Dahlan Iskan Minta BPOM Dorong Pengembangan Vaksin Nusantara
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Dahlan Iskan Minta BPOM Dorong Pengembangan Vaksin Nusantara

Sabtu, 27 Februari 2021 | 13:33 WIB
Oleh : Natasa Christy Wahyuni / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, meminta Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) untuk mendorong upaya pengembangan vaksin buatan dalam negeri, yaitu vaksin Nusantara. Dahlan mengharapkan BPOM bisa memberikan ruang yang sama bagi vaksin Nusantara seperti halnya vaksin produksi Sinovac yang telah digunakan masyarakat Indonesia.

"Mungkin sebaiknya BPOM didorong untuk adil dengan memberikan fasilitas yang sama seperti saat vaksin Sinovac akan digunakan," kata Dahlan saat berbicara dalam Beranda Ruang Diskusi yang diadakan secara virtual dengan tema "Setahun Pandemi, Apa Kabar Vaksin Anak Bangsa?", dikutip dari siaran pers, Sabtu (27/2/2021).

Dahlan menjelaskan fair (adil) artinya prosedur dan perlakuan BPOM terhadap vaksin Sinovac juga harus diterapkan sama seperti kepada vaksin Nusantara.

"Fair artinya kemudahan apa, fasilitas apa, yang pernah diberikan kepada Sinovac, itu juga harus diberikan kepada vaksin nusantara ini, minimal itu," kata Dahlan yang mengaku mendukung Vaksin Nusantara hingga bersedia menjadi relawan uji klinis tahap II.

Dahlan melanjutkan vaksin Nusantara yang digagas Mantan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto kini menunjukkan perkembangan menggembirakan setelah lulus uji klinis tahap pertama.

“Betul-betul diteliti 28 orang yang sudah menjalani itu, dalam waktu yang cukup, dalam penelitian yang cukup, tidak ada efek samping, kemudian memang timbul imunitas," kata Dahlan.

Jika lulus uji klinis dan memperoleh ijin edar dan diproduksi kata Dahlan, maka vaksin Nusantara akan menjadi kebanggaan bangsa Indonesia di tengah perlombaan vaksin global.

"Terlalu banyak negara-negara besar dan negara miskin yang antre menunggu vaksin, kenapa tidak dari kita?" ujar Dahlan.

Dukungan Parlemen
Senada dengan itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan BPOM perlu mendorong bahkan jika perlu terlibat untuk meneliti lebih jauh keunggulan vaksin Nusantara. Menurutnya, parlemen di Senayan menurutnya akan memberi dukungan penuh terhadap semua pengembangan vaksin dalam negeri.

"Bukan cuma menunggu laporan dari tim, jadi BPOM menjadi tim yang terlibat. Misalnya kurang prosedur, untuk itu kami terus mendorong sesuai ketentuan yang berlaku, kata politisi Golkar yang akrab dipanggil Melki itu.

Melki mengatakan telah menerima laporan mengenai hasil uji klinis sementara yang menyimpulkan kekebalan tubuh dari vaksin Nusantara berjalan baik.

"Uji klinis tahap satu bagus, tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya. Antibodi yang dihasilkan tinggi sekali," katanya.

Dia mengharapkan agar vaksin Nusantara terus dikembangkan hingga lulus uji klinis dan diproduksi secara massal. Apalagi vaksin Nusantara akan memiliki keunggulan dibanding vaksin lain yakni cocok diberikan pada individu dengan komorbid. Sehingga menjadi solusi bagi masyarakat Indonesia yang tidak bisa mendapatkan vaksin biasa.

"Jika benar dapat diberikan pada individu komorbid maka penemuan ini tentu akan mengubah metode vaksin dunia. Kita akan menjadi negara yang disegani dan akan membuat jasa besar," lanjut Melki.

Sementara itu, Deputi 7 Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Purwanto menyambut baik hadirnya pengembangan vaksin Nusantara. Menurutnya, jika vaksin Nusantara dapat diberikan pada pasien komorbid maka ini akan memecahkan satu masalah penting penanganan Covid-19 di Indonesia.

Pengembangan Vaksin Nusantara dilakukan Mantan Menteri Kesehatan dr. Terawan Agus Putranto bersama tim peneliti di laboratorium RSUP dr. Kariadi Semarang dan Universitas Diponegoro.

Hasil uji klinis tahap awal Vaksin Nusantara disebut telah memenuhi aspek keamanan karena tidak menimbulkan efek samping yang berarti, juga dianggap menghasilkan peningkatan antibodi pada tubuh.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Cara Mudah Mengatur Pola Makan Sehat untuk Lansia

Penambahan monosodium glutamat (MSG) pada makanan yang dikonsumsi lansia, membuat nafsu makan meningkat.

KESEHATAN | 26 Oktober 2021

Menkeu: Indonesia Masih Perlu Berjuang Kejar Target Herd Immunity

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan pemerintah masih berupaya untuk mempercepat target vaksinasi untuk mengejar target herd immunity 70%.

KESEHATAN | 26 Oktober 2021

Kemenkes: Pemerintah Kaji Kembali Harga Tes PCR

Nadia menyatakan, nantinya ketika semua ada keputusan soal harga tes PCR, Menteri Kesehatan beserta lembaga terkait akan menyampaikan hasilnya.

KESEHATAN | 26 Oktober 2021

Pandemi Belum Berakhir, Presiden Ingatkan Kepala Daerah 3 Pemicu Kenaikan Kasus

Presiden Jokowi mengingatkan pandemi Covid-19 belum berakhir apalagi di Eropa sedang terjadi tren angka kenaikan kasus.

KESEHATAN | 26 Oktober 2021

Segera Uji Klinis, Viradev Bakal Jadi Terobosan Baru Pengobatan Covid-19

Viradev diyakini menjadi terobosan baru pengobatan Covid-19. Obat produksi PT Biotek Farmasi Indonesia itu diklaim dapat mencegah masuknya virus Corona ke dalam sel manusia sekaligus mencegah replikasi virus dan terjadinya peradangan.

KESEHATAN | 26 Oktober 2021

Hari Dokter Nasional, Sepenggal Kisah dari RS Siloam dan Komitmen John Riady

Situasi pandemi mengingatkan banyak orang bahwa dokter dan tenaga kesehatan lainnya merupakan profesi yang layak mendapat tempat terhormat di tengah masyarakat.

KESEHATAN | 26 Oktober 2021

Luhut Pandjaitan: Ada Pelanggaran dalam Penggunaan PeduliLindungi

Namun, ia melihat ada beberapa pelanggaran yang dilakukan pengelola tempat wisata atau restoran dalam penggunaan PeduliLindungi.

KESEHATAN | 25 Oktober 2021

Menlu Retno Marsudi: Kasus Covid-19 Global Naik 2%

Kawasan Eropa mengalami kenaikan 3% dan Amerika Selatan sebesar 13%.

KESEHATAN | 25 Oktober 2021


Indonesia Terima 684.400 Dosis Vaksin Astrazeneca dari Selandia Baru

Ini merupakan pertama kalinya Selandia Baru melakukan kerja sama dose-sharing vaksin dengan Indonesia.

KESEHATAN | 25 Oktober 2021


TAG POPULER

# Fahri Hamzah


# LRT Tabrakan


# Tabrakan Bus Transjakarta


# Tes PCR


# Taliban



TERKINI
BRI Life Bukukan Kenaikan Pendapatan 22,2% Jadi Rp 5,25 Triliun

BRI Life Bukukan Kenaikan Pendapatan 22,2% Jadi Rp 5,25 Triliun

EKONOMI | 1 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings