Camilan Sehat Anak Harus Bebas Pewarna Makanan Sintetis
Logo BeritaSatu

Camilan Sehat Anak Harus Bebas Pewarna Makanan Sintetis

Jumat, 26 Februari 2021 | 11:10 WIB
Oleh : Happy Amanda Amalia / PYA

Jakarta, Beritasatu.com – Kebiasaan ngemil kerap dilakukan masyarakat Indonesia saat menikmati momen kebersamaan baik bagi orang dewasa maupun anak-anak. Seiring dengan situasi pandemi Covid-19, anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu di rumah menjalani pembelajaran secara daring (online). Dan biasanya para ibu akan memberikan makanan ringan atau camilan untuk membantu mereka tetap fokus selama proses pembelajaran daring.

Camilan atau kudapan merupakan hal penting yang dapat membantu mengelola rasa lapar anak-anak, dan meningkatkan asupan gizi mereka sepanjang hari. Memberikan camilan pada waktu yang tepat juga dapat memberikan dorongan energi yang sangat dibutuhkan di sela waktu makan.

Tetapi camilan tidak bisa sekadar lezat melainkan harus mengandung nutrisi yang baik untuk tubuh dan bebas kandungan bahan buatan, seperti pewarna makanan sintetis. Dilansir dari sebuah penelitian University of Southampton, pewarna makanan buatan seperti merah allura, biru berlian FCF, tartrazine, kuning kuinolin, sunset yellow dan ponceau 4R dapat menyebabkan peningkatan hiperaktif pada anak-anak.

Untuk mengantisipasi pengaruh buruk yang dapat ditimbulkan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) membatasi penggunaan pewarna makanan sintetis termasuk kuning kuinolin untuk setiap kategori makanan, seperti produk susu, permen, kue, jajanan, dan lain-lain.

Penggunaan pewarna makanan adakalanya ditujukan mensimulasikan bahan alami seperti buah dan sayuran yang tidak ditemukan dalam makanan tersebut. Namun, seiring waktu berjalan pewarna makanan seringkali ditambahkan pada makanan dan camilan yang diperuntukkan bagi anak-anak seperti cereal, permen, frosting, biskuit, dan minuman manis mengingat mereka mudah tertarik pada warna-warna cerah.

Disamping itu, penggunaan pewarna makanan juga dapat meningkatkan daya tarik visual bagi konsumen, karena apa yang konsumen rasakan sangat dipengaruhi oleh apa yang dilihat. Demikian pula, persepsi konsumen tentang aroma dan rasa turut dipengaruhi oleh rona (yaitu merah, kuning, hijau, dan lain-lain), juga intensitas warna makanan dan minuman yang dikonsumsi. Menurut studi Emerald Insight, 90% pembeli memutuskan akan membeli produk hanya berdasarkan warna dan rasa yang dirasakan.

Para ibu masih dapat memberikan camilan sehat bagi buah hati, dengan beralih ke produk yang mengandung pewarna alami, seperti buah dan sayur. Para ibu juga dianjurkan untuk lebih memperhatikan label kemasan saat membeli produk makanan kemasan guna mengetahui, dan memastikan bahwa bahan-bahan atau kandungan yang digunakan dalam produk tersebut alami dan aman dikonsumsi.

Waktu Ideal Ngemil

Selain itu, untuk memaksimalkan pemberian camilan pada anak, penting kiranya bagi para ibu memilih waktu yang ideal, yakni pada pukul 10.00 dan 15.00. Memberikan makanan ringan pada waktu-waktu tersebut dapat meningkatkan kecukupan energi bagi fisik, dan mental anak serta memastikan bahwa mereka mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan untuk kegiatan belajarnya.

Salah satu menu ngemil sehat untuk anak adalah yogurt dan buah-buahan segar. Tapi para ibu harus pastikan memilih yogurt yang tepat dengan kandungan pewarna alami. Yogurt sendiri mengandung protein yang dapat menjaga sel otak agar tetap kuat, dan membantu anak untuk tetap fokus selama menjalani aktivitas belajar. Menambahkan stroberi atau blueberry juga dapat meningkatkan rasa dan daya tarik visual bagi anak-anak. Buah beri berwarna-warni ini mengandung antioksidan yang membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak.

Selain yogurt, para ibu juga dapat mengenalkan si kecil pada camilan yang terbuat dari bahan alami seperti oatmeal, kacang-kacangan, ubi jalar, dan buah-buahan utuh lainnya. Camilan ini tidak hanya alami tetapi juga tinggi protein dan serat yang penting untuk tumbuh kembang anak. Sementara protein dari makanan utama membantu menstabilkan kadar gula dalam jangka waktu yang lebih lama dan membantu anak-anak lebih fokus pada apa yang mereka pelajari, menambahkan makanan berserat seperti biji-bijian, buah-buahan dan sayur-sayuran dapat lebih menstabilkan dan meningkatkan kemampuan kognitif, suasana hati, dan ingatan pada anak-anak.

Sistem pembelajaran berbasis online di rumah selama pandemi Covid-19 akan meningkatkan kesadaran orang tua, khususnya ibu terhadap pola konsumsi anak-anak mereka serta bagaimana hal tersebut mempengaruhi perkembangan dan kemampuan belajar anak. Selain itu, lebih banyak waktu yang dihabiskan di rumah akan memungkinkan para ibu mengajarkan anak-anak tentang kebiasaan mengkonsumsi makanan sehat.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Vaksinasi Dipercepat, Kasus Covid-19 Bisa Turun pada Juli 2021

Vaksinasi Covid-19 diharapkan menciptakan kekebalan komunitas pada Maret 2022.

KESEHATAN | 25 Februari 2021

Satgas: Pemerintah Akan Perbaiki Sistem Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia

Sehingga lansia dapat lebih mudah mendapatkan informasi jadwal pemberian dan juga menyesuaikan waktu kedatangannya di lokasi fasilitas kesehatan.

KESEHATAN | 25 Februari 2021

Doni Monardo Sedih dengan Video Viral WNI dari Rusia

Pihaknya bersama tim karantina dan satgas gabungan di bandara telah bekerja keras untuk melakukan pemeriksaan secara optimal demi mencegah masuknya varian baru.

KESEHATAN | 25 Februari 2021

Satgas: Tes Antigen Sudah Mulai Digunakan untuk Konfirmasi Kasus Positif

Namun, terdapat kriteria yang spesifik dalam penggunaannya.

KESEHATAN | 25 Februari 2021

Tahanan KPK Divaksinasi Covid-19, Satgas: Demi Menjunjung Aspek Keadilan

Wiku mengatakan, prioritas vaksinasi menggunakan pertimbangan yang presisi dan menjunjung aspek keadilan.

KESEHATAN | 25 Februari 2021

Perkuat Tracing, Satgas Covid-19 Minta Kemkes Siapkan 80.000 Petugas

Tanpa adanya program tracing maka upaya penanganan Covid-19 akan berputar-putar saja sampai kehabisan anggaran.

KESEHATAN | 25 Februari 2021

Cegah Kenaikan Kasus, Satgas Covid-19 Adopsi Penanganan Libur Imlek untuk Lebaran

Satgas akan menahan masyarakat untuk tidak berkumpul atau berpergian ke luar kota.

KESEHATAN | 25 Februari 2021

Inovasi Baru Terapi Insulin pada Pasien Diabetes

Saat ini 2-in-1 insulin co-formulation merupakan salah satu inovasi yang dapat memenuhi kebutuhan pasien dan dapat membantu jutaan penderita diabetes.

KESEHATAN | 25 Februari 2021

Simak Ini Persentase Kasus Covid -19 Tingkat Nasional

Sebanyak 260 dari 514 kabupaten/kota di Indonesia hanya memiliki 11-100 kasus aktif.

KESEHATAN | 25 Februari 2021

Satgas: Pulau Jawa Tak Lagi Mendominasi Kenaikan Kasus Kematian Pasien Covid-19 Pekan Ini

Hal ini sejalan dengan pelaksanaan PPKM Mikro di Jawa dan Bali.

KESEHATAN | 25 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS