Masyarakat Harus Tahu Bahaya Sunat Laser
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Masyarakat Harus Tahu Bahaya Sunat Laser

Rabu, 3 Maret 2021 | 21:32 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Sunat adalah operasi pengangkatan kulup yang merupakan kulit yang menutupi ujung penis. Saat ini terdapat pilihan sunat yang bisa dilakukan, salah satunya teknik laser yang prosesnya lebih cepat dan kekinian.

Banyak masyarakat masih menganggap bahwa sunat menggunakan laser (electrical cauter), tetapi tidak sedikit pula bahaya yang harus diketahui oleh masyarakat ketika memilih sunat dengan metode laser. Selain anggapan praktis, masyarakat juga memilih alasan sunat menggunakan laser karena prosesnya cepat.

Kisah bocah di Pekalongan beberapa tahun lalu yang kepala kelaminnya ikut terpotong setelah disunat dengan menggunakan teknik laser adalah salah satu informasi yang masih minim diketahui oleh masyarakat tentang bahaya sunat menggunakan metode laser.

Demikian yang dikatakan dalam wibinar di Jakarta, Rabu (3/3/2021). Hadir sebagai pembicara dalam webinar antara lain Dr. Jasra Putra, M.Pd Komisioner KPAI Divisi Pengawasan, Monitoring dan Evaluasi, dan Dr Arry Rodjani, SpU (K), Dokter Spesialis Urologi RS Siloam.

Dr Arry Rodjani, SpU (K), Dokter Spesialis Urologi RS Siloam, mengatakan, apa yang dianggap sebagai sunat laser tidak menggunakan energi cahaya, namun menggunakan energi panas dengan menggunakan alat elektrokauter untuk memotong jaringan, koagulasi dan diseksi.

Dr Arry Rodjani menambahkan, pada penggunaan kauter (sunat laser), arus listrik langsung menuju penis jaringan penis dan bila preputium (kulup penis) dipotong dengan kauter dapat terjadi total phallic loss atau gangguan saraf yang parah. Oleh krenanya, sibelum sirkumsisi yang perlu diperhatikan adalah indikasi dan kontraindikasi.

Pada sunat dengan alat ini, energi listrik diarahkan langsung menuju jaringan penis, dimana berisiko menyebabkan terbakarnya jaringan sampai ke glans penis dan dapat menyebabkan luka bakar yg hebat dan berakhir dengan teramputasinya glans penis (total phalic loss) terutama bila saat kulup dipotong terjadi kontak antara kauter dengan klem.

Umumnya alasan menggunakan alat ini adalah dapat melakukan sunat dengan lebih cepat dan resiko perdarahan yang lebih sedikit, namun mengingat bahaya yang dapat terjadi sangat serius dan umumnya berakhir dengan kerusakan jaringan yang tidak dapat diperbaiki, sudah seharusnya tehnik sunat ini tidak boleh dilakukan.

“Untuk mencegah terjadinya cedera akibat teknik sunat yang salah, World Health Organization: Task Force of Circumcision merekomendasikan sunat harus dilakukan oleh tenaga yang terlatih dan kompeten dengan menggunakan teknik yang steril dengan memperhatikan penanganan nyeri yang baik. Beberapa studi sudah tidak menganjurkan sunat laser untuk dilakukan” uajar Arry pada diskusi yang diadakan oleh Forum Jurnalis Online (FJO) itu.

Dihubungi terpisah, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Indonesia, Prof Andi Asadul Islam mengatakan di Indonesia remaja yang melakukan sirkumsisi teknik laser sebesar 10,2 juta (12%).

Andi mengatakan, bahwa belum ada penelitian secara khusus menjelaskan tentang indikasi untuk sunat laser, namun Lanjut Andi, untuk penyunatan, laser memberikan manfaat untuk perdarahan yang lebih sedikit. “Tetapi juga memiliki risiko, risiko kepala penis terpotong lebih tinggi, cedera pada kelenjar penis atau uretra dan luka bakar,” kata Andi.

Jasra Putra, Komisioner KPAI Divisi Pengawasan, Monitoring dan Evaluasi yang hadir dalam acara tersebut mengatakan, sosialisasi perlu ditingkatkan kepada masyarakat terkait dengan kelebihan dan kekurangan dari prosedur sunat yang ada saat ini, agar masyarakat teredukasi memilih sunat yang aman dan minim risiko untuk anak.

Jasra juga mengatakan, perlunya mengarahkan masyarakat untuk melaksanakan prosedur sunat di fasilitas kesehatan yang memiliki izin dan memiliki standar operasional prosedur dalam melaksanakan sunat dengan tenaga kesehatan yang kompeten dan terjangkau.

“Peran Media Massa dalam UU PA memiliki tanggungjawab dalam penyebarluasan informasi dan materi edukasi yang bermanfaat dari aspek sosial, budaya, pendidikan, agama, dan kesehatan Anak dengan memperhatikan kepentingan terbaik bagi Anak” kata Jasra.

Selain itu, tambah Jasra, orang tua perlu mendukung anak untuk fokus melihat kelebihan diri dari pada kekurangan anak, sehingga meningkatkan rasa percaya diri anak.

“Perlindungan dan pemenuhan hak anak yang mengalami disabilitas masuk dalam perlindungan khusus sebagaimana diatur dalam Undang-undang PA,” tutup Jasra.

Sebagaimana diberitakan seorang bocah MI (9 tahun), di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah harus kehilangan alat kelaminnya karena terpotong saat disunat. Alat sunat laser yang menggunakan daya listrik, dengan cepat memotong alat kelamin bocah tersebut hingga tidak dapat disambung kembali.

Peristiwa tragis itu menimpa korban pada Kamis, 30 Agustus 2018. Kasus itu kini sudah ditangani Polres Pekalongan. Polisi juga sudah menetapkan B (70) mantri sunat warga Kecamatan Doro Pekalongan.

Kapolres Pekalongan, AKBP Wawan Kurniawan mengatakan, kronologi kejadian, tersangka seorang mantri datang ke rumah korban karena sebelumnya diundang untuk mengkhitankan dengan metode alat potong elektrik atau laser. Pada saat pelaksanaan sunat diduga tersangka melakukan kelalaian sehingga ujung kepala penis ikut terpotong.

Wawan Kurniawan menuturkan, tersangka B yang dikenal sebagai mantri sunat, datang ke rumah MI. Seperti biasa, pria berusia lanjut itu datang tanpa ditemani asisten dan langsung masuk ke kamar yang telah disiapkan untuk prosesi khitan (sunat).

Untuk memudahkan proses khitan, MI diminta mengenakan sarung dan berbaring di tempat tidur. Seperti biasa, B menyiapkan alat khitan elektrik yang dikenal sebagai laser tersebut. Alat itu kemudian dihubungkan ke listrik sebagai sumber daya. Dengan posisi tangan kiri memegang gunting penjepit dan tangan kanan memegang alat khitan laser, B mulai pekerjaannya.

Tidak disangka, korban menangis kesakitan. Tangis bocah itu tak kunjung berhenti, hingga mengundang kecurigaan orang tua dan keluarga yang menunggui. Apalagi, pihak keluarga kemudian menemukan ujung kepala penis di lokasi kejadian.

Kepanikan seketika terjadi, hingga keluarga memutuskan membawa MI ke Rumah Sakit Muhammadiyah Pekajangan, Pekalongan untuk mendapat perawatan medis, sekaligus menyambung kembali ujung penis yang terpotong.

Harapan keluarga agar dokter bisa menyambung kembali alat kelamin korban tidak berjalan mulus. Dokter menyatakan, tidak bisa menyambung lagi ujung alat vital tersebut.

Perawatan medis yang dilakukan hanya untuk menyembuhkan luka berat yang diderita korban. “Setelah dirawat diperoleh keterangan dari dokter bahwa potongan ujung kepala penis tidak dapat disambung kembali. Akibat peristiwa tersebut korban mengalami luka berat dan harus menjalani rawat inap selama beberapa hari.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Kapal Ocean Combat #001 Dukung Percepatan Vaksinasi Covid-19

FASTLab Ocean Combat #001 yang merupakan kapal vaksinasi inovasi anak negeri, mendukung percepatan program vaksinasi covid-19 bagi masyarakat kepulauan.

KESEHATAN | 24 September 2021

Gelombang Ketiga Covid-19 Bisa Dicegah, Pemerintah dan Masyarakat Harus Konsisten Atasi Bersama

Ancaman gelombang ketiga Covid-19 pada Desember nanti khususnya liburan Natal dan tahun baru bisa dicegah asal pemerintah dan masyarakat konsisten

KESEHATAN | 24 September 2021

Indonesia Kembali Dapatkan 2 Juta Dosis Vaksin Sinovac

Indonesia kembali menerima kedatangan 2 juta vaksin Sinovac hari ini, Jumat (24/9/2021).

KESEHATAN | 24 September 2021

BKKBN Luncurkan Program Mahasiswa Peduli Stunting

BKKBN meluncurkan program Mahasiswa Peduli Stunting atau disebut Mahasiswa Penting

KESEHATAN | 24 September 2021

Update Covid-19: Kasus Aktif Kembali Turun, Positivity Rate 1,48%

Pada hari ini, Jumat (24/9/2021), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat bahwa positivity rate harian Covid-19 per mencapai 1,48%.

KESEHATAN | 24 September 2021

Vaksin Covid-19 Aman dan Dibutuhkan Ibu Hamil dan Menyusui

Ibu hamil dan menyusui diminta tidak ragu melaksanakan vaksinasi Covid-19.

KESEHATAN | 24 September 2021

Lintasarta Donasikan Alat Kesehatan Medis ke RS di Jawa Barat dan Jawa Tengah

Lintasarta melalui kegiatan CSR-nya kembali menyalurkan ribuan alat kesehatan untuk tenaga medis di rumah sakit Jawa Barat dan Jawa Tengah.

KESEHATAN | 24 September 2021

2,8% Sekolah Jadi Klaster Covid-19, Ini Klarifikasi Kemendikbudristek

Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbudristek, Jumeri, memberi klarifikasi terkait data 2,8% satuan pendidikan menjadi klaster Covid-19.

KESEHATAN | 24 September 2021

Peringati Hari Kontrasepsi Sedunia, Makuku Family Berbagi Edukasi

Makuku Family melakukan edukasi mengenai kesuburan guna memeringati Hari Kontrasepsi Sedunia.

KESEHATAN | 24 September 2021

Ashefa Griya Pusaka Berikan Program Rehabilitasi Gratis Bagi Pengguna

Program rehabilitasi gratis diberikan Ashefa Griya Pusaka kepada 100 pengguna narkoba pertama serta memberikan lapangan pekerjaan bagi yang telah pulih.

KESEHATAN | 24 September 2021


TAG POPULER

# PON Papua


# Tukul Arwana


# Toko Obat Ilegal


# Piala Sudirman


# Suap Pejabat Pajak



TERKINI
KPK Langsung Jebloskan Azis Syamsuddin ke Rutan Polres Jakarta Selatan

KPK Langsung Jebloskan Azis Syamsuddin ke Rutan Polres Jakarta Selatan

NASIONAL | 18 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings