dr Budiman Bela, Sp MK(K) dan diketahui supervisor pemeriksaan Fathurrohim, SPd M Biomed.

Surat keterangan itu menyebutkan, sehubungan berita yang beredar di media sosial terkait hasil pemeriksaan RT-PCR Covid-19 atas nama Ngambar Rukmi dalam program repatriasi adalah sesuai dengan prosedur pemeriksaan RT-PCR Covid-19. Berdasarkan pemeriksaan, hasiulnya adalah benar positif.

Golden Bird Bukan Taksi
Mungkin terlalu lama menghirup udara negeri beruang merah, sehingga Ngambar Rukmi kurang update peta pertaksian atau mobil rental di Jakarta. Bisa jadi, dia lebih tidak paham tentang regulasi yang begitu ketat, yang diberlakukan bagi para penyelenggara jasa sewa kendaraan, termasuk armada taksi.

Ngambar seperti menyesalkan tidak dilayani ambulans dan memandang sepele layanan transportasi yang ia sebut “hanya taksi” itu. Demi meluruskan isu yang begitu dibengkokkan, manajemen Blue Bird pun memberikan klarifikasi.

Manager Golden Bird Jakarta, Widi Wiedanto mengatakan, PT Blue Bird Group Tbk memiliki kerja sama dalam menyediakan moda transportasi dengan Hotel Wyndham Casablanca. Layanan yang disediakan meliputi taksi (Blue Bird dan Silver Bird) serta rental (Golden Bird dan Big Bird).

Hotel Wyndham memilih layanan Golden Bird untuk mengantarkan tamu yang terindikasi positif Covid-19. Pemilihan layanan ini atas pengetahuan tim KKP yang bertugas di hotel.

“Dalam layanan Golden Gird, kami menerapkan protokol kesehatan. Mobil selalu kami disinfektan sebelum dan sesudah pemakaian, pengemudi selalu menggunakan APD lengkap, dan menjaga jarak selama berkendara. Selain itu, kami memastikan bahwa pengemudi harus pulang ke pangkalan setelah melayani tamu. Kami melakukan tes rapid secara berkala kepada pengemudi,” ujar Widi.

Dalam videonya, Ngambar Rukmi juga mengisahkan perdebatan sengit di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet. Komandan Lapangan Letkol Laut drg M Arifin mengatakan, pihaknya sudah sangat kooperatif.

“Agar masyarakat menjadi maklum apa yang sesungguhnya terjadi, silakan baca kronologi yang disusun dokter Bara. Kami terbiasa bekerja dengan SOP. Semua tercatat,” ujar Letkol Arifin yang dijuluki “Kobra” itu.

Dikisahkan, pada 18 Februari 2021 pukul 22.00 WIB, Ngambar datang ke Wisma Atlet Tower 8 diantar mobil Golden Bird hitam, yang disebut pasien sebagai “taksi sewaan hotel Wyndham”. Ia didampingi satu petugas hotel dan satu prajurit TNI mengenakan APD level 3.

Oleh dr Bara Kharisma diberi tahu ihwal mekanisme dan protokol isolasi selama di Tower 8, terutama mengenai pasien kedatangan internasional. Sesuai keputusan menteri kesehatan, pasien kedatangan internasional dengan hasil swab PCR-test positif harus diisolasi selama 10 hari dan tidak dilakukan follow up PCR-test setelah masa isolasi selesai.

Pasien menolak dilakukan isolasi. Dalihnnya, status pasien yang sebelumnya sudah pernah dinyatakan positif di Rusia, sehingga adanya kemungkinan Covid-19 residu disertai bukti hasil pemeriksaan pasien saat di Rusia dan penjelasan dokter di Rusia. Ia memprotes karena ada teman satu rombongan
yang tidak dikarantina di hotel, melainkan di rumah. Sementara, ia juga mempersoalkan, jika dirinya positif tetapi mengapa dipindahkan ke tempat isolasi hanya menggunakan taksi dan bukan ambulans.

Ngambar meminta tes PCR pembanding malam itu juga di Wisma Atlet Pademangan. Akan tetapi, sesuai peraturan dan protokol, hal itu tidak bisa dilakukan. Petugas dari Wisma Atlet kemudian memberikan opsi untuk dipindahkan ke hotel isolasi dan dilakukan tes PCR mandiri di hotel isolasi atas biaya sendiri.

Persoalan yang terlanjut viral itu, mau tidak mau mengusik banyak pihak untuk membuat klarifikasi. Apa tanggapan Satgas Covid-19?

“Kepala Satgas menyesalkan terjadinya video itu. Sejak pertama menonton, beliau sama sekali tidak percaya. Tetapi, standarnya, beliau tetap meminta klarifikasi. Check and recheck ke para petugas di lapangan. Hasilnya, keyakinan beliau bahwa video itu ngawur,” ujar Egy Massadiah.

Dalam pernyataan Ngambar terdapat kalimat yang menjurus ke delik. Apakah akan ada langkah hukum terhadap Ngambar Rukmi, seorang WNI bersuamikan WN Rusia itu?

“Kita lihat nanti. Setidaknya, orang seperti ini wajib mendapat hukuman sosial karena sudah melukai perasaan anak-anak bangsa yang tengah berjibaku menahan laju pandemi,” ujar Egy.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Satgas Apresiasi DKI Jakarta Konsisten Tekan Angka Kematian Covid-19

DKI Jakarta mengalami penurunan dari 1,72% menjadi 1,58% atau turun sebesar 0,14%.

KESEHATAN | 23 Februari 2021

Satgas: Dampak Positif PPKM Mikro Baru Terlihat pada Tahap Ketiga

Dampak positif yang mulai terlihat seharusnya jadi motivasi untuk terus menekan laju penularan serta meningkatkan pelayanan kesehatan untuk pasien positif.

KESEHATAN | 23 Februari 2021

Satgas Akui Ada Kendala Sebabkan Vaksinasi Nakes Belum Tuntas

Salah satunya, terkait mekanisme vaksinasi, yakni mulai dari registrasi pelaksanaan dan sosialisasi program vaksinasi.

KESEHATAN | 23 Februari 2021

Vaksinasi Covid-19 Massal untuk Insan Pers Akan Dihadiri Presiden

Para peserta vaksinasi terdiri atas 512 insan pers yang sejak awal dijadwalkan divaksin dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2021, dan 5.000 insan pers lainnya

KESEHATAN | 23 Februari 2021

Tingkatkan Performa Testing, Kemkes Distribusikan 724.000 Kit ke Daerah

Terdapat juga satu juta kit, donasi dari WHO, untuk pengoptimalan testing.

KESEHATAN | 23 Februari 2021

Satgas Imbau Masyarakat Bantu Lansia Mendaftar Vaksinasi Covid-19

Di lapangan, banyak lansia mengalami kesulitan akses laman pendaftaran.

KESEHATAN | 23 Februari 2021

Kasus Miopia Meningkat di Masa Pandemi Covid-19

Anak usia 6-8 tahun, tiga kali lipat lebih rawan terkena miopia.

KESEHATAN | 23 Februari 2021

KPC-PEN: Vaksinasi Mandiri Tak Ganggu Program Pemerintah

Vaksin yang akan digunakan pada vaksinasi gotong royong juga tidak akan menggunakan merek vaksin yang sama dengan program pemerintah.

KESEHATAN | 23 Februari 2021

Ada Vaksin Nusantara, Begini Respons Satgas Covid-19

Wiku Adisasmito mengatakan, pada prinsipnya pemerintah terbuka untuk seluruh pengembangan vaksin dalam negeri.

KESEHATAN | 23 Februari 2021

Lebih Kecil, Risiko Pengguna Kacamata Tertular Covid-19

Selama masa pandemi Covid-19, jangan lepaskan kacamata itu di tempat umum.

KESEHATAN | 23 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS