Pakar Farmasi UI Dorong Pemantauan Vaksin untuk Cegah Reaksi Alergi
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pakar Farmasi UI Dorong Pemantauan Vaksin untuk Cegah Reaksi Alergi

Senin, 1 Maret 2021 | 21:46 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / JAS

Jakarta, Beritasatu.com – Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (UI), Prof Retnosari Andradjati mendorong adanya pemantauan keselamatan vaksin (vaccine safety surveillance) selama masa pengenalan vaksin Covid-19. Retno menyatakan upaya pemantauan sebagai hal penting untuk menjamin keamanan vaksin termasuk mencegah timbulnya reaksi alergi atau reaksi serius lainnya.

“Peran vaccine safety surveillance selama pengenalan vaksin Covid-19 adalah untuk memfasilitasi deteksi dini, investigasi, dan analisis kejadian merugikan pascaimunisasi (investigation and analysis of adverse events following immunization/AEFIs),” kata Retnosari saat menyampaikan Kuliah Perdana Semester Genap Tahun Akademik 2020/2021 bertemakan “Keamanan Vaksin”, dikutip dari siaran pers UI, Senin (1/3/2021).

Retnosari mengatakan pengawasan keselamatan vaksin juga penting untuk melihat ada tidaknya kejadian merugikan kepentingan khusus (adverse events of special interest/AESIs) untuk memastikan respons yang tepat dan cepat.

Sejak 13 Januari 2021, pemerintah mulai melaksanakan vaksinasi Covid-19 secara bertahap untuk 34 provinsi. Prioritas pertama adalah tenaga kesehatan dan pelayan publik. Namun, masih ada masyarakat yang merasa cemas terhadap keamanan vaksin Covid-19.

Retno mengakui keamanan vaksin baru seperti vaksin Covid-19 ini masih perlu dievaluasi lebih lanjut. Hal tersebut guna meminimalisasi adanya efek samping atau reaksi dari vaksin yang dirasakan oleh pasien.

Retno menjelaskan vaksinasi secara umum dapat menimbulkan reaksi hipersensitivitas atau reaksi imun yang dipicu oleh antigen/alergen. Reaksi tersebut terjadi dalam 24 jam yang diperantarai oleh IgE, IgG, dan IgM, yang terbagi dalam tiga tipe, yaitu tipe 1, Shok Anafilaktik (melibatkan IgE), tipe 2 melibatkan IgG dan IgM dan tipe 3 melibatkan IgG dan IgM.

Dia menambahkan IgE pada tipe 1 berkaitan dengan sel mast dan basophil yang mengandung histamin yang dapat menimbulkan reaksi alergi dan shok anafilaksis. Sedangkan, IgG dan IgM pada tipe 2 mengaktifkan komplemen yang dapat merusak sel dan memicu trombositopenia, anemia hemolitik otoimun, dan neutropenia otoimun.

Untuk IgM dan IgG pada tipe 3 bereaksi dengan antigen yakni sistem komplemen akan diaktifkan kemotaksis yang menarik neutrophil dan menyebabkan inflamasi (peradangan) dan vasculitis (radang pembuluh darah), serta serum sickness dan arthus reaction.

“Untuk mencegah reaksi-reaksi di atas, vaksin harus melalui vaccine safety agar dapat mengetahui vaccine product-related reactions (reaksi produk vaksin serupa) dan vaccine quality defect-related reactions (reaksi terkait cacat kualitas vaksin),” kata Retno.

Menurutnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2021 juga merekomendasikan kegiatan pemantauan pascaotorisasi berupa pengawasan dan pemantauan keselamatan (safety surveillance and monitoring). Pengawasan dan pemantauan meliputi reaksi serius, anaphylaxis, dan reaksi alergi serius lainnya seperti Bell’s palsy, kasus sindrom inflamasi multisistem setelah vaksinasi.

“Selain itu pengawasan untuk kasus Covid-19 setelah vaksinasi yang mengakibatkan hospitalisasi (perawatan di rumah sakit) atau kematian,” lanjut Retno.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

IDI Sebut Prokes 5M Jadi Strategi Kalahkan Covid-19

Masyarakat juga harus menjaga lingkungan dengan fokus terhadap ventilasi, durasi, dan jarak.

KESEHATAN | 1 Maret 2021

IDI: Masih Terlalu Dini Nyatakan Vaksin Mampu Turunkan Kasus Covid-19

Masih terlalu dini menyatakan vaksin mampu menurunkan kasus baru.

KESEHATAN | 1 Maret 2021

Tips Kulit Tetap Sehat, Jangan Salah Pilih Sabun Mandi

Penggunaan sabun mandi yang tepat juga menjadi salah satu cara penting dalam perawatan kulit tubuh.

KESEHATAN | 1 Maret 2021

Kasus Covid-19 Turun, IDI: Tetap Waspada karena Gelombang Pertama Belum Usai

Penurunan kasus ini tidak dapat disimpulkan dampak dari pelaksanaan vaksinasi.

KESEHATAN | 1 Maret 2021

IDI: Perilaku Masyarakat Jadi Kunci Pengendalian Covid-19

Angka Covid-19 dunia sudah mulai turun, sementara Indonesia kalau pun turun, tidak terlalu drastis.

KESEHATAN | 1 Maret 2021

Update Covid-19: Tambah 6.680, Kasus Positif di Indonesia Jadi 1.341.314

Kasus harian Covid-19 di Indonesia pada Senin (1/3/2021) berjumlah 6.680. Total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia menjadi 1.341.314.

KESEHATAN | 1 Maret 2021

Wamenkes: Kehadiran Good Doctor Bantu Masyarakat

Good DOctor membantu masyarakat menjalani pengobatan secara digital.

KESEHATAN | 1 Maret 2021

Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo Donorkan Plasma Konvalesen

Ada 15 kriteria inkluasi donor plasma konvalesen, antara lain berusia antara 18 sampai 60 tahun dan berat badan minimal 55 kg.

KESEHATAN | 1 Maret 2021

IDI Sambut Baik Kehadiran Aplikasi Good Doctor

Kehadiran aplikasi Good Doctor dinilai memperkuat pelayanan kesehatan di Indonesia.

KESEHATAN | 1 Maret 2021

Aplikasi Good Doctor Tawarkan Solusi Layanan Kesehatan Terpadu

Good Doctor memiliki 2.000 lebih partner rumah sakit dan juga apotik, serta ribuan dokter-dokter dari seluruh Indonesia.

KESEHATAN | 1 Maret 2021


TAG POPULER

# Bumi Cikarang Makmur


# Lockdown Lokal


# Ebrahim Raisi


# Varian Delta


# India



TERKINI

The Hitman's Wife's Bodyguard Kuasai Puncak Box Office

HIBURAN | 4 menit yang lalu










TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS