Tidak Gunakan Anggaran Negara, BUMN Sambut Baik Kehadiran Vaksin Gotong Royong
Logo BeritaSatu

Tidak Gunakan Anggaran Negara, BUMN Sambut Baik Kehadiran Vaksin Gotong Royong

Jumat, 26 Februari 2021 | 19:55 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Koordinator PMO Komunikasi Publik Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Arya Sinulingga mengatakan, kehadiran Vaksinasi Gotong Royong patut disambut baik. Pasalnya, program vaksinasi itu tidak menambah beban anggaran negara.

Arya menyebutkan, Vaksinasi Gotong Royong ditujukan untuk para buruh dan karyawan swasta dan diberikan secara gratis oleh perusahaan agar dapat mempercepat pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

“Ada latar belakang upaya berbagai pihak bahu membahu, membantu, mendorong percepatan terbangunnya herd immunity. Jadi ini adalah langkah-langkah gotong royong. Langkah-langkah yang biasa dilakukan oleh bangsa kita, jika bangsa kita mengalami bencana,”kata Arya pada konferensi pers virtual tentang Kebijakan Vaksin Gotong Royong, Jumat (26/2/2021).

Arya menambahkan, pada masa pandemi ini, semua kelompok masyarakat yang ingin membantu pemerintah menangani pandemi Covid-19, tentu pemerintah akan membuka ruang pada mereka. Dalam hal ini, inisiatif tersebut telah diakomodir disertai aturan-aturan detialnya yang dipastikan tidak anak bentrok dengan vaksin program pemerintah. Sebab, Vaksin Gotong Royong ini merupakan upaya paralel, saling melengkapi dan saling menguatkan.

“Jadi program pemerintah tetap berjalan, strategi pemerintah tetap berjalan, jadwal-jadwal pemerintah tetap berjalan untuk vaksinasi. Ini ada tambahan baru dari kawan-kawan pengusaha yang ingin memberikan gratis vaksin kepada para buruhnya,” papar Juru Bicara Kementerian Kementerian Badan usaha milik negara (BUMN) ini.

Arya menyebutkan, Kementerian BUMN sebagai leading sector akan memastikan dan menjaga seluruh proses Vaksin Gotong Royong ini berjalan lancar. Pasalnya, tujuan vaksinasi Covid-19 untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 dengan membangun kekebalan kelompok yaitu sekitar 70% dari jumlah penduduk atau 181,5 juta orang dari total populasi penduduk.

“Semakin cepat itu terbangun tentu akan semakin baik untuk mengeluarkan kita semua dari kondisi pandemi, semakin cepat kekebalan kelompok terbentuk semakin baik untuk masyarakat,” pungkas Arya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kabar Gembira, Vaksinasi Gotong Royong Gratis untuk Karyawan

Seluruh proses pembiayaan menjadi tanggung jawab perusahaan yang mengadakan vaksinasi gotong royong.

KESEHATAN | 26 Februari 2021

Kemkes akan Tetapkan Tarif Maksimal untuk Vaksinasi Gotong Royong

Biaya tidak boleh melebihi tarif maksimal yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

KESEHATAN | 26 Februari 2021

Kemkes Tegaskan Pengadaan Vaksinasi Gotong Royong Tugas Kementerian BUMN

Distribusi vaksin dilakukan pada fasilitas pelayanan kesehatan milik swasta yang bekerja sama dengan badan hukum atau badan usaha pelaksana.

KESEHATAN | 26 Februari 2021

Kementerian Kesehatan: Pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong Gunakan Faskes Swasta

Pelaksanaan vaksinasi gotong royong akan dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan milik swasta.

KESEHATAN | 26 Februari 2021

Kemkes: Vaksinasi Gotong Royong Tidak akan Ganggu Program Vaksinasi Pemerintah

Vaksinasi Gotong Royong tidak akan menggunakan vaksin Sinovac, Astrazeneca, Novovac, dan Pfizer. Dengan begitu, setok vaksin untuk pemerintah telah diamankan.

KESEHATAN | 26 Februari 2021

Jenis Vaksin untuk Vaksinasi Gotong Royong Harus Berbeda dengan Vaksinasi Pemerintah

Hal tersebut dimuat dalam Pasal 7 ayat 4.

KESEHATAN | 26 Februari 2021

Perusahaan Wajib Laporkan Data Karyawan yang Ikuti Vaksinasi Gotong Royong

Hal itu dimuat dalam Pasal 6 ayat 2.

KESEHATAN | 26 Februari 2021

Vaksinasi Atlet Diharapkan Motivasi Masyarakat Bersedia Disuntik

Vaksinasi kepada atlet menjadi prioritas terutama bagi mereka yang akan mengikuti kompetisi olahraga.

KESEHATAN | 26 Februari 2021

Permenkes Vaksinasi Gotong Royong Terbit, Karyawan Tidak Dikenakan Biaya

Bio Farma bisa melakukan kerja sama dengan pihak ketiga terkait distribusi vaksin gotong royong.

KESEHATAN | 26 Februari 2021

Update Covid-19: Tambah 8.232, Kasus Positif di Indonesia Jadi 1.322.866

Kasus harian Covid-19 di Indonesia Jumat (26/2/2021) pukul 12.00 WIB dilaporkan bertambah 8.232. Total kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 1.322.866.

KESEHATAN | 26 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS