Tuntas dalam 15 Bulan, Wapres: Pemerintah Targetkan 1 Juta Vaksinasi per Hari
Logo BeritaSatu

Tuntas dalam 15 Bulan, Wapres: Pemerintah Targetkan 1 Juta Vaksinasi per Hari

Kamis, 25 Februari 2021 | 13:58 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / LES

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Presiden (Wapres) KH Ma'ruf Amin menyatakan, Pemerintah menargetkan untuk bisa mencapai tujuan vaksinasi Covid-19 untuk 1 juta penduduk per hari. Sehingga dengan 182 juta penduduk yang disasar, vaksinasi bisa selesai dalam waktu 15 bulan sejak Januari 2021.

"Target kita adalah 1 juta per hari. Ini harus dicapai dan ini juga permintaan Presiden supaya itu diperoleh,” kata Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin, dalam keterangannya, Kamis (25/2/2021).

Wapres mengatakan, Indonesia telah mempunyai 142 juta vaksin di awal waktu. Hal tersebut akan menimbulkan respons positif, sehingga kondisi ekonomi juga diharapkan akan mengalami peningkatan.

“Kita mengejar pertama itu 40% penduduk Indonesia sekitar 70 juta, ini tahap awal ini harus dikejar dan ini sudah bisa membuat keadaan lebih baik, situasi ekonomi juga akan lebih berkembang kalau sudah 70 juta yang divaksin. Nah kemudian kita terus mengejar sampai 182 juta itu,” kata Wapres.

Menurut Wapres, Pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk mempercepat program vaksinasi Covid-19. Di antaranya adalah dengan menyederhanakan prosedur teknis registrasi, distribusi, dan data penerima vaksin.

Pemerintah juga terus mencari cara agar jumlah vaksin ditambahkan dengan tidak hanya mengandalkan impor. Pemerintah akan terus mempercepat produksi vaksin yang dibuat di dalam negeri.

Selain itu, vaksinatornya juga diperbanyak dengan meminta bantuan dari TNI-Polri. Tempat vaksinasi juga diperbanyak, dan tidak hanya mengandalkan rumah sakit pemerintah, tetapi juga swasta dan pilihan tempat yang memungkinkan.

Pemerintah juga terbuka dengan opsi masyarakat yang menggunakan vaksinasi mandiri. Syaratnya, harus tetap dalam koridor regulasi yang ditetapkan pemerintah melalui Peraturan Pemerintah.

Wapres mengatakan masyarakat tak perlu takut dengan keandalan vaksin Covid-19. Sebagai penerima vaksin, dia mengaku kondisi kesehatannya tetap baik setelah dilakukan vaksinasi, tanpa terlihat efek samping. Baginya, hal ini akan menimbulkan animo masyarakat, bahkan usia lanjut, untuk divaksin.

Dari pemantauannya yang ia lihat di televisi, dimana terjadi antrian panjang masyarakat yang ingin divaksin, Wapres meyakini bahwa masyarakat mendukung program vaksinasi ini.

“Saya melihat yang anti vaksin ini ya kayaknya makin hari makin kecil,” ucap Wapres.

Wapres menjelaskan kondisinya sebelum dilakukan penyuntikan vaksin Covid-19. Sebelum dilakukan vaksinasi, Wapres terlebih dahulu menunggu informasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengenai efek samping vaksin pada usia lanjut. Kemudian kesehatan wapres juga dicek untuk memastikan kesiapannya menerima vaksin.

“Bahkan sebelumnya saya diperiksa dulu darahnya, dianalisa dulu jantungnya, diperiksa semua sebelumnya. Setelah OK, ya maka kemudian saya diberi tahu bisa divaksin. Tahap itu kita ikuti dengan penuh kehati-hatian,” ungkapnya.

Wapres pun mengimbau bagi mereka yang akan divaksin, harus tetap dilakukan pengecekan kondisi kesehatan, khususnya tekanan darah, tanpa melihat faktor usia.

“Semua yang mau divaksin walaupun belum orang tua harus dicek tekanan darahnya dulu, nah kalau tekanan darahnya tinggi ya tidak jadi. Walaupun yang di bawah usia 59-18 tahun,” urainya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Akhir Maret, Bio Farma Terima Bibit Vaksin Merah Putih

Produksi vaksin Merah Putih akan dilakukan PT Bio Farma pada kuartal III dan kuartal IV 2022.

KESEHATAN | 25 Februari 2021

Erick: Vaksinasi Mandiri Butuh 7,5 Juta Dosis

Nantinya swasta akan membeli vaksin dari pemerintah dan BUMN, dan selanjutnya diberikan gratis kepada pekerjanya.

KESEHATAN | 25 Februari 2021

Luhut: 2 Juta Dosis untuk Vaksinasi Mandiri Tiba Bulan Depan

Luhut Binsar Pandjaitan penyebut pelaksanaan vaksinasi gotong royong atau vaksin mandiri akan dimulai pada Maret 2021.

KESEHATAN | 25 Februari 2021

Simak Penjelasan Kemkes, Mengapa Sudah Divaksin Masih Bisa Tertular Covid-19

"Artinya, kita ketahui bahwa antibodi itu dibutuhkan dari penyuntikan dosis kedua untuk bisa kemudian mencapai titer optimal untuk melawan virus," ujarnya.

KESEHATAN | 25 Februari 2021

Ini Penjelasan Kemkes Terkait Nakes Terinfeksi Covid-19 Setelah Divaksinasi

Para nakes yang terinfeksi Covid-19 tersebut, karena dampak vaksin atau pembentukan antibodi baru dapat terlihat 28 hari setelah vaksin pertama dan kedua.

KESEHATAN | 25 Februari 2021

Legenda MU Berusia 83 Tahun, Sir Bobby, Mendapatkan Suntikan Vaksin Covid-19

Elton John (73) menyatakan, semakin banyak orang yang divaksinasi semakin besar peluang untuk memberantas pandemi.

KESEHATAN | 25 Februari 2021

Tren Konsumsi Suplemen Serat Meningkat di Masa Pandemi

Masyarakat semakin sadar akan pentingnya kesehatan pencernaan agar imunitas tubuh jadi kuat dan terlindung dari virus serta penyakit.

KESEHATAN | 24 Februari 2021

Ini Perbedaan Fungsi Wisma Atlet Kemayoran dan Wisma Pademangan

Wisma Atlet Kemayoran berfunsgi sebagai rumah sakit, dan Wisma Atlet Pademangan untuk kekarantinaan.

KESEHATAN | 24 Februari 2021

Pasien Covid-19 Diantar Pakai Taksi, Ini Penjelasan Satgas

Jangan menyalahkan birokrasi yang ada. Apalagi ada pemikiran permainan di lapangan.

KESEHATAN | 24 Februari 2021

Ini Alasan Satgas Covid-19 Karantina 5 Hari Pelaku Perjalanan Internasional

Hasil negatif pemeriksaan swab polymerase chain reaction (PCR) dilakukan oleh WNI dan WNA sebelum berangkat tidak menjamin mereka akan aman dari penularan.

KESEHATAN | 24 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS