Pencegahan Anemia Erat Kaitannya dengan Asupan Makanan
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pencegahan Anemia Erat Kaitannya dengan Asupan Makanan

Jumat, 26 Februari 2021 | 21:06 WIB
Oleh : Iman Rahman Cahyadi / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Permasalahan gizi di Indonesia semakin membaik. Berdasarkan hasil Riskesdas 2018, prevalensi balita kurang gizi, stunting, dan gizi menurun dibandingkan tahun 2013. Meski demikian, terdapat masalah gizi kurang, dan muncul masalah gizi lebih sehingga menempatkan Indonesia pada negara dengan kondisi masalah gizi ganda atau double burden masalah gizi.

Kekurangan gizi di usia remaja juga masih terjadi. Diantaranya anemia. Padahal kekurangan gizi di usia remaja berdampak jangka pendek di kehidupan sehari hari remaja dalam belajar dan beraktivitas, dan dampak jangka panjang pada masa kehidupan dan generasi selanjutnya.

Direktur Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan, DR Dhian P Dipo MA mengatakan, upaya mencegah anemia erat kaitannya dengan asupan makanan yang dikonsumsi setiap hari. Data Susenas pada 2015 hingga 2019 memperlihatkan perbaikan pola konsumsi penduduk, di mana terdapat peningkatan asupan energi dan protein masyarakat.

"Secara nasional rata-rata konsumsi energi dan protein sudah di atas standar kecukupan gizi. Namun demikian, perbaikan pola konsumsi harian masih perlu ditingkatkan ke arah yang lebih baik. Kecenderungan mengonsumsi makanan berisiko kesehatan seperti makanan tinggi gula, garam dan lemak meningkat, serta hanya 1 dari 10 orang penduduk Indonesia yang cukup konsumsi sayur dan buahnya," tutur Dhian dalam Webinar dengan tema "Remaja Sehat Bebas Anemia 'Cermati pilihan panganmu untuk penuhi gizi seimbangmu" dalam rangka Hari Gizi Nasional (HGN) ke-61, Jumat (26/2/2021).

Buah dan sayur disebutnya memberikan sumbangan vitamin dan mineral yang penting untuk kelancaran fungsi tubuh, menjaga imunitas dan tentunya juga menjaga tubuh tetap sehat bebas anemia.

"Kondisi ini memperlihatkan bahwa konsumsi harian kita masih belum bergizi seimbang," tambahnya.

Sementara itu, Perekayasa Pusat Teknologi Agroindustri Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Dr Noer Laily menyatakan, remaja mengalami masalah gizi mikronutrien karena sejumlah faktor. Faktor tersebut adalah kesadaran akan pemenuhan gizi pada remaja putri masih kurang, kesadaran untuk mengadopsi pola makanan gizi seimbang masih kurang, masih rendahnya konsumsi buah dan sayur, belum terpenuhinya kecukupan protein hewani, dan kurang aktivitas fisik.

Terkait anemia, lebih dari 50% kasus anemia disebabkan karena rendahnya daya serap zat besi.

"BPPT menghasilkan inovasi makanan pendamping untuk melengkapi asupan zat gizi membantu cegah anemia. Makanan pendamping ini adalah Purula," tutur Noer.

Ia menjelaskan, Purula mengandung hidrolisat kedelai (biopeptida) yang berfungsi meningkatkan penyerapan zat besi dalam darah. Seperti diketahiu, zat besi, asam folat dan vitamin B12 berperan dalam pembentukan sel darah merah, serta rumput laut yg kaya akan cita rasa, serat pangan dan mineral.

"Hasil uji efikasi menunjukkan konsumsi Purula dapat meningkatkan kadar serum Feritin dan penyerapan zat besi secara signifikan," kata Noer.

Tahun ini, BPPT memiliki program menyebarkan 50.000 sachet Purula ke sekolah dan puskesmas. Mengenai manfaat Purula untuk mencegah anemia, instagram BPPT akan memberi penjelasan.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bio Farma Siap untuk Pengadaan dan Pendistribusian Vaksin Gotong Royong

Berdasarkan evaluasi hingga saat ini, semua masih terkendali dan berjalan dengan baik sesuai rencana termasuk pendistribusian lokasi-lokasi terluar.

KESEHATAN | 26 Februari 2021

Tidak Gunakan Anggaran Negara, BUMN Sambut Baik Kehadiran Vaksin Gotong Royong

Pprogram vaksinasi itu tidak menambah beban anggaran negara.

KESEHATAN | 26 Februari 2021

Kabar Gembira, Vaksinasi Gotong Royong Gratis untuk Karyawan

Seluruh proses pembiayaan menjadi tanggung jawab perusahaan yang mengadakan vaksinasi gotong royong.

KESEHATAN | 26 Februari 2021

Kemkes akan Tetapkan Tarif Maksimal untuk Vaksinasi Gotong Royong

Biaya tidak boleh melebihi tarif maksimal yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

KESEHATAN | 26 Februari 2021

Kemkes Tegaskan Pengadaan Vaksinasi Gotong Royong Tugas Kementerian BUMN

Distribusi vaksin dilakukan pada fasilitas pelayanan kesehatan milik swasta yang bekerja sama dengan badan hukum atau badan usaha pelaksana.

KESEHATAN | 26 Februari 2021

Kementerian Kesehatan: Pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong Gunakan Faskes Swasta

Pelaksanaan vaksinasi gotong royong akan dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan milik swasta.

KESEHATAN | 26 Februari 2021

Kemkes: Vaksinasi Gotong Royong Tidak akan Ganggu Program Vaksinasi Pemerintah

Vaksinasi Gotong Royong tidak akan menggunakan vaksin Sinovac, Astrazeneca, Novovac, dan Pfizer. Dengan begitu, setok vaksin untuk pemerintah telah diamankan.

KESEHATAN | 26 Februari 2021

Jenis Vaksin untuk Vaksinasi Gotong Royong Harus Berbeda dengan Vaksinasi Pemerintah

Hal tersebut dimuat dalam Pasal 7 ayat 4.

KESEHATAN | 26 Februari 2021

Perusahaan Wajib Laporkan Data Karyawan yang Ikuti Vaksinasi Gotong Royong

Hal itu dimuat dalam Pasal 6 ayat 2.

KESEHATAN | 26 Februari 2021

Vaksinasi Atlet Diharapkan Motivasi Masyarakat Bersedia Disuntik

Vaksinasi kepada atlet menjadi prioritas terutama bagi mereka yang akan mengikuti kompetisi olahraga.

KESEHATAN | 26 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS