Halau Virus B117 dari Inggris, Pakar: Perketat Tracing bagi Pelaku Perjalanan Internasional
Logo BeritaSatu

Halau Virus B117 dari Inggris, Pakar: Perketat Tracing bagi Pelaku Perjalanan Internasional

Sabtu, 6 Maret 2021 | 11:10 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra mengatakan, virus B117 atau mutasi Covid-19 asal Inggris yang masuk ke Indonesia harus menjadi perhatian serius pemerintah untuk memperketat tracing bagi pelaku perjalanan internasional.

Dalam hal ini, semua pelaku perjalanan yang terinfeksi Covid-19 harus ditelusuri menggunakan metode whole genome sequencing (WGS) untuk memastikan virus ada di masing-masing pelaku perjalanan. Kata Hermawan, tes swab polymerase chain reaction (PCR) bagi pelaku perjalanan yang terinfeksi tidak cukup. Pasalnya, untuk membuktikan tipe B117 ini tidak bisa dilakukan dengan PCR, tetapi harus GWS.

“Bagi pelaku perjalanan suspect apalagi terkonfirmasi positif, semuanya ditelusuri secara dengan metode whole genome sequencing. Jadi RNA swab bagi mereka terindikasi harus dicek sehingga ketahuan seperti apa peta yang ada di Indonesia,” kata Hermawan kepada Beritasatu.com, Sabtu (6/3/2021).

Hermawan menjelaskan, WGS ini dilakukan di laboratorium khusus oleh para pakar virologi atau Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman. Sayangnya, saat ini Indonesia baru mampu melakukan pemeriksaan GWS ini kepada pada 440 sampel Covid-19. Sementara kasus kumulatif Indonesia sudah di atas 1 juta lebih.

“Jadi keterbatasan testing dan tracing ini menyebabkan potensi under reported dan under detected. Jadi ini teori sama ketika Covid-19 kasus 01 dan 02 pada Maret 2020 dan Covid-19 strain B117 pada 2021. Momen sama dan tanggal dan bulannya sama,” kata Hermawan.

Dengan begitu, Hermawan menilai, varian baru B117 ini sebetulnya sudah masuk Indonesia sejak akhir 2020 lalu. Pasalnya, munculnya mutasi B117 ini dikonfirmasi oleh Inggris sejak September 2020. Sementara penerbangan Indonesia juga terbuka untuk berbagai wilayah di Eropa dan negara-negara Asia Tengah dan Asia Timur Tengah.

“Penerbangan kita sangat terbuka, pintu-pintu masuk kita sangat terbuka. Jadi teori awal saya 2020 lalu ini ada, tetapi tidak terlaporkan dan tidak terdeteksi. Tidak terlapor misalnya ada pelaku perjalanan masuk dan ke luar negeri yang tidak melaporkan ke mana dan dari mana dia berasal dan seperti apa potensi dia untuk terpapar. Apalagi pemerintah sendiri punya data ribuan orang terkonfirmasi Covd-19 dari luar negeri,” kata dia.

Kondisi ini, menurut Hermawan, patut untuk dievaluasi. Apalagi saat ini masyarakat tidak bisa membedakan Covid-19 hasil mutasi dan yang sudah berkembang saat ini. Oleh karena itu, pemerintah harus memperketat tracing di gerbang-gerbang kedatangan internasional.

“Saran saya agar seluruh orang yang keluar masuk Indonesia kategori terdeteksi Covid-19 itu diambil semua jenis GWS untuk dipastikan seberapa risiko. Ini metode retrospektif tracing namanya. Jadi penelusuran dari biasanya dari depan ke belakang, ini dari belakang ke depan,” ujar dia.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Berumur 99 Tahun, Siti Rumende Jadi Penerima Vaksin Covid-19 Tertua

Tahun ini, usianya akan genap menginjak 100 tahun atau satu abad.

KESEHATAN | 6 Maret 2021

Vaksinasi Covid-19 di Asia Pasifik, Indonesia Peringkat Kelima

Rasio vaksinasi Covid-19 penduduk Indonesia mencapai 1,24 per 100 penduduk.

KESEHATAN | 6 Maret 2021

Dengan Kecepatan Vaksinasi Covid-19 Sekarang, Indonesia Butuh 6 Tahun untuk Capai Herd Immunity

Berdasarkan perhitungan Beritasatu.com, dengan kecepatan sekarang, butuh waktu 2.238 hari atau sekitar 6 tahun untuk mencapai herd immunity.

KESEHATAN | 6 Maret 2021

Menkes Tinjau Vaksinasi 3.000 Lansia di Manado

Merujuk data Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara, jumlah sasaran yang mendaftar untuk mengikuti vaksinasi di Unsrat sebanyak 8.000 orang.

KESEHATAN | 6 Maret 2021

3.000 Pelaku Pariwisata Sulawesi Utara Divaksinasi Covid-19

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melihat langsung berjalannya proses vaksinasi

KESEHATAN | 5 Maret 2021

Menkes: Vaksinasi Tidak Jamin 100% Proteksi Tidak Kena Virus

Pemberian vaksin berfungsi untuk memberikan kekebalan bagi tubuh, sehingga ketika sakit maka sakitnya lebih ringan

KESEHATAN | 5 Maret 2021

Kemkes: Vaksin Sinovac Bisa Tangkal Varian Covid-19 asal Inggris

Hingga saat ini, pemerintah belum mendapatkan bukti ilmiah bahwa virus mutasi Covid-19 ini lebih tinggi tingkat keganasannya dibanding virus yang awal.

KESEHATAN | 5 Maret 2021

Kasus Covid-19 Menurun, Ini Penjelasan Pakar Kesehatan

Pakar menyebut belum ada penurunan signifikan dan datanya masih fluktuatif.

KESEHATAN | 5 Maret 2021

Per 5 Maret, 20 Provinsi Laporkan Kasus Sembuh Covid-19 Lebih Banyak dari Kasus Baru

Sedangkan untuk kasus harian per hari ini, Jawa Barat menjadi provinsi terbanyak yang melaporkan kasus baru yakni 1.786.

KESEHATAN | 5 Maret 2021

Update Covid-19: Tambah 6.971, Kasus Positif di Indonesia Jadi 1.368.069

Sedangkan untuk kasus sembuh Covid-19 dilaporkan bertambah 6.331 dan kasus meninggal bertambah 129.

KESEHATAN | 5 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS