BKKBN: Kanker Serviks Bisa Dicegah
Logo BeritaSatu

BKKBN: Kanker Serviks Bisa Dicegah

Rabu, 24 Februari 2021 | 18:17 WIB
Oleh : Jayanty Nada Shofa / JNS

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengatakan bahwa penyakit kanker serviks bisa dicegah.

"Insiden kanker serviks sebenarnya dapat ditekan dengan melakukan upaya pencegahan primer seperti meningkatkan atau intensifikasi kegiatan penyuluhan kepada masyarakat untuk menjalankan pola hidup sehat," kata Hasto, sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com, Rabu (24/2/2021).

Upaya pencegahan primer lainnya termasuk menghindari faktor risiko terkena kanker, melakukan immunisasi dengan vaksin HPV dan diikuti dengan deteksi dini kanker serviks tersebut melalui pemeriksaan pap smear atau IVA (inspeksi visual dengan menggunakan asam asetat).

Menurut Hasto, di Indonesia, proporsi kasus kanker di RS Kanker Dharmais Tahun 2018 menunjukkan kanker serviks berada di juara ke-2 atau 10,69 dari kasus kanker setelah kanker payudara.

"Jadi bagian dari pemicu kanker serviks karena kurangnya menjaga kebersihan. Ini dari 8 faktor, 6 faktornya ini pelaku seks, merokok juga menjadi bagian penting karena selalu kita ingatkan di samping mahal juga bagian dari risiko terjadinya kanker mulut rahim," kata Hasto.

Terkait hal ini, BKKBN selalu mengampanyekan "Three Zeros", yakni menghindari seks pranikah, seks pada usia dini serta narkotika. Hasto menambahkan hampir 100% perempuan yang terpapar narkoba menderita kanker serviks.

“BKKBN selalu menjadi sahabat keluarga dan sahabat remaja. Oleh karena itu, pendekatan para remaja tentang kesehatan reproduksi remaja melalui teman sebaya perlu terus dilakukan. Karena remaja kalau diberitahu oleh orangtua, tidak akan mendengarkan, tapi apabila diberitahu oleh teman sebaya mereka mendengarkan,” imbuhnya.

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Achmad Mediana menjelaskan, setiap perempuan itu berisiko terkena infeksi HPV onkogenik yang dapat menyebabkan kanker serviks.

"Lakukan vaksinasi yang terbaik untuk kanker serviks yang jenis vaksinnya dapat memberikan perlindungan paling lama terhadap HPV yang menyebabkan kanker," katanya.

“Selain itu, vaksinasi harus dilengkapi juga dengan screening yang akan mengurangi resiko kanker serviks dan lebih baik dibanding hanya dengan screening saja dan akan mengurangi jumlah screening abnormal yang akan memerlukan tindak lanjut. Kanker serviks itu satu-satunya kanker yang bisa ketahuan sejak awal, sehingga bisa diciptakan vaksin," tambah Ahmad.

Senada dengan Hasto, Department Head of Environment dan Social Responsibility Astra Bondan Susilo menekankan pentingnya upaya pencegahan kanker serviks.

"Terutama untuk teman-teman yang akan menikah, yang menjalankan program memiliki anak harus mempunyai awareness atau kesadaran untuk mencegah terjadinya kanker serviks pada pasangan perempuan atau calon ibu," tutup Bondan.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sejak Mei 2020, Pemerintah Terapkan Protokol Kesehatan Ketat di Pintu Masuk Negara

Kemkes melakukan upaya karantina dan penerapan protokol kesehatan ketat di pintu masuk negara di bandara, pelabuhan, dan pos lintas batas dalam negara.

KESEHATAN | 24 Februari 2021

Sebaran Kasus Harian Covid-19, Jawa Barat Tertinggi

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Jawa Barat kembali menjadi provinsi dengan penambahan kasus baru terbanyak hari ini yaitu mencapai 2.191.

KESEHATAN | 24 Februari 2021

Sempat Kritis Akibat Covid-19, Kondisi Ashanty Kini Membaik

Penyakit autoimun yang diderita Ashanty menjadi penyebab sempat dinyatakan kritis.

KESEHATAN | 24 Februari 2021

Update Covid-19: Tambah 7.533, Kasus Positif di Indonesia Tembus 1,3 Juta

Kasus harian Covid-19 di Indonesia dalam 24 jam sampai Rabu (24/2/2021) pukul 12.00 WIB berjumlah 7.533. Total kasus Covid-19 di Indonesia tembus 1,3 juta.

KESEHATAN | 24 Februari 2021

Jokowi Blusukan ke SMAN 70 Pantau Vaksinasi Tenaga Pendidik

Tenaga pendidik dan kependidikan termasuk sasaran prioritas pada pelaksanaan tahap kedua vaksinasi Covid-19 di Indonesia.

KESEHATAN | 24 Februari 2021

Indonesia Bebas Covid-19, PSI: Kecepatan Vaksin Berpengaruh

Kita tentu sangat bersyukur, pemerintah bergerak cepat untuk menyediakan stok vaksin untuk kebutuhan nasional.

KESEHATAN | 24 Februari 2021

Wartawan Senior Mulai Divaksin Covid-19

Program vaksinasi Covid-19 massal untuk insan pers akan dilaksanakan di Hall A Basket Gelora Bung Karno, Jakarta, mulai Kamis (25/2/2021).

KESEHATAN | 24 Februari 2021

Antisipasi Klaster Pengungsian, Satgas Ingatkan Disiplin Protokol Kesehatan dan Skrining

Pasalnya, pada masa pandemi, lokasi pengungsian dapat berpotensi terjadinya penularan Covid-19.

KESEHATAN | 24 Februari 2021

Satgas Minta Pemda Lakukan Penguatan PPKM Mikro Tahap II

Pemerintah provinsi harus mengoordinasikan data pemetaan risiko zonasi tingkat RT.

KESEHATAN | 24 Februari 2021

Pastikan 2 Hal Ini Ada di Produk Perlengkapan Bayi

Pemilihan produk perlengkapan bayi juga tak bisa sembarangan.

KESEHATAN | 24 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS